Kabupaten Pegunungan Arfak, tercatat sebagai wilayah dengan pelaksanaan program vaksinasi terendah di Indonesia. Hingga Senin, 20 September 2021, capaian vaksinasi dosis 1 di wilayah ini baru 0,41 persen atau menyasar 122 peserta vaksin. Angka ini masih jauh dari sasaran vaksin yang diharapkan menjangkau 29.822 peserta vaksin. Sedangkan untuk dosis 2 baru diikuti 94 peserta. Jumlah ini baru sebesar 0,32 persen target.
Seperti tertuang dalam publikasi harian stok vaksin di Kementerian Kesehatan, jumlah stok vaksin yang tersedia di wilayah ini sebanyak 3.270 dosis. Jumlah ini telah terpakai seluruhnya sehingga harus menunggu supply stok selanjutnya.
Menyusul di urutan berikutnya adalah kabupaten Lanny Jaya. Program vaksinasi Covid-19 di wilayah ini diharapkan bisa menyasar 129,94 ribu peserta vaksin. Jumlah stok vaksin yang telah tersedia sebanyak 1.840 dosis.
Untuk capaian vaksinasi dosis 1 di kabupaten Lanny Jaya tercatat 0,93 persen atau telah menjangkau 1.207 peserta vaksin. Sedangkan untuk dosis 2 baru diikuti 911 peserta. Jumlah ini baru sebesar 0,7 persen dari target.
Di urutan ketiga adalah kabupaten Nduga. Stok vaksin yang tersedia sebanyak 250 dosis. Sedangkan untuk vaksinasi dosis 1 tercatat sudah menjangkau 691 peserta vaksin (1 persen). Sedangkan untuk dosis 2 baru sebesar 0,42 persen atau telah diikuti 293 peserta vaksin.
Kabupaten Tolikara di posisi keempat. Vaksinasi dosis 1 di wilayah ini telah menjangkau 2.045 peserta vaksin (1,24 persen). Sedangkan untuk dosis 2 baru sebesar 0,96 persen atau telah diikuti 1.587 peserta vaksin.