Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pekerja di sektor Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial di Kabupaten Nias Utara pada tahun 2024 sebanyak 4702 pekerja. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 19.67% dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, secara historis, data menunjukkan fluktuasi signifikan. Pada tahun 2023, terjadi lonjakan tajam sebesar 39.76%, sedangkan pada tahun 2022 terjadi penurunan turun 2.45%. Kondisi ini menggambarkan dinamika sektor pemerintahan di Nias Utara yang cukup bervariasi setiap tahunnya.
Jika dibandingkan dengan rata-rata tiga tahun terakhir (2021-2023), jumlah pekerja pada tahun 2024 masih lebih rendah. Rata-rata jumlah pekerja pada periode tersebut adalah 4494.67. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun sempat terjadi peningkatan signifikan pada tahun 2023, penurunan pada tahun 2024 membawa angka tersebut kembali di bawah rata-rata. Sementara jika melihat lima tahun terakhir, jumlah pekerja tahun 2024 sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata pada periode 2019-2023 sebesar 4133.6.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Jambi 2015 - 2024)
Kenaikan tertinggi dalam lima tahun terakhir terjadi pada tahun 2023 dengan pertumbuhan mencapai 39.76%, sementara penurunan terendah terjadi pada tahun 2022 dengan penurunan turun 2.45%. Ranking Kabupaten Nias Utara di tingkat pulau pada tahun 2024 adalah 113. Data ini menunjukkan penurunan dibandingkan tahun 2023 yang berada pada peringkat 97. Sementara itu, ranking secara nasional adalah 400.
Dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Sumatera Utara, dan secara keseluruhan di Pulau Sumatera, posisi Nias Utara masih perlu ditingkatkan. Data perbandingan menunjukkan bahwa terdapat daerah lain yang memiliki kinerja lebih baik dalam sektor ini. Hal ini mengindikasikan adanya potensi untuk pengembangan dan peningkatan efisiensi sektor administrasi di Nias Utara. Perlu ada evaluasi mendalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi fluktuasi jumlah pekerja, sehingga dapat dirumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Secara keseluruhan, data jumlah pekerja di sektor Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial di Kabupaten Nias Utara menunjukkan dinamika yang fluktuatif. Meskipun terdapat penurunan pada tahun 2024, penting untuk melihat tren jangka panjang dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan tersebut. Upaya peningkatan kapasitas dan efisiensi sektor administrasi perlu terus dilakukan agar dapat memberikan kontribusi yang optimal bagi pembangunan daerah.
Kabupaten Padang Lawas
Kabupaten Padang Lawas menduduki peringkat 111 di Pulau Sumatera dengan nilai tahun terakhir sebesar 4748 pekerja. Terjadi penurunan signifikan sebesar 31.01% dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun sebelumnya jumlah pekerja tercatat 6882. Penurunan ini selisihnya turun 2134 pekerja. Jika dibandingkan rata-rata nilai lima tahun terakhir, jumlah pekerja di Kabupaten Padang Lawas masih menunjukkan tren penurunan yang cukup mengkhawatirkan, memerlukan perhatian serius dari pemerintah daerah untuk mengidentifikasi penyebab dan mencari solusi yang tepat.
(Baca: Jumlah Penduduk di Papua | 2024)
Kota Tual
Dengan nilai tahun terakhir 4738 pekerja, Kota Tual menempati posisi yang cukup baik di peringkat 12 di Pulau Maluku. Data ini menunjukkan penurunan sebesar 30.03% dengan selisih -2033 dari tahun sebelumnya. Walau begitu posisi Kota Tual masih yang terbaik jika dibandingkan daerah lain di Maluku. Pertumbuhan sektor ini di Kota Tual terlihat mengalami kontraksi, memerlukan evaluasi mendalam untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhinya dan merumuskan strategi yang tepat guna mendorong pertumbuhan kembali.
Kabupaten Kaur
Kabupaten Kaur berada di peringkat 112 di Pulau Sumatera dengan nilai tahun terakhir sebesar 4715 pekerja. Penurunan sebesar 13.99% dibandingkan tahun sebelumnya dengan selisih -767 pekerja. Meskipun penurunannya tidak separah wilayah lain, Kabupaten Kaur perlu waspada dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sektor ini. Kabupaten Kaur perlu meninjau kembali kebijakan dan program yang ada untuk memastikan efektivitasnya dalam mendukung pertumbuhan sektor pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial.
Kabupaten Ogan Ilir
Kabupaten Ogan Ilir menempati peringkat 114 di Pulau Sumatera dengan nilai tahun terakhir sebesar 4698 pekerja. Data ini menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 5.91% dengan selisih 262 pekerja dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun sebelumnya jumlah pekerja tercatat 4436. Meskipun demikian, Kabupaten Ogan Ilir tetap perlu berhati-hati dan terus memantau perkembangan sektor ini. Pertumbuhan yang positif ini perlu dipertahankan dan ditingkatkan melalui inovasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Kabupaten Simeulue
Kabupaten Simeulue menempati peringkat 115 di Pulau Sumatera dengan nilai tahun terakhir sebesar 4697 pekerja. Terjadi penurunan yang cukup signifikan turun 37.87%, dengan selisih -2863 dari tahun sebelumnya. Jumlah pekerja pada tahun sebelumnya tercatat 7560. Dengan posisi ini, Kabupaten Simeulue menjadi wilayah yang sangat perlu perhatian khusus. Penurunan ini mengindikasikan adanya permasalahan yang perlu segera diatasi agar tidak berdampak negatif pada pelayanan publik dan pembangunan daerah.
Kabupaten Mappi
Kabupaten Mappi menempati peringkat 16 di Pulau Papua dengan nilai tahun terakhir sebesar 4666 pekerja. Data ini menunjukkan pertumbuhan yang sangat tinggi, mencapai 53.69% dengan selisih 1630 pekerja dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun berada di peringkat 16 di tingkat pulau, pertumbuhan yang signifikan ini menunjukkan potensi besar yang dimiliki oleh Kabupaten Mappi. Peningkatan ini harus terus dipertahankan dan ditingkatkan melalui investasi pada sumber daya manusia dan infrastruktur.