Kementerian Pertanian - Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan merilis data populasi babi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2025 sebesar 10.136 ekor. Tahun ini terjadi kenaikan sebesar 9.734 ekor dibandingkan tahun 2024, dengan pertumbuhan positif 4,13 persen. Sepanjang rentang data 2001-2025, wilayah ini mencatatkan posisi peringkat 7 dari seluruh provinsi di Pulau Sumatera, serta peringkat 28 secara nasional untuk indikator ini.
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Trinidad dan Tobago 2015 - 2024)
Sepanjang catatan historis, kenaikan populasi tertinggi pernah tercatat pada tahun 2010 dengan penambahan 207.586 ekor atau pertumbuhan 78,28 persen. Sementara penurunan terparah terjadi pada tahun 2013 dimana populasi turun 427.927 ekor atau minus 94,62 persen. Fluktuasi ekstrem ini hanya terjadi pada periode 2008-2013, setelah itu pergerakan nilai populasi berjalan dengan perubahan nilai tidak lebih dari 50 ribu ekor tiap tahunnya.
Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir berada di angka 29,11 persen, lebih baik dibandingkan rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir yang hanya mencatatkan minus 0,11 persen. Selama 5 tahun terakhir, peringkat nasional Kepulauan Bangka Belitung selalu berada di rentang 15 hingga 31, dengan posisi paling baik tercatat pada tahun 2023 di peringkat 15 nasional.
Sumatera Selatan
Provinsi Sumatera Selatan menempati peringkat 6 wilayah se-Pulau Sumatera dan peringkat 27 secara nasional untuk populasi babi tahun 2025, dengan total nilai tercatat 11.367 ekor. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan positif 2,02 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan selisih penambahan sebanyak 225 ekor. Nilai populasi di Sumatera Selatan masih sedikit lebih tinggi dibandingkan Kepulauan Bangka Belitung, dengan selisih sekitar 1.231 ekor untuk periode tahun yang sama. Pertumbuhan di wilayah ini berjalan stabil tanpa perubahan nilai drastis selama tiga tahun terakhir.
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tenggara tercatat memiliki populasi babi 15.073 ekor pada tahun 2025, menempati peringkat 5 wilayah se-Pulau Sulawesi dan peringkat 26 secara nasional. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan positif 2,31 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penambahan sebanyak 341 ekor. Nilai populasi Sulawesi Tenggara sekitar 49 persen lebih besar dibandingkan nilai populasi Kepulauan Bangka Belitung tahun yang sama, dengan selisih peringkat nasional sebesar 2 tingkat di atas Bangka Belitung.
DI Yogyakarta
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Aneka Barang dan Jasa di Kota Pekalongan 2018 - 2024)
DI Yogyakarta menempati peringkat 3 wilayah se-Pulau Jawa dan peringkat 29 secara nasional untuk indikator populasi babi tahun 2025, dengan total nilai tercatat 8.595 ekor. Wilayah ini hanya mencatatkan pertumbuhan sangat sedikit sebesar 0,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan tambahan hanya 9 ekor. Nilai populasi di DI Yogyakarta sedikit lebih rendah dibandingkan Kepulauan Bangka Belitung, dengan selisih sekitar 1.541 ekor untuk periode tahun yang sama. Peringkat nasional Yogyakarta berada satu tingkat di bawah posisi Bangka Belitung.
Papua Selatan
Papua Selatan tercatat memiliki populasi babi 16.214 ekor pada tahun 2025, menempati peringkat 5 wilayah se-Pulau Papua dan peringkat 25 secara nasional. Wilayah ini justru mencatatkan pertumbuhan negatif minus 8,41 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan pengurangan sebanyak 1.489 ekor. Nilai populasi Papua Selatan sekitar 60 persen lebih besar dibandingkan nilai populasi Kepulauan Bangka Belitung tahun yang sama, dengan peringkat nasional berada 3 tingkat di atas posisi Bangka Belitung.
Kalimantan Selatan
Kalimantan Selatan menempati peringkat 5 wilayah se-Pulau Kalimantan dan peringkat 31 secara nasional untuk indikator populasi babi tahun 2025, dengan total nilai tercatat 3.141 ekor. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan positif tertinggi diantara seluruh wilayah perbandingan sebesar 29,31 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penambahan sebanyak 712 ekor. Nilai populasi di Kalimantan Selatan sekitar 69 persen lebih rendah dibandingkan Kepulauan Bangka Belitung, dengan peringkat nasional berada 3 tingkat di bawah posisi Bangka Belitung.
Papua Barat Daya
Papua Barat Daya tercatat memiliki populasi babi 6.918 ekor pada tahun 2025, menempati peringkat 6 wilayah se-Pulau Papua dan peringkat 30 secara nasional. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan negatif minus 6,16 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan pengurangan sebanyak 454 ekor. Nilai populasi Papua Barat Daya sekitar 32 persen lebih rendah dibandingkan nilai populasi Kepulauan Bangka Belitung tahun yang sama, dengan peringkat nasional berada satu tingkat di bawah posisi Bangka Belitung.