Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Angka Partisipasi Murni (APM) SM/Sederajat di Provinsi Maluku pada tahun 2025 sebesar 66.29 Persen, mengalami penurunan sebesar 3.32 Persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 69.61 Persen, dengan pertumbuhan negatif turun 4.77%. Nilai ini sedikit di bawah rata-rata tiga tahun terakhir (2022-2024) yang sebesar 66.78 Persen, namun sama dengan rata-rata lima tahun terakhir (2021-2025) yang sebesar 66.29 Persen. Sejak tahun 2003 hingga 2025, APM Maluku mengalami fluktuasi yang cukup signifikan: kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2004 dengan pertumbuhan 29.54% dari 43.53 Persen menjadi 56.39 Persen, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada tahun 2012 dengan pertumbuhan negatif 11.74% dari 59.8 Persen menjadi 52.78 Persen. Pada tahun 2025, Maluku tetap memegang peringkat 1 sebagai provinsi dengan APM tertinggi di Pulau Maluku, namun peringkatnya se-Indonesia turun dari peringkat 9 pada tahun 2024 ke peringkat 18 pada tahun 2025.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Sulawesi Utara 2015 - 2024)
Jawa Tengah
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Angka Partisipasi Murni (APM) SM/Sederajat di Provinsi Jawa Tengah pada tahun terakhir sebesar 67.81 Persen, yang merupakan peningkatan sebesar 5.25 Persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 62.56 Persen, dengan pertumbuhan sebesar 8.39%. Nilai ini berada di atas rata-rata dua tahun sebelumnya (61.46 Persen pada dua tahun lalu dan 62.56 Persen pada tahun lalu), menunjukkan tren peningkatan yang konsisten dalam dua tahun terakhir. Dalam perbandingan di Pulau Jawa, Jawa Tengah menempati peringkat 4, sedangkan se-Indonesia menempati peringkat 15. Dibandingkan Provinsi Maluku yang mengalami penurunan pada tahun 2025, Jawa Tengah berhasil mempertahankan pertumbuhan positif yang signifikan, menunjukkan upaya yang lebih baik dalam meningkatkan partisipasi siswa pada tingkat SM/Sederajat. Rata-rata pertumbuhan Jawa Tengah dalam beberapa tahun terakhir juga lebih stabil dibandingkan Maluku, dengan fluktuasi yang tidak terlalu ekstrem, sehingga memungkinkan provinsi ini mempertahankan peringkat yang cukup baik se-Indonesia.
Jawa Barat
Provinsi Jawa Barat mencatat Angka Partisipasi Murni (APM) SM/Sederajat pada tahun terakhir sebesar 67.33 Persen, dengan peningkatan sebesar 6.65 Persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 60.68 Persen, dan pertumbuhan sebesar 10.96%. Nilai ini jauh di atas rata-rata dua tahun sebelumnya yang sebesar 59.01 Persen, menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dalam partisipasi pendidikan tingkat SM/Sederajat. Dalam perbandingan di Pulau Jawa, Jawa Barat menempati peringkat 5, sedangkan se-Indonesia menempati peringkat 16. Dibandingkan Provinsi Maluku yang mengalami penurunan pada tahun 2025, Jawa Barat menunjukkan tren peningkatan yang kuat, bahkan dengan pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan Jawa Tengah. Rata-rata pertumbuhan Jawa Barat dalam beberapa tahun terakhir juga menunjukkan perkembangan yang positif, meskipun peringkatnya se-Indonesia sedikit lebih rendah dibandingkan Jawa Tengah, hal ini menunjukkan bahwa masih ada ruang untuk meningkatkan partisipasi pendidikan lebih lanjut di provinsi ini agar dapat menempati peringkat yang lebih baik se-Indonesia.
Lampung
Provinsi Lampung memiliki Angka Partisipasi Murni (APM) SM/Sederajat pada tahun terakhir sebesar 67.22 Persen, mengalami peningkatan sebesar 2.68 Persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 64.54 Persen, dengan pertumbuhan sebesar 4.15%. Nilai ini sedikit di atas rata-rata dua tahun sebelumnya yang sebesar 62.84 Persen, menunjukkan tren peningkatan yang lambat namun konsisten. Dalam perbandingan di Pulau Sumatera, Lampung menempati peringkat 6, sedangkan se-Indonesia menempati peringkat 17. Dibandingkan Provinsi Maluku yang mengalami penurunan pada tahun 2025, Lampung berhasil mempertahankan pertumbuhan positif meskipun dengan tingkat yang lebih rendah dibandingkan provinsi di Jawa. Rata-rata pertumbuhan Lampung dalam beberapa tahun terakhir juga lebih stabil, tanpa adanya fluktuasi yang ekstrem seperti yang terjadi di Maluku. Meskipun peringkatnya se-Indonesia lebih rendah dibandingkan Maluku pada tahun 2025, tren peningkatan yang konsisten menunjukkan bahwa Lampung sedang berusaha meningkatkan akses dan partisipasi pendidikan tingkat SM/Sederajat secara bertahap.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Bangka Periode 2004 - 2024)
Kepulauan Bangka Belitung
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat Angka Partisipasi Murni (APM) SM/Sederajat pada tahun terakhir sebesar 65.94 Persen, dengan peningkatan sebesar 4.23 Persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 61.71 Persen, dan pertumbuhan sebesar 6.85%. Nilai ini sedikit di atas rata-rata dua tahun sebelumnya yang sebesar 60.72 Persen, menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dalam partisipasi pendidikan tingkat SM/Sederajat. Dalam perbandingan di Pulau Sumatera, Kepulauan Bangka Belitung menempati peringkat 7, sedangkan se-Indonesia menempati peringkat 19. Dibandingkan Provinsi Maluku yang mengalami penurunan pada tahun 2025, provinsi ini berhasil mempertahankan pertumbuhan positif, meskipun peringkatnya se-Indonesia lebih rendah. Rata-rata pertumbuhan Kepulauan Bangka Belitung dalam beberapa tahun terakhir juga menunjukkan perkembangan yang positif, dengan fluktuasi yang tidak terlalu besar. Meskipun masih berada di peringkat bawah se-Indonesia, peningkatan yang konsisten menunjukkan bahwa upaya pemerintah provinsi dalam meningkatkan akses pendidikan tingkat SM/Sederajat mulai memberikan hasil yang signifikan.
Banten
Provinsi Banten memiliki Angka Partisipasi Murni (APM) SM/Sederajat pada tahun terakhir sebesar 65.28 Persen, dengan peningkatan sebesar 1.78 Persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 63.5 Persen, dan pertumbuhan sebesar 2.8%. Nilai ini sedikit di atas rata-rata dua tahun sebelumnya yang sebesar 60.42 Persen, menunjukkan tren peningkatan yang lambat namun stabil. Dalam perbandingan di Pulau Jawa, Banten menempati peringkat 6, sedangkan se-Indonesia menempati peringkat 20. Dibandingkan Provinsi Maluku yang mengalami penurunan pada tahun 2025, Banten berhasil mempertahankan pertumbuhan positif meskipun dengan tingkat yang lebih rendah. Rata-rata pertumbuhan Banten dalam beberapa tahun terakhir juga lebih stabil, tanpa adanya fluktuasi ekstrem. Meskipun peringkatnya se-Indonesia lebih rendah dibandingkan Maluku pada tahun 2025, tren peningkatan yang konsisten menunjukkan bahwa Banten sedang berusaha meningkatkan partisipasi pendidikan tingkat SM/Sederajat melalui berbagai program pemerintah, seperti peningkatan akses sekolah dan bantuan keuangan bagi siswa yang membutuhkan.
Riau
Provinsi Riau mencatat Angka Partisipasi Murni (APM) SM/Sederajat pada tahun terakhir sebesar 65.22 Persen, mengalami penurunan sebesar 2.82 Persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 68.04 Persen, dengan pertumbuhan negatif turun 4.14%. Nilai ini sedikit di atas rata-rata dua tahun sebelumnya yang sebesar 64.81 Persen, menunjukkan penurunan yang sedikit setelah beberapa tahun mengalami peningkatan. Dalam perbandingan di Pulau Sumatera, Riau menempati peringkat 8, sedangkan se-Indonesia menempati peringkat 21. Sama seperti Provinsi Maluku, Riau juga mengalami penurunan pada tahun terakhir, meskipun tingkat penurunan lebih rendah dibandingkan Maluku. Rata-rata pertumbuhan Riau dalam beberapa tahun terakhir juga mengalami fluktuasi, dengan peningkatan pada tahun sebelumnya dan penurunan pada tahun terakhir. Meskipun peringkatnya se-Indonesia lebih rendah dibandingkan Maluku, kedua provinsi menunjukkan bahwa masih ada tantangan dalam mempertahankan partisipasi pendidikan tingkat SM/Sederajat, seperti akses yang terbatas di daerah pedesaan dan ekonomi keluarga yang tidak memadai.