Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data PDRB ADHK Sektor Jasa Pertanian dan Perburuan Provinsi Bengkulu hingga akhir tahun 2025 sebesar 325,25 Rp miliar. Selama 16 tahun periode pengamatan sejak 2010, sektor ini tercatat tidak pernah mengalami penurunan nilai, seluruh periode mencatatkan pertumbuhan positif. Pada tahun 2025, sektor ini tumbuh 4,24 persen, nilai pertumbuhan ini lebih tinggi dibanding rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir yang hanya 2,27 persen, dan juga sedikit lebih tinggi dibanding rata-rata 5 tahun terakhir sebesar 2,76 persen.
(Baca: PDRB ADHB Sektor Jasa Keuangan dan Asuransi di DKI Jakarta Rp430,32 Triliun (2025))
Kenaikan tertinggi sepanjang sejarah terjadi pada tahun 2014 dengan pertumbuhan 8,82 persen, sementara pertumbuhan terendah tercatat pada tahun 2020 sebesar 0,35 persen. Selama 10 tahun pertama pengamatan, Bengkulu secara konsisten menempati peringkat ke 8 dari seluruh provinsi di Pulau Sumatera, tanpa ada perubahan peringkat sepanjang periode tersebut. Secara nasional, peringkat Bengkulu perlahan membaik dari posisi 21 pada tahun 2010 menjadi peringkat 18 nasional pada tahun 2025.
Nilai PDRB sektor ini Bengkulu pada tahun 2025 berada di atas rata-rata seluruh periode pengamatan. Total peningkatan nilai sejak tahun 2010 mencapai 86,93 persen, dengan rata-rata pertumbuhan tahunan sebesar 4,26 persen setiap tahunnya. Selama periode pengamatan tidak pernah terjadi kontraksi nilai, seluruh 15 periode perbandingan tahunan selalu mencatatkan penambahan nilai.
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Barat menempati peringkat pertama kelompok provinsi pembanding dengan nilai PDRB sektor Jasa Pertanian dan Perburuan tahun 2025 sebesar 374,73 Rp miliar. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan 4,26 persen pada tahun terakhir, dengan penambahan nilai absolut sebesar 15,32 Rp miliar dibanding tahun sebelumnya. Secara nasional provinsi ini berada di peringkat 15, menjadi wilayah dengan nilai terbesar diantara enam provinsi pembanding yang tercatat pada data.
Kalimantan Selatan
Kalimantan Selatan tercatat memiliki nilai PDRB sektor ini sebesar 331,65 Rp miliar pada tahun 2025, menempati peringkat ke 3 di wilayah Pulau Kalimantan. Pertumbuhan tahunan wilayah ini mencapai 4,71 persen, lebih tinggi dibanding capaian pertumbuhan Bengkulu pada tahun yang sama. Secara nasional Kalimantan Selatan menempati peringkat 16, hanya satu tingkat di atas peringkat Bengkulu tahun 2025.
(Baca: 8% Penduduk di Kabupaten Barru Masuk Kategori Miskin)
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Timur mencatatkan nilai PDRB Jasa Pertanian dan Perburuan sebesar 329,5 Rp miliar tahun 2025, berada di peringkat 2 wilayah Nusa Tenggara dan Bali. Wilayah ini tumbuh 2,98 persen pada tahun terakhir, dengan penambahan nilai sebesar 9,52 Rp miliar. Secara nasional provinsi ini berada di peringkat 17, tepat satu tingkat di atas peringkat Bengkulu, dengan selisih nilai hanya sekitar 4,25 Rp miliar saja.
Sulawesi Barat
Sulawesi Barat mencatatkan pertumbuhan tertinggi diantara seluruh provinsi pembanding yaitu sebesar 10,99 persen pada tahun 2025. Nilai total PDRB sektor ini di wilayah tersebut mencapai 291,97 Rp miliar, menempati peringkat 3 wilayah Pulau Sulawesi. Secara nasional provinsi ini berada di peringkat 19, satu tingkat di bawah peringkat Bengkulu tahun 2025.
Bali
Bali memiliki nilai PDRB Sektor Jasa Pertanian dan Perburuan sebesar 289,18 Rp miliar pada tahun 2025, menempati peringkat 3 wilayah Nusa Tenggara dan Bali. Wilayah ini tumbuh 2,73 persen pada tahun terakhir, dengan penambahan nilai absolut sebesar 7,68 Rp miliar. Secara nasional Bali menempati peringkat 20, dua tingkat di bawah posisi Bengkulu pada tahun pengamatan yang sama.
Banten
Banten tercatat menjadi provinsi dengan nilai terendah di kelompok pembanding, dengan nilai PDRB sektor ini sebesar 280,1 Rp miliar tahun 2025. Wilayah ini tumbuh 3,55 persen pada tahun terakhir, menempati peringkat 4 wilayah Pulau Jawa untuk indikator ini. Secara nasional Banten berada di peringkat 21, tiga tingkat di bawah posisi Bengkulu pada akhir tahun 2025.