Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah vihara Budha di Provinsi Lampung pada tahun 2025 mencapai 206 unit, mengalami pertumbuhan positif sebesar 54,89% dibandingkan tahun 2024. Selisih kenaikan ini sebesar 73 unit, menjadi kenaikan tertinggi dalam 12 tahun terakhir. Rata-rata jumlah vihara selama 3 tahun terakhir (2023-2025) adalah 179,67 unit, lebih tinggi dibanding rata-rata 5 tahun terakhir (2021-2025) sebesar 169,8 unit, menunjukkan perkembangan yang lebih baik dalam periode 3 tahun terakhir. Penurunan terbesar terjadi pada tahun 2024, dimana jumlah vihara turun 67 unit dari tahun 2023. Ranking Lampung menurut pulau Sumatera pada 2025 adalah peringkat ke-5, turun dari peringkat ke-2 pada tahun 2024, sedangkan ranking seindonesia berada di peringkat ke-9.
(Baca: Nilai PDRB ADHB Perdagangan Besar dan Eceran dan Reparasi Mobil dan Sepeda Motor di Kalimantan Tengah | 2025)
Kepulauan Bangka Belitung
Kepulauan Bangka Belitung berada di peringkat ke-3 pada pulau Sumatera dan ke-6 seindonesia untuk jumlah vihara Budha tahun 2025, dengan nilai terakhir sebesar 259 unit. Pertumbuhan tahun ini sebesar 208,33% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan selisih kenaikan 175 unit. Rata-rata jumlah vihara selama 3 tahun terakhir di provinsi ini menunjukkan perkembangan yang signifikan, jauh melampaui rata-rata 5 tahun terakhir. Dibandingkan Lampung, jumlah vihara di Kepulauan Bangka Belitung lebih tinggi sebesar 53 unit, dan peringkatnya juga lebih baik baik di tingkat pulau maupun nasional. Pertumbuhan yang tinggi ini membuat provinsi ini menjadi salah satu daerah dengan peningkatan jumlah vihara terbesar di pulau Sumatera tahun ini.
Sumatera Selatan
Sumatera Selatan menempati peringkat ke-4 pada pulau Sumatera dan ke-7 seindonesia untuk jumlah vihara Budha tahun 2025, dengan nilai terakhir sebesar 250 unit. Pertumbuhan tahun ini sebesar 180,9% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan selisih kenaikan 161 unit. Rata-rata jumlah vihara selama 3 tahun terakhir di provinsi ini menunjukkan kenaikan yang konsisten, melebihi rata-rata 5 tahun terakhir. Dibandingkan Lampung, jumlah vihara di Sumatera Selatan lebih tinggi sebesar 44 unit, dan peringkatnya di tingkat pulau lebih baik satu peringkat. Pertumbuhan yang tinggi ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah vihara di provinsi ini selama satu tahun terakhir.
Jawa Barat
Jawa Barat berada di peringkat ke-3 pada pulau Jawa dan ke-8 seindonesia untuk jumlah vihara Budha tahun 2025, dengan nilai terakhir sebesar 222 unit. Pertumbuhan tahun ini sebesar 39,62% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan selisih kenaikan 63 unit. Rata-rata jumlah vihara selama 3 tahun terakhir di provinsi ini menunjukkan perkembangan yang stabil, sedikit lebih tinggi dibanding rata-rata 5 tahun terakhir. Dibandingkan Lampung, jumlah vihara di Jawa Barat lebih tinggi sebesar 16 unit, namun peringkat seindonesia sama-sama berada di rentang peringkat ke-8 hingga ke-9. Pertumbuhan yang konsisten ini menunjukkan bahwa jumlah vihara di Jawa Barat terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
(Baca: Luas Area Kebakaran Hutan di Kalimantan Selatan | 2025)
Kepulauan Riau
Kepulauan Riau menempati peringkat ke-6 pada pulau Sumatera dan ke-10 seindonesia untuk jumlah vihara Budha tahun 2025, dengan nilai terakhir sebesar 194 unit. Pertumbuhan tahun ini sebesar 77,98% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan selisih kenaikan 85 unit. Rata-rata jumlah vihara selama 3 tahun terakhir di provinsi ini menunjukkan peningkatan yang signifikan, melebihi rata-rata 5 tahun terakhir. Dibandingkan Lampung, jumlah vihara di Kepulauan Riau lebih sedikit sebesar 12 unit, dan peringkatnya di tingkat pulau dan nasional lebih rendah. Namun, pertumbuhan yang tinggi ini menunjukkan bahwa provinsi ini sedang mengalami perkembangan yang cepat dalam jumlah vihara Budha.
Jawa Timur
Jawa Timur berada di peringkat ke-4 pada pulau Jawa dan ke-11 seindonesia untuk jumlah vihara Budha tahun 2025, dengan nilai terakhir sebesar 190 unit. Pertumbuhan tahun ini sebesar 10,47% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan selisih kenaikan 18 unit. Rata-rata jumlah vihara selama 3 tahun terakhir di provinsi ini menunjukkan perkembangan yang stabil, sedikit lebih tinggi dibanding rata-rata 5 tahun terakhir. Dibandingkan Lampung, jumlah vihara di Jawa Timur lebih sedikit sebesar 16 unit, dan peringkat seindonesia lebih rendah dua peringkat. Pertumbuhan yang rendah ini menunjukkan bahwa jumlah vihara di Jawa Timur mengalami peningkatan yang sedikit dalam satu tahun terakhir.
Banten
Banten menempati peringkat ke-5 pada pulau Jawa dan ke-12 seindonesia untuk jumlah vihara Budha tahun 2025, dengan nilai terakhir sebesar 189 unit. Pertumbuhan tahun ini sebesar 89% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan selisih kenaikan 89 unit. Rata-rata jumlah vihara selama 3 tahun terakhir di provinsi ini menunjukkan peningkatan yang signifikan, melebihi rata-rata 5 tahun terakhir. Dibandingkan Lampung, jumlah vihara di Banten lebih sedikit sebesar 17 unit, dan peringkat seindonesia lebih rendah tiga peringkat. Pertumbuhan yang tinggi ini menunjukkan bahwa provinsi ini sedang mengalami peningkatan yang cepat dalam jumlah vihara Budha setelah periode stabil sebelumnya.