GISAID mencatat, perkembangan kasus Covid-19 varian Omicron (B.1.1.529) di Indonesia telah mencapai 30.621 kasus per Senin, 19 Desember 2022. Varian Omicron di Indonesia ini memiliki selisih satu kasus dibandingkan hari sebelumnya. Secara mingguan, kasus di Indonesia ini tumbuh 2,66 persen.
(Baca: Kematian karena Covid-19 per 1 Juta Penduduk Indonesia Urutan Ke-24 di Asia)
Dengan jumlah varian Omicron tersebut, menempatkan posisi Indonesia berada di urutan pertama di Asia Tenggara. Negara dengan kasus Omicron tertinggi di Asia Tenggara masih ditempati Malaysia sebanyak 24.520 kasus.
Setelahnya Thailand di urutan ketiga. Dibandingkan pekan sebelumnya, jumlah kasus Omicron di negara ini tumbuh 2,02 persen. Jumlah jumlah kasus Omicron di negara ini dilaporkan sebanyak 20.937 jiwa sedang untuk pekan sebelumnya tercatat 20.523 jiwa.
(Baca: Amerika Catatkan Kasus Omicron Terbanyak di Dunia dengan 2,01 Juta Kasus)
Masih diurutan lima tertinggi negara lainnya adalah Singapura dengan jumlah kasus Omicron 16.467 kasus (naik 2,27%), Filipina dengan jumlah kasus Omicron 12.134 kasus (naik 0,91%) dan jumlah kasus Omicron di Vietnam naik 1,43 persen menjadi 4.687 kasus dibandingkan pekan sebelumnya
Adapun laporan GISAID menyebutkan, telah mendeteksi kasus Covid-19 Omicron di seluruh dunia dengan jumlah total mencapai 6,88 juta kasus. Jumlah varian Covid-19 tersebut naik dibandingkan pekan sebelumnya yang berjumlah 6,79 juta kasus.