Virus Covid-19 varian Omicron (B.1.1.529) di dunia semakin menyebar dan telah mencapai 5,38 juta kasus pada Jumat, 04 November 2022. Amerika berada di urutan pertama dengan jumlah kasus Omicron per minggu tumbuh 1,63 persen. Di negara ini, GISAID mencatat jumlah kasus Omicron sebanyak 1,88 juta jiwa. Secara harian kasus di wilayah ini naik 0,07 persen dibandingkan hari sebelumnya.
(Baca: Kematian karena Covid-19 di Afrika Seminggu 52 Jiwa, Tertinggi di Afrika Selatan)
Setelahnya Inggris di urutan kedua. Dibandingkan pekan sebelumnya, jumlah kasus Omicron di negara ini tumbuh 0,42 persen. Sedangkan untuk data harian angka jumlah kasus Omicron di negara ini naik 0,05 persen dibanding hari sebelumnya yang tercatat 1,33 juta jiwa.
Selanjutnya, jumlah kasus Omicron di Jerman naik 0,15 persen menjadi 466,07 ribu kasus dibandingkan pekan sebelumnya, Denmark dengan jumlah kasus Omicron 314,73 ribu kasus (naik 2,02%) dan jumlah kasus Omicron di Perancis naik 3,18 persen menjadi 294,58 ribu kasus dibandingkan pekan sebelumnya
(Baca: Kematian karena Covid-19 di Afrika Seminggu 54 Jiwa, Tertinggi di Afrika Selatan)
Sementara untuk jumlah kasus Omicron di Indonesia, hingga data kemarin tercatat ada 25.348 kasus atau naik 0,11 persen dibandingkan hari sebelumnya. Sejak pertama kali termonitor, Omicron di Indonesia terus bergerak naik.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau semua pihak untuk tetap waspada menghadapi lonjakan kasus Omicron di seluruh dunia tersebut. Masyarakat diimbau untuk selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.