Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai PDRB ADHB Sektor Jasa Penunjang Keuangan Provinsi Kepulauan Riau tahun 2025 mencapai 37,63 Rp miliar. Nilai ini merupakan rekor tertinggi sepanjang periode pencatatan sejak 2010, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 11,73 persen dibandingkan tahun 2024. Sepanjang 16 tahun periode data, sektor ini mencatatkan tren kenaikan konsisten, hanya mengalami penurunan sebanyak 2 kali yaitu pada tahun 2020 dan 2021.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Kalimantan Timur 2025)
Rata-rata pertumbuhan sektor ini selama 3 tahun terakhir mencapai 12,79 persen, angka ini secara signifikan lebih tinggi dibanding rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir yang hanya tercatat 5,98 persen. Kenaikan tertinggi sepanjang sejarah terjadi pada tahun 2023 dengan pertumbuhan 20,28 persen, sedangkan penurunan terendah terjadi pada tahun 2021 turun 13,79 persen. Pada tahun 2025, posisi nilai sektor ini berada di atas rata-rata historis keseluruhan periode.
Untuk posisi peringkat di Pulau Sumatera, Kepulauan Riau kembali menempati urutan ke-3 pada tahun 2025, setelah sebelumnya sempat turun ke peringkat 4 pada tahun 2021 dan 2022. Secara nasional, provinsi ini menempati peringkat ke-8 dari seluruh provinsi di Indonesia, posisi ini tetap konsisten sejak tahun 2023. Sepanjang 5 tahun terakhir, peringkat Kepulauan Riau tidak mengalami perubahan signifikan lebih dari 1 tingkatan.
Dibandingkan provinsi lain di Pulau Sumatera, nilai PDRB Jasa Penunjang Keuangan Kepulauan Riau berada di atas Riau dan Jambi. Pertumbuhan tahun 2025 Kepulauan Riau sebesar 11,73 persen juga melampaui rata-rata pertumbuhan provinsi lain di Sumatera yaitu Sumatera Barat 5,93 persen, Riau 9,75 persen dan Jambi 8,34 persen. Sementara itu secara nasional pertumbuhan Kepulauan Riau masih berada di bawah Sulawesi Selatan yang mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 27,92 persen.
Sepanjang periode pencatatan, total peningkatan nilai sektor Jasa Penunjang Keuangan Kepulauan Riau mencapai 168,79 persen sejak tahun 2010, dengan rata-rata pertumbuhan tahunan majemuk sebesar 6,81 persen. Dari 16 tahun periode data, tercatat 12 kali mengalami kenaikan nilai, 2 kali penurunan dan 1 kali kondisi stagnan. Pada tahun 2025 penambahan nilai dibanding tahun sebelumnya mencapai 3,95 Rp miliar.
Jawa Timur
Jawa Timur menempati peringkat ke-5 nasional untuk nilai PDRB ADHB Sektor Jasa Penunjang Keuangan tahun 2025 dengan nilai total 212,23 Rp miliar. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan tahunan sebesar 6,62 persen dengan penambahan nilai sebesar 13,18 Rp miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Sebagai provinsi dengan nilai terbesar dalam daftar perbandingan, pertumbuhan Jawa Timur tergolong stabil meski berada di bawah rata-rata pertumbuhan wilayah lain yang dibandingkan. Posisi peringkat pulau menempati urutan teratas untuk wilayah Pulau Jawa.
Sulawesi Selatan
(Baca: Inflasi Kota Depok Juli 2026: Kelompok Perawatan Pribadi Dan Jasa Lainnya Tercatat Tertinggi)
Sulawesi Selatan mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 27,92 persen diantara seluruh wilayah perbandingan pada tahun 2025. Dengan nilai total 118,06 Rp miliar, provinsi ini menempati peringkat ke-6 nasional dan peringkat pertama di wilayah Pulau Sulawesi. Penambahan nilai tahunan mencapai 25,77 Rp miliar, angka ini merupakan penambahan absolut terbesar dibandingkan seluruh provinsi yang dibandingkan. Pertumbuhan Sulawesi Selatan hampir 2,5 kali lipat pertumbuhan Kepulauan Riau pada periode yang sama.
Sumatera Barat
Sumatera Barat menempati peringkat ke-2 di wilayah Pulau Sumatera dan peringkat ke-7 secara nasional untuk sektor ini pada tahun 2025. Nilai total PDRB tercatat 108,73 Rp miliar dengan pertumbuhan tahunan sebesar 5,93 persen, dengan penambahan nilai sebesar 6,09 Rp miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun berada satu peringkat di atas Kepulauan Riau secara nasional, pertumbuhan Sumatera Barat tercatat lebih rendah hampir setengah dari pertumbuhan yang dicapai Kepulauan Riau pada tahun yang sama.
Riau
Provinsi Riau menempati urutan ke-4 di wilayah Pulau Sumatera dan peringkat ke-9 secara nasional tahun 2025. Nilai PDRB sektor Jasa Penunjang Keuangan tercatat 31,18 Rp miliar, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 9,75 persen dan penambahan nilai sebesar 2,77 Rp miliar. Nilai ini berada tepat satu peringkat di bawah Kepulauan Riau, dengan selisih nilai sekitar 6,45 Rp miliar pada tahun 2025. Pertumbuhan Riau juga masih berada di bawah capaian pertumbuhan Kepulauan Riau periode sama.
Jambi
Jambi menempati peringkat ke-5 di wilayah Pulau Sumatera dan peringkat 10 secara nasional untuk sektor Jasa Penunjang Keuangan tahun 2025. Nilai total PDRB tercatat 21,95 Rp miliar dengan pertumbuhan tahunan sebesar 8,34 persen, dengan penambahan nilai sebesar 1,69 Rp miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Provinsi ini berada dua peringkat di bawah Kepulauan Riau secara nasional, dengan selisih nilai mencapai 15,68 Rp miliar pada akhir periode pencatatan 2025.
Sulawesi Tengah
Sulawesi Tengah menempati peringkat ke-2 di wilayah Pulau Sulawesi dan peringkat 11 secara nasional tahun 2025. Nilai PDRB sektor ini tercatat 16,56 Rp miliar dengan pertumbuhan tahunan sebesar 3,37 persen, merupakan pertumbuhan terendah diantara seluruh wilayah perbandingan. Penambahan nilai hanya sebesar 0,54 Rp miliar, menjadikan provinsi ini sebagai wilayah dengan penambahan nilai absolut terkecil pada periode tahun 2025.