Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pekerja di sektor Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial di Kabupaten Pesawaran, Lampung, pada tahun 2024 sebanyak 1061 pekerja. Data historis menunjukkan fluktuasi jumlah pekerja dalam beberapa tahun terakhir. Sempat mengalami kenaikan signifikan dari 469 pekerja pada 2018 menjadi 2129 pekerja pada 2021. Namun, terjadi penurunan tajam hingga 594 pekerja pada 2023, sebelum akhirnya kembali meningkat menjadi 1061 pada 2024. Kenaikan ini setara dengan pertumbuhan 78.62% dari tahun sebelumnya.
Jika dibandingkan dengan rata-rata tiga tahun sebelumnya (2021-2023) yaitu 1420.67 pekerja, jumlah pekerja pada 2024 masih lebih rendah sekitar 25.31%. Namun, jika dibandingkan dengan rata-rata lima tahun sebelumnya (2019-2023) yaitu 1565 pekerja, jumlah pekerja pada 2024 juga masih lebih rendah sekitar 32.2%. Ini mengindikasikan bahwa meskipun ada kenaikan dari tahun sebelumnya, sektor ini belum mencapai performa terbaiknya dalam lima tahun terakhir.
(Baca: Sektor Utama Penggerak Perekonomian di Kota Bandar Lampung pada 2024)
Kenaikan tertinggi dalam data historis terjadi pada tahun 2018 dengan pertumbuhan 140.72% dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan terendah terjadi pada tahun 2023 dengan penurunan -34.36% dibandingkan tahun sebelumnya. Anomali ini menunjukkan adanya dinamika yang kompleks dalam sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial di Kabupaten Pesawaran.
Pada tahun 2024, Kabupaten Pesawaran menempati peringkat 130 di Pulau Sumatera berdasarkan jumlah pekerja di sektor ini. Peringkat ini naik dibandingkan tahun 2023 yang berada di peringkat 148. Secara nasional, Kabupaten Pesawaran berada di peringkat 424.
Berdasarkan data perbandingan, beberapa kabupaten/kota di Sumatera memiliki jumlah pekerja di sektor jasa kesehatan yang lebih tinggi dari Kabupaten Pesawaran. Kabupaten Aceh Barat Daya, Kabupaten Aceh Singkil, dan Kabupaten Solok Selatan memiliki nilai masing-masing 1051, 1047, dan 1040 pekerja. Ini menunjukkan bahwa Kabupaten Pesawaran perlu meningkatkan kinerja sektor jasa kesehatannya agar dapat bersaing dengan daerah lain di Sumatera.
Kabupaten Donggala
Kabupaten Donggala mencatatkan 1078 pekerja di sektor jasa kesehatan. Pertumbuhan negatif turun 39.03% menunjukkan penurunan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan ranking 69 di Pulau Sulawesi, Kabupaten Donggala perlu mengevaluasi faktor-faktor yang mempengaruhi penurunan jumlah pekerja di sektor ini dan mencari solusi untuk meningkatkan kembali performanya. Dibandingkan dengan rata-rata pertumbuhan tahunan dalam 5 tahun terakhir, kondisi saat ini jauh dari kata ideal.
(Baca: Persentase Desa dengan Kondisi tidak Ada Sinyal Telepon di Sumatera Selatan | 2024)
Kabupaten Halmahera Tengah
Kabupaten Halmahera Tengah memiliki 1074 pekerja dengan pertumbuhan yang sangat tinggi, mencapai 132.47%. Peringkatnya di Pulau Maluku adalah 14, menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam sektor jasa kesehatan. Kenaikan ini patut diapresiasi dan perlu dipertahankan agar sektor ini terus berkembang. Selain itu, dengan persentase pertumbuhan yang tinggi, Halmahera Tengah berhasil menarik lebih banyak pekerja untuk berkontribusi di sektor jasa kesehatan, sehingga meningkatkan kualitas dan aksesibilitas layanan kesehatan bagi masyarakat.
Kabupaten Lombok Utara
Kabupaten Lombok Utara mencatatkan 1068 pekerja, tumbuh 28.37% dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan peringkat 40 di Nusa Tenggara dan Bali, Lombok Utara menunjukkan kinerja yang cukup baik dalam sektor jasa kesehatan. Pertumbuhan ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran dan kebutuhan akan layanan kesehatan di wilayah tersebut. Pemerintah daerah perlu terus mendukung sektor ini agar dapat memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat. Peningkatan signifikan ini memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat.
Kabupaten Aceh Barat Daya
Kabupaten Aceh Barat Daya memiliki 1051 pekerja dan mengalami penurunan turun 30.31%. Dengan peringkat 131 di Pulau Sumatera, Aceh Barat Daya perlu melakukan evaluasi mendalam terhadap faktor-faktor yang menyebabkan penurunan ini. Program-program pelatihan dan pengembangan tenaga kerja di sektor kesehatan perlu ditingkatkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan menarik lebih banyak tenaga kerja. Kondisi ini menunjukkan perlunya intervensi yang tepat untuk memulihkan dan mengembangkan sektor jasa kesehatan di wilayah tersebut.
Kabupaten Aceh Singkil
Kabupaten Aceh Singkil mencatatkan 1047 pekerja dan mengalami penurunan turun 10.05%. Dengan peringkat 132 di Pulau Sumatera, Aceh Singkil perlu mengidentifikasi penyebab penurunan ini dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memulihkan sektor jasa kesehatan. Investasi dalam infrastruktur kesehatan dan peningkatan kesejahteraan tenaga kerja di sektor ini dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kinerja sektor jasa kesehatan.
Kabupaten Solok Selatan
Kabupaten Solok Selatan memiliki 1040 pekerja dan mengalami pertumbuhan yang tinggi, mencapai 60.74%. Dengan peringkat 133 di Pulau Sumatera, Solok Selatan menunjukkan potensi yang besar dalam sektor jasa kesehatan. Peningkatan ini perlu dipertahankan dan dikembangkan lebih lanjut agar sektor ini dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian daerah. Solok Selatan perlu terus mengembangkan sektor ini dengan inovasi dan program yang relevan.