Kementerian Pertanian - Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan merilis data populasi kambing Provinsi Sumatera Barat periode 2000 sampai akhir 2025. Pada tanggal 31 Desember 2025, populasi tercatat sebesar 278.046 ekor. Terjadi kenaikan sebesar 38.863 ekor atau 16,25% dibandingkan periode tahun sebelumnya. Rata-rata pertumbuhan 3 hari terakhir mencapai 4,13%, angka ini lebih baik dibandingkan rata-rata pertumbuhan 5 hari terakhir yang hanya sebesar 2,33%. Selama 25 tahun periode data, tercatat 13 kali periode mengalami kenaikan populasi dan 11 kali periode mengalami penurunan.
(Baca: Statistik Produksi Kembang Kol Periode 2013-2024)
Selama kurun data historis, populasi kambing Sumatera Barat pernah mencapai titik tertinggi sebesar 331.046 ekor pada akhir tahun 2002. Titik terendah populasi tercatat pada akhir tahun 2004 dengan jumlah 195.176 ekor. Secara keseluruhan tren populasi menunjukkan arah naik, dengan perubahan total selama 25 tahun sebesar 17,35%. Posisi populasi akhir tahun 2025 tercatat berada di atas nilai rata-rata populasi selama seluruh periode pengamatan, yaitu 251.581 ekor.
Pada posisi akhir 2025, Sumatera Barat menempati peringkat ke 5 dari seluruh provinsi di Pulau Sumatera, dan peringkat ke 12 secara nasional. Peringkat ini tidak mengalami perubahan dibandingkan satu periode sebelumnya. Dari data perbandingan antar wilayah, Sumatera Utara mencatatkan populasi tertinggi di Pulau Sumatera dengan 429.012 ekor, diikuti Aceh dengan 416.871 ekor, sedangkan Riau menempati urutan ke 6 di pulau yang sama dengan 243.641 ekor.
Sumatera Utara
Sumatera Utara menempati posisi pertama di Pulau Sumatera dan peringkat 9 secara nasional untuk populasi kambing akhir 2025. Wilayah ini memiliki total populasi 429.012 ekor, dengan pertumbuhan periode terakhir sebesar 1,4%. Jumlah ini lebih tinggi 150.966 ekor dibandingkan populasi Sumatera Barat pada periode yang sama. Pertumbuhan populasi di wilayah ini tercatat stabil pada dua periode terakhir, tanpa terjadi fluktuasi penurunan yang signifikan.
Aceh
Aceh berada di urutan kedua wilayah Sumatera dengan populasi kambing 416.871 ekor, dan menempati peringkat 10 secara nasional. Pertumbuhan populasi periode terakhir mencapai 0,87%, sedikit lebih rendah dibandingkan pertumbuhan Sumatera Barat. Selisih jumlah populasi Aceh dengan Sumatera Barat tercatat sebesar 138.825 ekor. Peringkat wilayah ini tidak berubah pada tiga periode pengamatan terakhir.
(Baca: Statistik Produksi Kakao Periode 2013-2024)
Riau
Riau menempati urutan ke 6 di Pulau Sumatera dan peringkat 13 secara nasional dengan total populasi kambing 243.641 ekor pada akhir 2025. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,29% pada periode terakhir, angka pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional untuk periode yang sama. Jumlah populasi Riau tercatat 34.405 ekor lebih rendah dibandingkan Sumatera Barat.
Sulawesi Selatan
Sulawesi Selatan mencatatkan populasi kambing sebesar 334.956 ekor pada akhir 2025, menempati peringkat pertama di Pulau Sulawesi dan peringkat 11 secara nasional. Pertumbuhan populasi wilayah ini mencapai 7,21% pada periode terakhir, menjadi angka pertumbuhan tertinggi dibandingkan seluruh wilayah dalam data perbandingan. Jumlah populasi ini lebih tinggi 56.910 ekor dibandingkan Sumatera Barat.
Banten
Banten tercatat memiliki populasi kambing 194.457 ekor pada akhir 2025, menempati peringkat ke 5 di Pulau Jawa dan peringkat 14 secara nasional. Wilayah ini menjadi satu-satunya daerah dalam data perbandingan yang mengalami penurunan populasi pada periode terakhir, yaitu turun 0,06%. Jumlah populasi Banten tercatat 83.589 ekor lebih rendah dibandingkan populasi Sumatera Barat di tahun yang sama.
Sulawesi Barat
Sulawesi Barat memiliki total populasi kambing 127.915 ekor pada akhir 2025, menempati urutan kedua di Pulau Sulawesi dan peringkat 15 secara nasional. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan populasi sebesar 1,13% pada periode terakhir. Selisih populasi Sulawesi Barat dengan Sumatera Barat tercatat sebesar 150.131 ekor pada periode pengamatan yang sama.