Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pekerja sektor transportasi dan pergudangan di Sulawesi Utara pada tahun 2025 mencapai 36.674 pekerja. Nilai ini merupakan angka tertinggi sepanjang periode catatan 11 tahun terakhir sejak 2015. Pada tahun 2025 terjadi pertumbuhan sebesar 4,69 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan tambahan sebanyak 1.643 pekerja. Sepanjang catatan historis, terjadi fluktuasi nilai dengan 6 kali periode penurunan dan 4 kali periode kenaikan. Kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2024 dengan pertumbuhan 41,24 persen, sedangkan penurunan terdalam tercatat pada tahun 2019 turun 16,31 persen.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Kalimantan Timur 2025)
Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir mencapai 12,83 persen, angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir yang hanya sebesar 7,38 persen. Ini menunjukkan pertumbuhan jumlah pekerja di sektor ini mengalami percepatan dalam tiga tahun belakangan. Posisi Sulawesi Utara secara konsisten berada di peringkat 2 di wilayah Pulau Sulawesi selama hampir seluruh periode, hanya sempat turun ke peringkat 3 pada tahun 2021. Secara nasional, peringkat Sulawesi Utara saat ini berada di urutan 20 dari seluruh provinsi di Indonesia, membaik 1 tingkat dibandingkan tahun 2023.
Untuk tahun 2025, nilai pekerja sektor ini Sulawesi Utara berada di atas rata-rata seluruh periode yang hanya sebesar 30.009 pekerja. Selama 11 tahun pencatatan, nilai terendah tercatat pada tahun 2021 sebesar 23.883 pekerja. Secara keseluruhan tren jangka panjang menunjukkan kenaikan, dengan total perubahan nilai sebesar 8,94 persen dari tahun 2015 hingga 2025. Peringkat nasional Sulawesi Utara juga menunjukkan perbaikan, dari peringkat terendah 23 pada tahun 2021 kembali naik ke peringkat 20 pada tahun ini.
Sumatera Barat
Sumatera Barat mencatat jumlah pekerja sektor transportasi dan pergudangan sebesar 46.377 pekerja pada periode terakhir. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 6,48 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan pengurangan sebanyak 3.214 pekerja. Secara peringkat nasional Sumatera Barat berada di urutan 17 secara nasional, dan berada di atas posisi 6 di wilayah Pulau Sumatera. Nilai pekerja di provinsi ini lebih tinggi 26,4 persen dibandingkan nilai Sulawesi Utara tahun 2025, meskipun sedang mengalami tren penurunan pada tahun terakhir.
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Barat tercatat memiliki 40.477 pekerja di sektor transportasi dan pergudangan. Provinsi ini mencatat pertumbuhan positif sebesar 8,8 persen pada tahun terakhir, dengan penambahan sebanyak 3.273 pekerja. Peringkat wilayah ini berada di urutan 18 secara nasional, dan menduduki peringkat 3 di wilayah Nusa Tenggara dan Bali. Nilai pekerja disini berada 10,3 persen lebih tinggi dibandingkan Sulawesi Utara, dengan laju pertumbuhan tahunan juga lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Sulawesi Utara tahun 2025.
Jambi
(Baca: Nilai Minimal Lolos Jalur Prestasi ke SMA Negeri 7 Garut SPMB 2026)
Jambi mencatat jumlah pekerja sektor ini sebesar 37.816 pekerja pada periode terakhir. Provinsi ini mencatatkan pertumbuhan tertinggi diantara seluruh provinsi yang dibandingkan yaitu sebesar 20,06 persen, dengan tambahan sebanyak 6.319 pekerja. Secara peringkat nasional Jambi berada di urutan 19, dan menduduki peringkat 7 di wilayah Pulau Sumatera. Nilai pekerja Jambi hanya 3,1 persen lebih tinggi dibandingkan Sulawesi Utara, namun laju pertumbuhannya empat kali lebih besar dibandingkan pertumbuhan Sulawesi Utara tahun 2025.
Kepulauan Riau
Kepulauan Riau tercatat memiliki 32.947 pekerja di sektor transportasi dan pergudangan. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 13,23 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan pengurangan sebanyak 5.024 pekerja. Peringkat nasional provinsi ini berada di urutan 21 secara nasional, satu tingkat dibawah peringkat Sulawesi Utara. Nilai pekerja di Kepulauan Riau 10,2 persen lebih rendah dibandingkan nilai Sulawesi Utara tahun 2025, dan saat ini sedang mengalami tren penurunan yang cukup dalam.
DI Yogyakarta
DI Yogyakarta mencatat 32.310 pekerja di sektor transportasi dan pergudangan pada tahun terakhir. Provinsi ini mengalami penurunan sebesar 18,76 persen, yaitu pengurangan sebanyak 7.462 pekerja dibandingkan tahun sebelumnya. Secara peringkat nasional DI Yogyakarta berada di urutan 22, dua tingkat dibawah peringkat Sulawesi Utara. Nilai pekerja di wilayah ini 11,9 persen lebih rendah dibandingkan Sulawesi Utara, menjadi salah satu penurunan terbesar diantara seluruh provinsi yang dibandingkan pada periode ini.
Sulawesi Tengah
Sulawesi Tengah tercatat memiliki 28.120 pekerja di sektor transportasi dan pergudangan. Provinsi ini mencatat pertumbuhan sebesar 12,66 persen pada tahun terakhir, dengan penambahan sebanyak 3.160 pekerja. Peringkat wilayah ini berada di urutan 3 di Pulau Sulawesi, tepat dibawah peringkat Sulawesi Utara, serta berada di urutan 23 secara nasional. Nilai pekerja Sulawesi Tengah 23,3 persen lebih rendah dibandingkan Sulawesi Utara, namun laju pertumbuhan tahunannya hampir tiga kali lipat lebih besar dibandingkan pertumbuhan Sulawesi Utara tahun 2025.