Kementerian Pertanian - Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan merilis data Populasi Kuda Provinsi Kalimantan Tengah sampai akhir tahun 2025. Pada tahun terakhir, populasi kuda tercatat sebesar 40 ekor, mengalami pertumbuhan sebesar 2,56 persen dibandingkan tahun 2024. Secara historis sejak tahun 2000, data populasi menunjukkan fluktuasi yaitu terjadi periode kenaikan tajam hingga penurunan dalam setiap tahun laporan. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2013 sebesar 700 persen, sedangkan penurunan terdalam tercatat pada tahun 2012 sebesar minus 50 persen.
(Baca: Volume Ekspor SITC Kode 42 Minyak dan Lemak Nabati Periode 2020-2026)
Pada rata-rata 3 tahun terakhir, populasi kuda Kalimantan Tengah mencatatkan pertumbuhan rata-rata sebesar 49,66 persen, angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir yang hanya sebesar 27,8 persen. Rank se-Indonesia untuk provinsi ini stabil di urutan 25 selama dua tahun terakhir, sedangkan rank menurut wilayah Pulau Kalimantan juga tetap berada di posisi 3 pada tahun 2025.
Dibandingkan provinsi lain dalam wilayah Pulau Kalimantan, Kalimantan Tengah berada di atas Kalimantan Barat yang menempati urutan 4 pada kategori populasi kuda tahun 2025, dan satu tingkat di bawah Kalimantan Selatan yang berada di peringkat 2 pulau. Secara nasional, posisi Kalimantan Tengah berada di atas Sumatera Selatan, Riau, Kalimantan Selatan dan Jambi, serta satu tingkat di bawah posisi 24 yang ditempati oleh Kalimantan Selatan.
Sumatera Selatan
Sumatera Selatan menempati peringkat 22 secara nasional untuk populasi kuda tahun 2025 dengan nilai total 107 ekor. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan minus 2,73 persen dibandingkan tahun sebelumnya, terjadi penurunan nilai sebesar 3 ekor dari tahun 2024. Di wilayah Pulau Sumatera, provinsi ini menduduki peringkat teratas dibandingkan provinsi lain dalam data perbandingan, dengan nilai populasi hampir dua kali lipat lebih besar dibandingkan Riau yang berada di peringkat berikutnya.
Riau
Riau tercatat memiliki populasi kuda sebesar 81 ekor pada tahun 2025, menempati urutan 23 secara nasional dan peringkat 6 di wilayah Pulau Sumatera. Provinsi ini mengalami pertumbuhan positif sebesar 3,85 persen dengan penambahan sebanyak 3 ekor dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai populasi Riau berada 26 ekor di bawah Sumatera Selatan, namun 27 ekor lebih tinggi dibandingkan Kalimantan Selatan yang berada di peringkat nasional berikutnya.
(Baca: Jumlah Pekerja di Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang di Periode 2015-2024)
Kalimantan Selatan
Kalimantan Selatan menduduki peringkat 2 secara regional Pulau Kalimantan dan urutan 24 secara nasional untuk populasi kuda tahun 2025 dengan total nilai 54 ekor. Wilayah ini mengalami penurunan pertumbuhan sebesar minus 3,57 persen, terjadi pengurangan sebanyak 2 ekor dibandingkan catatan tahun sebelumnya. Secara nilai, Kalimantan Selatan berada 14 ekor di atas Kalimantan Tengah dan 27 ekor di bawah Riau pada daftar peringkat nasional.
Jambi
Jambi mencatatkan populasi kuda sebanyak 26 ekor pada tahun 2025, menempati peringkat 7 wilayah Sumatera dan urutan 26 secara nasional. Tidak terdapat perubahan nilai populasi antara tahun 2024 dan 2025, sehingga pertumbuhan tercatat 0 persen tanpa penambahan maupun pengurangan jumlah ekor. Posisi Jambi berada satu tingkat di bawah Kalimantan Tengah secara peringkat nasional, dengan selisih nilai populasi sebanyak 14 ekor.
Kep. Bangka Belitung
Kepulauan Bangka Belitung tercatat memiliki populasi kuda sebesar 23 ekor pada akhir tahun 2025, menempati urutan 27 secara nasional dan peringkat 8 wilayah Pulau Sumatera. Provinsi ini mengalami penurunan pertumbuhan terdalam diantara seluruh wilayah dalam data perbandingan yaitu sebesar minus 30,3 persen, dengan pengurangan sebanyak 10 ekor dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai populasi wilayah ini 17 ekor lebih rendah dibandingkan Kalimantan Tengah.
Kalimantan Barat
Kalimantan Barat mencatatkan populasi kuda sebesar 22 ekor pada tahun 2025, menempati peringkat 4 wilayah Pulau Kalimantan dan urutan 28 secara nasional. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan tertinggi diantara semua wilayah perbandingan yaitu sebesar 175 persen, terjadi penambahan sebanyak 14 ekor dibandingkan catatan tahun sebelumnya. Secara nilai, Kalimantan Barat berada 18 ekor di bawah Kalimantan Tengah dan satu tingkat di bawah Kepulauan Bangka Belitung pada peringkat nasional.