Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data PDRB ADHK Sektor Transportasi dan Pergudangan Provinsi Maluku Utara yang mencapai 1835,91 Rp miliar pada akhir tahun 2025. Sepanjang 16 tahun periode pencatatan sejak 2010, nilai sektor ini menunjukkan tren naik secara keseluruhan, dengan total peningkatan sebesar 127,64% atau tumbuh rata-rata 5,64% per tahun. Pada 2025, sektor ini mencatatkan pertumbuhan 10,31% dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi angka pertumbuhan tertinggi dalam 5 tahun terakhir.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Perawatan Kulit Kab. Brebes | 2025)
Selama periode catatan, hanya terjadi dua kali penurunan nilai yaitu pada tahun 2020 dan 2021, masing-masing turun 17,75% dan -2,21%. Setelah periode anomali penurunan tersebut, sektor ini kembali tumbuh positif secara konsisten sejak 2022. Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir mencapai 6,70%, lebih tinggi dibanding rata-rata pertumbuhan seluruh periode sebesar 5,96%, namun sedikit lebih rendah dibanding rata-rata 5 tahun terakhir yang mencapai 8,04%.
Untuk posisi peringkat, Maluku Utara secara konsisten menempati urutan ke-2 di wilayah Pulau Maluku sepanjang seluruh periode pencatatan, tidak ada perubahan peringkat sejak 2010. Secara nasional, peringkat provinsi ini sempat berada di urutan 33 selama hampir satu dekade, sebelum kembali naik ke peringkat 32 sejak tahun 2022 dan bertahan hingga akhir 2025.
Kep. Bangka Belitung
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menempati peringkat 29 secara nasional untuk sektor ini pada tahun 2025, dengan nilai PDRB mencapai 2689,33 Rp miliar. Sektor transportasi dan pergudangan di wilayah ini tumbuh 5,51% pada tahun terakhir, dengan selisih peningkatan nilai sebesar 140,53 Rp miliar dibandingkan tahun 2024. Nilai ini hampir 1,5 kali lipat lebih besar dibanding nilai yang dicapai Maluku Utara, namun laju pertumbuhannya tercatat hampir setengah dari laju pertumbuhan Maluku Utara di tahun yang sama.
Gorontalo
Gorontalo mencatatkan nilai PDRB sektor transportasi dan pergudangan sebesar 2085,27 Rp miliar pada 2025, dengan pertumbuhan tahunan 10,46% yang hampir setara dengan capaian Maluku Utara. Wilayah yang berada di Pulau Sulawesi ini menempati peringkat 30 secara nasional, satu peringkat di atas Maluku Utara. Peningkatan nilai tahunan di Gorontalo mencapai 197,5 Rp miliar, menjadi peningkatan nilai absolut terbesar dibanding seluruh provinsi yang tercatat dalam data perbandingan.
Maluku
(Baca: Jumlah Perceraian Kalimantan Tengah 153 Kasus Data per 2024)
Provinsi Maluku sebagai satu-satunya provinsi lain di wilayah Pulau Maluku mencatatkan nilai 1876,27 Rp miliar pada 2025, hanya sekitar 40 Rp miliar lebih tinggi dibanding Maluku Utara. Wilayah ini menempati urutan pertama di Pulau Maluku dan peringkat 31 secara nasional. Laju pertumbuhan sektor ini di Maluku mencapai 5,84% pada tahun terakhir, hampir setengah dari laju pertumbuhan Maluku Utara yang mencapai 10,31% di periode yang sama.
Papua Tengah
Papua Tengah menempati peringkat 33 secara nasional, satu peringkat di bawah Maluku Utara, dengan nilai PDRB sektor transportasi dan pergudangan sebesar 1469,42 Rp miliar. Sektor ini tumbuh 2,94% pada tahun terakhir, dengan peningkatan nilai sebesar 41,96 Rp miliar. Laju pertumbuhan di wilayah ini tercatat sebagai yang terendah ketiga dalam daftar perbandingan, jauh di bawah rata-rata pertumbuhan nasional untuk sektor ini.
Papua Pegunungan
Papua Pegunungan mencatatkan nilai PDRB sektor transportasi dan pergudangan sebesar 1148,94 Rp miliar pada tahun 2025, menempati peringkat 34 secara nasional. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 2,60% pada tahun terakhir, dengan peningkatan nilai absolut sebesar 29,16 Rp miliar. Nilai sektor ini di Papua Pegunungan hanya mencapai sekitar 62% dari nilai yang berhasil dicatatkan oleh Maluku Utara di tahun yang sama.
Papua Selatan
Papua Selatan berada di peringkat paling bawah yaitu urutan 35 secara nasional untuk sektor ini, dengan nilai PDRB tercatat 1135,05 Rp miliar pada 2025. Sektor transportasi dan pergudangan di wilayah ini hanya tumbuh 1,58% pada tahun terakhir, menjadi laju pertumbuhan terendah dari seluruh provinsi yang dibandingkan. Peningkatan nilai absolut tahunan hanya mencapai 17,68 Rp miliar, juga menjadi angka peningkatan terkecil dalam daftar data.