Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kabupaten Kuningan Jawa Barat semester tahun 2025 sebesar 10,74 persen. Angka ini turun 1,14 poin dari tahun sebelumnya yang tercatat 11,88 persen, dengan penurunan pertumbuhan sebesar 9,6 persen. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini tercatat 119.670 jiwa, turun 12.160 jiwa dari periode sebelumnya.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Tebo | 2004 - 2025)
Data historis sejak 2004 menunjukkan persentase kemiskinan Kabupaten Kuningan pernah mencapai titik tertinggi 18,95 persen pada tahun 2004, dan tercatat terendah pada tahun 2025 ini. Sepanjang 21 tahun data, terjadi kenaikan angka kemiskinan yang paling dalam pada tahun 2020 sebesar 12,36 persen, sedangkan penurunan terbesar terjadi tahun 2025 ini. Saat ini wilayah ini menempati urutan 183 dari 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia.
Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir Kabupaten Kuningan tercatat 11,58 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir tercatat 12,53 persen. Hal ini menunjukkan angka kemiskinan saat ini lebih rendah dibandingkan rata-rata kedua periode tersebut. Peringkat nasional wilayah ini sempat berada di urutan 219 pada tahun 2019, lalu bergeser membaik hingga masuk urutan 167 pada tahun 2022 sebelum kembali berada di urutan 183 tahun ini.
Sebagai perbandingan di wilayah Jawa Barat, terdapat 5 kabupaten/kota dengan nilai persentase kemiskinan berdekatan dengan Kabupaten Kuningan. Seluruh wilayah tercatat mengalami penurunan angka kemiskinan pada periode terbaru, dengan variasi penurunan antara 0,78 persen hingga 7,63 persen. Tidak ada satu pun wilayah pada kelompok ini yang mencatatkan kenaikan angka kemiskinan.
Kabupaten Cirebon
Berada di peringkat 208 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 10,23 persen dengan penurunan 7 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin tercatat 229.640 jiwa dari total 2.244.398 jiwa penduduk. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 491,60 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 30,64 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Indramayu
(Baca: Nilai Impor di Nusa Tenggara Barat | 2021)
Peringkat 172 nasional, persentase kemiskinan tercatat 11,02 persen dengan penurunan 7,63 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 196.780 jiwa dari total 1.785.748 jiwa penduduk. Garis kemiskinan wilayah ini sebesar 578,17 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat tercatat 59,33 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Majalengka
Menempati urutan 203 nasional, persentase kemiskinan tercatat 10,31 persen dengan penurunan 4,71 persen dibanding periode sebelumnya. Jumlah penduduk miskin mencapai 128.670 jiwa dari total 1.248.176 jiwa penduduk. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 566,57 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 37,08 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Tasikmalaya
Berada di peringkat 210 nasional, persentase kemiskinan tercatat 10,15 persen dengan penurunan sedikit yaitu 0,78 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 185.990 jiwa dari total 1.833.024 jiwa penduduk. Garis kemiskinan wilayah ini sebesar 413,18 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat tercatat 28,08 juta rupiah per tahun.
Kota Tasikmalaya
Peringkat 180 nasional untuk indikator persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 10,84 persen dengan penurunan 2,34 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin tercatat 75.220 jiwa dari total 694.136 jiwa penduduk. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 591,60 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 42,13 juta rupiah per tahun.