PDB Paritas Daya Beli (PPP) Trinidad dan Tobago 2015 - 2024
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
International Monetary Fund (IMF) merilis data PDB Paritas Daya Beli Trinidad dan Tobago tahun 2024 tercatat pada nilai 3,5 unit. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 3,6 persen dibandingkan tahun 2023, melanjutkan kontraksi tajam yang terjadi setahun sebelumnya. Kontraksi disini berarti nilai total produksi ekonomi yang disesuaikan daya beli masyarakat mengalami penyusutan nilai riil, bukan hanya perubahan nilai tukar mata uang saja.
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Trinidad dan Tobago terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Republik Ceko 2015 - 2024)
Pada tiga tahun terakhir yakni 2022, 2023 dan 2024, terlihat fluktuasi ekstrem: tahun 2022 sempat tumbuh 8,84 persen menjadi titik tertinggi dalam 10 tahun terakhir, lalu langsung anjlok 14,97 persen pada 2023, dan turun kembali 3,6 persen pada 2024. Fluktuasi ini berarti ekonomi tidak memiliki pola pertumbuhan stabil, melainkan melonjak tajam satu tahun lalu jatuh jauh dalam dua tahun berturut-turut setelahnya.
Nilai PDB PPP 2024 sebesar 3,5 unit berada 11,2 persen lebih rendah dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir, dan 8,7 persen lebih buruk dibanding rata-rata lima tahun terakhir. Artinya kinerja ekonomi tahun ini secara riil lebih lemah dibandingkan rata-rata performa periode pendek maupun menengah sebelumnya.
Dalam rentang 10 tahun terakhir, titik tertinggi PDB PPP terjadi pada tahun 2022 dengan nilai 4,27 unit, sedangkan titik terendah tercatat pada tahun 2024 ini. Terjadi anomali dimana setelah capaian tertinggi sepanjang dekade, ekonomi justru mengalami kontraksi beruntun dua tahun yang menghapus seluruh keuntungan pertumbuhan yang dicapai sejak tahun 2017.
Selama seluruh periode 10 tahun terakhir, peringkat PDB PPP Trinidad dan Tobago di wilayah Karibia tetap konsisten berada di urutan ke-4. Tidak ada perubahan peringkat regional meskipun terjadi fluktuasi tajam nilai ekonomi, karena negara lain di wilayah yang sama juga mengalami pergerakan nilai yang searah.
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Eswatini 2015 - 2024)
Berdasarkan proyeksi IMF, penurunan nilai PDB PPP akan berlanjut hingga setidaknya tahun 2030. Selama 6 tahun ke depan diproyeksikan terjadi kontraksi berkelanjutan dengan rentang penurunan tahunan antara 1,05 persen hingga 1,68 persen. Artinya kondisi ekonomi tidak akan membaik dalam jangka menengah, dan justru akan semakin melemah secara bertahap.
Jika dibandingkan negara lain di wilayah Karibia, Trinidad dan Tobago berada di atas Barbados yang menempati peringkat 5 regional, dan berada dibawah Republik Dominika di peringkat 3. Sementara itu, pertumbuhan PDB PPP negara ini merupakan salah satu yang terburuk di wilayah, hanya lebih baik dari 4 negara dari total 13 negara yang tercatat dalam data regional.