Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk miskin Kabupaten Blitar pada tahun 2025 mencapai 7,57 persen. Angka ini turun sebesar 0,59 persen dari tahun sebelumnya yang tercatat 8,16 persen, dengan penurunan pertumbuhan sebesar 7,23 persen. Secara jumlah, penduduk miskin di wilayah ini tercatat 89.040 jiwa, berkurang 6.870 jiwa dari tahun 2024. Saat ini wilayah ini menempati ranking 303 dari total 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia.
(Baca: Harga Cabai Rawit Hijau di Maluku Utara Termahal Nasional (Selasa, 23 Juni 2026))
Sepanjang periode pencatatan 2004 hingga 2025, persentase kemiskinan tertinggi Kabupaten Blitar tercatat pada tahun 2006 dengan angka 17,91 persen. Angka terendah dalam catatan 21 tahun ini diraih pada tahun 2025. Terdapat kenaikan angka kemiskinan hanya pada 3 periode yaitu tahun 2006, 2020 dan 2021, selebihnya terjadi penurunan angka. Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir adalah 8,14 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir mencapai 8,91 persen.
Dari 6 kabupaten kota di Jawa Timur dengan tingkat kemiskinan berdekatan, Kabupaten Blitar menunjukan penurunan persentase kemiskinan terbesar. Hanya wilayah ini yang mencatatkan penurunan persentase kemiskinan diatas 7 persen pada tahun terakhir. Penurunan ini jauh lebih besar dibanding wilayah lain dalam kelompok yang rata-rata hanya mencatatkan penurunan dibawah 5 persen.
Kabupaten Banyuwangi
Menempati ranking 374 seluruh Indonesia untuk tingkat persentase kemiskinan, wilayah ini memiliki angka kemiskinan 6,13 persen dengan penurunan 6,27 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 100.130 jiwa, garis kemiskinan berada di angka 485,01 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat wilayah ini tercatat 67,08 juta rupiah per tahun, dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 8,05 persen.
Kota Blitar
Ranking persentase kemiskinan nasional berada di urutan 347, dengan angka persentase 6,60 persen dan penurunan sebesar 2,22 persen tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 9.690 jiwa, menjadi jumlah paling kecil dalam kelompok wilayah perbandingan ini. Garis kemiskinan mencapai 625,34 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita sebesar 63,15 juta rupiah per tahun.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Pulau Morotai | 2010 - 2025)
Kabupaten Jombang
Berada di ranking 275 nasional untuk tingkat kemiskinan, wilayah ini mencatatkan persentase kemiskinan 8,36 persen dengan penurunan sebesar 2,79 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 107.820 jiwa, garis kemiskinan tercatat 532,05 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat hanya 42,36 juta rupiah per tahun, menjadikannya salah satu pendapatan terendah dalam kelompok ini.
Kabupaten Lumajang
Menempati urutan 265 tingkat kemiskinan seluruh Indonesia, wilayah ini mencatatkan persentase kemiskinan 8,60 persen dengan penurunan sangat sedikit yaitu 0,58 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 90.640 jiwa, garis kemiskinan menjadi yang terendah dalam kelompok yaitu 420,17 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita tercatat 40,35 juta rupiah per tahun, paling rendah dalam kelompok perbandingan.
Kabupaten Pasuruan
Berada di ranking 281 nasional untuk indikator persentase kemiskinan, wilayah ini memiliki angka 8,21 persen dengan penurunan 4,87 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 138.430 jiwa menjadi paling banyak dalam kelompok ini. Garis kemiskinan tercatat 464,86 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita mencapai 131,06 juta rupiah per tahun menjadi paling tinggi dalam kelompok.
Kota Pasuruan
Ranking persentase kemiskinan nasional berada di urutan 368, dengan angka kemiskinan 6,18 persen dan penurunan sebesar 2,22 persen tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 12.830 jiwa, garis kemiskinan berada di angka 588,31 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat wilayah ini tercatat 54,01 juta rupiah per tahun, dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 5,71 persen.