GISAID mencatat, perkembangan kasus Covid-19 varian Omicron (B.1.1.529) di Indonesia telah mencapai 1.170 kasus per Jumat, 21 Januari 2022. Varian Omicron di Indonesia ini memiliki selisih 268 kasus dibandingkan hari sebelumnya. Secara mingguan, kasus di Indonesia ini tumbuh 128,96 persen.
Dengan jumlah varian Omicron tersebut, menempatkan posisi Indonesia berada di urutan pertama di Asia Tenggara. Selain itu, penambahan kasus Omicron di Indonesia kali ini merupakan yang tertinggi yang pernah dicatat.
Negara dengan kasus Omicron tertinggi di Asia Tenggara masih ditempati Singapura sebanyak 1.004 kasus.
Setelahnya Thailand di urutan ketiga. Dibandingkan pekan sebelumnya, jumlah kasus Omicron di negara ini tumbuh 77,87 persen. Sedangkan untuk data harian angka jumlah kasus Omicron di negara ini kemarin tercatat 619 jiwa, Malaysia dengan jumlah kasus Omicron 463 kasus (naik 57,48%), Kamboja dengan jumlah kasus Omicron 159 kasus (naik 245,65%) dan jumlah kasus Omicron di Filipina adalah 43 kasus dibandingkan pekan sebelumnya
Adapun laporan GISAID menyebutkan, telah mendeteksi kasus Covid-19 Omicron di seluruh dunia dengan jumlah total mencapai 470,7 ribu kasus. Jumlah varian Covid-19 tersebut naik dibandingkan pekan sebelumnya yang berjumlah 324,92 ribu kasus.