Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mencatat luas area kebakaran hutan di Kalimantan Selatan pada tahun 2025 sebesar 11896.38 Ha, mengalami pertumbuhan 138.22% dibanding tahun sebelumnya (2024) yang sebesar 4993.88 Ha. Dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir (2023-2025) sebesar 69094.95 Ha, nilai tahun 2025 lebih rendah secara signifikan. Sementara itu, dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir (2021-2025) sebesar 41591.37 Ha, nilai tahun 2025 juga masih berada di bawah rata-rata tersebut. Kenaikan tertinggi luas kebakaran hutan di provinsi ini terjadi pada tahun 2023 dengan nilai 190394.58 Ha, sedangkan penurunan terendah terjadi pada tahun 2022 dengan hanya 243 Ha. Ranking Kalimantan Selatan di pulau Kalimantan tahun 2025 adalah peringkat 2, naik dari peringkat 4 tahun sebelumnya, sedangkan ranking seindonesia adalah peringkat 7, naik dari peringkat 15 tahun 2024.
(Baca: Daftar 10 Siswa Lolos Ujian Masuk SMA8 DEPOK 2025)
Kalimantan Barat
Kalimantan Barat menempati peringkat 1 di pulau Kalimantan dan peringkat 4 se-Indonesia dalam luas area kebakaran hutan tahun 2025 dengan nilai sebesar 26702.81 Ha. Nilai ini mengalami pertumbuhan 10.55% dibanding tahun sebelumnya, dengan selisih kenaikan sebesar 2548.18 Ha. Dibandingkan nilai dua tahun sebelumnya yang mencapai 111848.43 Ha, nilai tahun 2025 jauh lebih rendah, menunjukkan penurunan signifikan dalam dua tahun terakhir. Rata-rata luas kebakaran hutan di Kalimantan Barat selama tiga tahun terakhir menunjukkan tren penurunan, meskipun tahun 2025 mengalami sedikit kenaikan dibanding tahun 2024. Peringkat Kalimantan Barat sebagai yang tertinggi di pulau Kalimantan menunjukkan bahwa provinsi ini masih menjadi wilayah dengan masalah kebakaran hutan yang cukup besar dibandingkan provinsi lain di pulau yang sama, bahkan melebihi nilai Kalimantan Selatan yang berada di peringkat kedua.
Maluku
Maluku menempati peringkat 1 di pulau Maluku dan peringkat 5 se-Indonesia dalam luas area kebakaran hutan tahun 2025 dengan nilai sebesar 21935.97 Ha. Nilai ini mengalami pertumbuhan 63.64% dibanding tahun sebelumnya, dengan selisih kenaikan sebesar 8531.14 Ha. Dibandingkan nilai dua tahun sebelumnya yang sebesar 45999.39 Ha, nilai tahun 2025 lebih rendah, menunjukkan bahwa meskipun tahun 2025 ada kenaikan, luas kebakaran hutan di provinsi ini masih lebih kecil dibanding dua tahun yang lalu. Rata-rata tiga tahun terakhir luas kebakaran hutan di Maluku menunjukkan fluktuasi yang cukup signifikan, dengan penurunan di tahun 2024 dan kenaikan kembali di tahun 2025. Peringkat 5 se-Indonesia menunjukkan bahwa Maluku termasuk wilayah dengan luas kebakaran hutan yang cukup besar di seluruh Indonesia, bahkan melebihi beberapa provinsi di pulau besar seperti Kalimantan Timur yang berada di peringkat sembilan.
Riau
Riau menempati peringkat 2 di pulau Sumatera dan peringkat 6 se-Indonesia dalam luas area kebakaran hutan tahun 2025 dengan nilai sebesar 21843.73 Ha. Nilai ini mengalami pertumbuhan 98.08% dibanding tahun sebelumnya, dengan selisih kenaikan sebesar 10815.77 Ha. Dibandingkan nilai dua tahun sebelumnya yang sebesar 7267.03 Ha, nilai tahun 2025 jauh lebih tinggi, menunjukkan tren kenaikan yang signifikan dalam dua tahun terakhir. Rata-rata tiga tahun terakhir luas kebakaran hutan di Riau menunjukkan peningkatan yang konsisten, dengan tahun 2025 menjadi tahun dengan nilai tertinggi dalam periode tersebut. Peringkat 2 di pulau Sumatera menunjukkan bahwa Riau hanya kalah dari provinsi lain di pulau yang sama dalam hal luas kebakaran hutan, sementara peringkat 6 se-Indonesia menempatkannya di antara provinsi dengan masalah kebakaran hutan yang cukup serius di seluruh negara, bahkan melebihi nilai Jawa Timur yang berada di peringkat delapan.
(Baca: Daftar 10 Siswa Lolos Ujian Masuk SMA7 Kota Depok 2025)
Jawa Timur
Jawa Timur menempati peringkat 1 di pulau Jawa dan peringkat 8 se-Indonesia dalam luas area kebakaran hutan tahun 2025 dengan nilai sebesar 10667.23 Ha. Nilai ini mengalami penurunan 49.1% dibanding tahun sebelumnya, dengan selisih penurunan sebesar 10289.94 Ha. Dibandingkan nilai dua tahun sebelumnya yang sebesar 49498.32 Ha, nilai tahun 2025 jauh lebih rendah, menunjukkan tren penurunan yang sangat signifikan dalam dua tahun terakhir. Rata-rata tiga tahun terakhir luas kebakaran hutan di Jawa Timur menunjukkan penurunan yang konsisten, dengan tahun 2025 menjadi tahun dengan nilai terendah dalam periode tersebut. Peringkat 1 di pulau Jawa menunjukkan bahwa meskipun nilai sudah menurun, Jawa Timur masih menjadi provinsi dengan luas kebakaran hutan terbesar di pulau Jawa, sementara peringkat 8 se-Indonesia menunjukkan bahwa provinsi ini masih termasuk dalam daftar provinsi dengan luas kebakaran hutan yang cukup besar di seluruh Indonesia, bahkan melebihi nilai Kalimantan Timur yang berada di peringkat sembilan.
Kalimantan Timur
Kalimantan Timur menempati peringkat 3 di pulau Kalimantan dan peringkat 9 se-Indonesia dalam luas area kebakaran hutan tahun 2025 dengan nilai sebesar 9573.14 Ha. Nilai ini mengalami penurunan 57.59% dibanding tahun sebelumnya, dengan selisih penurunan sebesar 12997.36 Ha. Dibandingkan nilai dua tahun sebelumnya yang sebesar 39494.41 Ha, nilai tahun 2025 jauh lebih rendah, menunjukkan tren penurunan yang sangat signifikan dalam dua tahun terakhir. Rata-rata tiga tahun terakhir luas kebakaran hutan di Kalimantan Timur menunjukkan penurunan yang konsisten, dengan tahun 2025 menjadi tahun dengan nilai terendah dalam periode tersebut. Peringkat 3 di pulau Kalimantan menunjukkan bahwa provinsi ini berada di bawah Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan dalam hal luas kebakaran hutan, sementara peringkat 9 se-Indonesia menunjukkan bahwa provinsi ini masih termasuk dalam daftar provinsi dengan luas kebakaran hutan yang cukup besar di seluruh Indonesia, bahkan melebihi nilai Aceh yang berada di peringkat sepuluh.
Aceh
Aceh menempati peringkat 3 di pulau Sumatera dan peringkat 10 se-Indonesia dalam luas area kebakaran hutan tahun 2025 dengan nilai sebesar 8924.98 Ha. Nilai ini mengalami pertumbuhan 22.98% dibanding tahun sebelumnya, dengan selisih kenaikan sebesar 1667.63 Ha. Dibandingkan nilai dua tahun sebelumnya yang sebesar 1936.86 Ha, nilai tahun 2025 jauh lebih tinggi, menunjukkan tren kenaikan yang signifikan dalam dua tahun terakhir. Rata-rata tiga tahun terakhir luas kebakaran hutan di Aceh menunjukkan peningkatan yang konsisten, dengan tahun 2025 menjadi tahun dengan nilai tertinggi dalam periode tersebut. Peringkat 3 di pulau Sumatera menunjukkan bahwa Aceh berada di bawah Riau dan provinsi lain di pulau yang sama dalam hal luas kebakaran hutan, sementara peringkat 10 se-Indonesia menunjukkan bahwa provinsi ini masih termasuk dalam daftar provinsi dengan luas kebakaran hutan yang cukup besar di seluruh Indonesia, meskipun nilainya lebih rendah dibandingkan provinsi lain dalam data perbandingan.