Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan semester Kabupaten Asahan Sumatera Utara tahun 2025. Persentase penduduk miskin tahun ini tercatat 7,18 persen, turun 0,94 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin saat ini mencapai 54.570 jiwa, berkurang 6.770 jiwa dibandingkan periode 2024.
(Baca: Inflasi Kota Depok Juli 2026: Kelompok Perawatan Pribadi Dan Jasa Lainnya Tercatat Tertinggi)
Selama periode 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan di wilayah ini pernah mencapai titik tertinggi 13,77 persen pada tahun 2007. Angka terendah sepanjang catatan tercatat pada tahun 2025 ini. Pertumbuhan penurunan angka kemiskinan tercepat tercatat -12,17 persen pada tahun 2018, sedangkan pertumbuhan kenaikan tertinggi 10,27 persen terjadi pada tahun 2013.
Ranking persentase kemiskinan Kabupaten Asahan secara nasional saat ini berada di urutan 320 dari total 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia. Selama 21 tahun pencatatan, ranking wilayah ini bergeser dari posisi 262 pada tahun 2004, terus bergeser hingga mencapai posisi paling bawah catatan pada tahun 2025.
Kabupaten Dairi
Berada di peringkat 328 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatat angka 6,98 persen dengan penurunan sedikit sebesar 1,69 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin tercatat 20.050 jiwa, garis kemiskinan ditetapkan sebesar 521,74 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 40,48 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 5,42 persen.
Kabupaten Labuhan Batu Selatan
Peringkat 336 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 6,80 persen dengan penurunan sebesar 12,03 persen menjadi penurunan terbesar dibandingkan seluruh kabupaten tetangga. Garis kemiskinan di wilayah ini mencapai 550,14 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat sebesar 134,91 juta rupiah per tahun. Jumlah penduduk miskin tercatat 26.120 jiwa.
(Baca: Cuaca Batu Bara Hari Ini, 26 Agustus 2026: Udara Kabur dengan Suhu 25-31 °C)
Kota Medan
Menjadi satu-satunya kota dalam daftar perbandingan, wilayah ini berada di peringkat 315 nasional dengan persentase kemiskinan 7,25 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 171.600 jiwa, menjadi jumlah tertinggi diantara seluruh wilayah yang dibandingkan. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 721,55 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat 141,41 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Padang Lawas
Berada di urutan 311 nasional, persentase kemiskinan tercatat 7,32 persen dengan penurunan sebesar 6,99 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin mencapai 23.690 jiwa, garis kemiskinan ditetapkan 499,76 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 71,95 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 10,20 persen tertinggi di kelompok ini.
Kabupaten Simalungun
Peringkat 331 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 6,91 persen dengan penurunan sebesar 10,49 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 61.120 jiwa, menjadi jumlah kedua terbesar setelah Kota Medan. Garis kemiskinan ditetapkan 513,79 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat 60,71 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Toba Samosir
Berada di peringkat 318 nasional, persentase kemiskinan tercatat 7,21 persen dengan penurunan sebesar 10,66 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin tercatat 13.460 jiwa menjadi jumlah paling kecil di seluruh kelompok perbandingan. Garis kemiskinan mencapai 549,56 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita masyarakat 49,33 juta rupiah per tahun.