Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Angka Harapan Hidup (AHH) Perempuan di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat pada tahun 2024 mencapai 73,62 tahun. Data historis menunjukkan adanya fluktuasi selama periode 2010-2024. Sempat menyentuh angka terendah di tahun 2017 yaitu 66,2 tahun, namun kemudian melonjak signifikan di tahun 2018 menjadi 72,39 tahun. Kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2018 dengan pertumbuhan 9,35%, sementara penurunan terdalam terjadi pada tahun 2017 turun 8,35%. Dibandingkan dengan rata-rata AHH Perempuan selama 5 tahun terakhir (2019-2023) yaitu 72,8 tahun, AHH di 2024 mengalami pertumbuhan positif.
Secara keseluruhan, AHH Perempuan di Kabupaten Mamasa menunjukkan tren positif dalam jangka panjang, meskipun sempat mengalami penurunan drastis pada tahun 2017. Rata-rata pertumbuhan AHH dalam 5 tahun terakhir menunjukkan peningkatan dibandingkan rata-rata pertumbuhan dalam 3 tahun terakhir. Kabupaten Mamasa menduduki peringkat ke-17 di antara kabupaten/kota di Pulau Sulawesi pada tahun 2024, dan peringkat ke-195 secara nasional.
(Baca: Persentase Desa dengan Kondisi tidak Ada Sinyal Telepon di Sumatera Utara | 2024)
Dibandingkan dengan daerah lain di Pulau Sulawesi, Kabupaten Mamasa memiliki AHH Perempuan yang relatif lebih rendah. Kota Palopo misalnya, memiliki AHH Perempuan sebesar 73,63 tahun, sedikit lebih tinggi dari Kabupaten Mamasa. Sementara Kota Palu mencatatkan AHH Perempuan 73,6 tahun. Namun perlu dicatat bahwa angka ini bervariasi antar wilayah.
Anomali terjadi pada tahun 2017, di mana AHH Perempuan di Kabupaten Mamasa anjlok drastis. Hal ini perlu menjadi perhatian dan memerlukan kajian lebih mendalam untuk mengetahui penyebabnya. Meskipun demikian, setelah tahun 2017, AHH Perempuan di Kabupaten Mamasa kembali mengalami peningkatan dan menunjukkan tren positif.
Secara persentase, pertumbuhan AHH Perempuan di Kabupaten Mamasa pada tahun 2024 adalah 0,18%. Angka ini lebih rendah dibandingkan pertumbuhan tertinggi yang terjadi pada tahun 2018. Namun demikian, pertumbuhan ini tetap menunjukkan adanya peningkatan kualitas hidup perempuan di Kabupaten Mamasa.
Kabupaten Pesisir Selatan
Kabupaten Pesisir Selatan menempati peringkat ke-40 di Pulau Sumatera dengan nilai AHH Perempuan sebesar 73,63 tahun. Pertumbuhan AHH di wilayah ini tercatat sebesar 0,11%, menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, peringkat ini masih perlu ditingkatkan agar sejajar dengan daerah lain di Sumatera.
(Baca: Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lain-Lain yang Sah dalam APBD Pemda di Sulawesi Barat | 2024)
Kota Palopo
Kota Palopo mencatatkan AHH Perempuan sebesar 73,63 tahun, menempatkannya pada peringkat ke-16 di Pulau Sulawesi. Pertumbuhan AHH di kota ini adalah 0,27%, lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Pesisir Selatan. Peringkat yang cukup baik ini mencerminkan upaya yang berhasil dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan di Kota Palopo.
Kota Prabumulih
Dengan nilai AHH Perempuan 73,62 tahun, Kota Prabumulih menduduki peringkat ke-41 di Pulau Sumatera. Pertumbuhan AHH di kota ini mencapai 0,44%, menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan wilayah lain di Sumatera. Pertumbuhan positif ini dapat menjadi modal untuk peningkatan ranking di tahun berikutnya.
Kabupaten Banyuwangi
Kabupaten Banyuwangi mencatatkan AHH Perempuan sebesar 73,6 tahun, menduduki peringkat ke-98 di Pulau Jawa. Pertumbuhan AHH di kabupaten ini adalah 0,26%. Meski nilai AHH cukup baik, peringkat Kabupaten Banyuwangi masih tergolong rendah di Pulau Jawa, menunjukkan adanya potensi untuk peningkatan lebih lanjut.
Kota Palu
Kota Palu menempati peringkat ke-18 di Pulau Sulawesi dengan nilai AHH Perempuan sebesar 73,6 tahun. Pertumbuhan AHH di kota ini adalah 0,15%. Nilai yang solid dan peringkat yang relatif baik menunjukkan bahwa Kota Palu berhasil menjaga kualitas hidup perempuan di wilayahnya.
Kabupaten Kampar
Kabupaten Kampar mencatatkan AHH Perempuan sebesar 73,6 tahun, menempatkannya pada peringkat ke-42 di Pulau Sumatera. Pertumbuhan AHH di kabupaten ini adalah 0,19%. Kabupaten Kampar perlu berupaya meningkatkan indikator kesehatan dan kualitas hidup perempuan agar dapat bersaing dengan daerah lain di Sumatera.