Virus Covid-19 varian Omicron (B.1.1.529) di dunia semakin menyebar dan telah mencapai 5,48 juta kasus pada Selasa, 15 November 2022. Berdasarkan data GISAID, Kazakhstan tercatat memiliki penambahan kasus Omicron terbanyak, yaitu 725 kasus. Jumlah total kasus varian Omicron di Kazakhstan saat ini setara dengan 0,01 persen dari total kasus di dunia.
(Baca: Jumlah Kasus Omicron Terbanyak Ada di Amerika dengan 1,9 Juta Kasus)
Menyusul Arab Saudi dengan pertumbuhan kasus Omicron secara mingguan mencapai 17,15 persen. Jumlah penambahan kasus Omicron di negara ini dilaporkan 280 jiwa. Sedangkan untuk statistik harian jumlah penambahan kasus Omicron terlihat naik 2,19 persen dibanding hari sebelumnya yang tercatat sebanyak 274 jiwa.
Berikutnya, penambahan kasus Omicron di Kamerun naik 13,39 persen menjadi 576 kasus dibandingkan pekan sebelumnya, penambahan kasus Omicron di Islandia naik 9,15 persen menjadi 2.004 kasus dibandingkan pekan sebelumnya dan Finlandia dengan penambahan kasus Omicron 13.697 kasus (naik 4,84%)
(Baca: Update Omicron : Total di Indonesia Ada 26.508 Kasus (Senin, 14 November 2022))
Sementara untuk penambahan kasus Omicron di Indonesia, hingga data hari ini tercatat ada 26.696 kasus atau naik 0,71 persen dibandingkan hari sebelumnya. Sejak pertama kali termonitor, Omicron di Indonesia terus bergerak naik.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau semua pihak untuk tetap waspada menghadapi lonjakan kasus Omicron di seluruh dunia tersebut. Masyarakat diimbau untuk selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.