Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kabupaten Tebo tahun 2025 sebesar 5,97 persen. Angka ini sedikit turun dibanding tahun sebelumnya yang tercatat 6,12 persen, dengan penurunan pertumbuhan turun 2,45 persen. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini tercatat 22.100 jiwa, turun sebanyak 380 jiwa dari tahun sebelumnya.
(Baca: Nilai Impor di Nusa Tenggara Barat | 2021)
Sepanjang periode 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan Kabupaten Tebo pernah mencapai angka tertinggi pada 2004 sebesar 11,16 persen. Angka terendah sepanjang catatan tercatat pada tahun 2025 ini. Saat ini posisi rank kemiskinan Kabupaten Tebo di tingkat Indonesia berada di urutan 384 dari total 514 kabupaten kota seluruh Indonesia.
Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir wilayah ini sebesar 6,18 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir tercatat 6,31 persen. Angka tahun 2025 tercatat lebih rendah dibanding kedua rata-rata tersebut. Pertumbuhan penurunan angka kemiskinan tahun ini menjadi yang terbesar dalam 4 tahun terakhir.
Kabupaten Bungo
Berada di peringkat 419 tingkat Indonesia untuk persentase kemiskinan, angka kemiskinan wilayah ini tercatat 5,17 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 20.730 jiwa dengan pertumbuhan angka kemiskinan naik sedikit sebesar 2,17 persen. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 619,46 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 75,85 juta rupiah per tahun. Pertumbuhan pendapatan per kapita wilayah ini tumbuh 5,90 persen setiap tahun.
Kota Jambi
Peringkat 298 seluruh Indonesia untuk indikator persentase kemiskinan, dengan angka tercatat 7,69 persen. Wilayah ini mencatat penurunan sedikit angka kemiskinan sebesar 0,52 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 47.210 jiwa, garis kemiskinan sebesar 773,12 ribu rupiah per kapita per bulan, sementara pendapatan per kapita masyarakat tercatat 73,34 juta rupiah per tahun. Jumlah penduduk wilayah ini menjadi terbesar dibandingkan seluruh kabupaten dalam daftar perbandingan ini.
(Baca: Indeks Harga Cat anti karat dan anti lumut pada Juni 2026 Stabil 0,00%)
Kabupaten Kerinci
Menduduki peringkat 306 tingkat nasional untuk persentase kemiskinan, angka kemiskinan wilayah ini dicatat sebesar 7,48 persen. Terdapat kenaikan sebesar 7,94 persen untuk angka kemiskinan pada periode pencatatan terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 18.280 jiwa, garis kemiskinan sebesar 617,36 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat 61,23 juta rupiah per tahun. Wilayah ini mencatat penurunan jumlah penduduk sebesar 9,16 persen pada periode terakhir.
Kabupaten Merangin
Berada di peringkat 283 seluruh Indonesia untuk indikator persentase kemiskinan, angka kemiskinan tercatat 8,07 persen. Wilayah ini mencatat penurunan angka kemiskinan sebesar 3,93 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 32.380 jiwa, garis kemiskinan sebesar 629,00 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat tercatat 73,67 juta rupiah per tahun. Pertumbuhan jumlah penduduk wilayah ini tumbuh 0,97 persen pada periode terakhir.
Kabupaten Muaro Jambi
Menduduki peringkat 463 tingkat nasional untuk persentase kemiskinan, angka kemiskinan wilayah ini tercatat 4,32 persen. Terdapat kenaikan sebesar 18,36 persen untuk angka kemiskinan pada periode pencatatan terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 21.050 jiwa, garis kemiskinan sebesar 633,57 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 102,14 juta rupiah per tahun. Wilayah ini mencatat pertumbuhan penduduk sebesar 6,65 persen pada periode terakhir.
Kota Sungai Penuh
Berada di peringkat 495 seluruh Indonesia untuk indikator persentase kemiskinan, angka kemiskinan tercatat 3,23 persen. Wilayah ini mencatat kenaikan angka kemiskinan sebesar 10,62 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin hanya mencapai 2.870 jiwa, garis kemiskinan sebesar 622,99 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 108,71 juta rupiah per tahun. Wilayah ini mencatat penurunan jumlah penduduk sebesar 13,14 persen pada periode terakhir.