Celios: Potensi Biaya Kesehatan ISPA akibat Karhutla Capai Rp93 Triliun
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Center of Economic and Law Studies (Celios) melakukan riset terkait kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Indonesia pada 2026.
Mereka memperkirakan, jumlah masyarakat yang menderita gejala dan terdiagnosis ISPA akibat karhutla bisa mencapai 17,4 juta orang.
Celios juga menghitung biaya kesehatan yang timbul akibat fenomena ini, terdiri atas:
- Biaya langsung: Biaya medis berupa rawat inap, konsultasi dokter, dan obat.
- Biaya tidak langsung: Biaya non-medis berupa hilangnya pendapatan pasien dan pendamping akibat tidak mampu menjalankan aktivitas ekonomi yang produktif.
Hasilnya, Celios memperkirakan biaya kesehatan masyarakat yang terdampak ISPA akibat karhutla mencapai Rp93,56 triliun.
"Biaya kesehatan tersebut terdiri dari biaya kesehatan langsung sebesar Rp69,48 T dan biaya kesehatan tidak langsung Rp24,08 T," kata Celios dalam laporan Yang Sesak Napas dan Yang Membayar Kerugian Ekonomi Kebakaran Hutan.
Adapun Nusa Tenggara Barat menjadi provinsi dengan potensi biaya kesehatan terbesar, yakni mencapai Rp19,01 triliun.
Berikut potensi biaya kesehatan masyarakat yang terdampak ISPA akibat karhutla per wilayah, menurut perhitungan Celios:
- Nusa Tenggara Barat: Rp19,01 triliun
- Jawa Timur (hanya kabupaten dalam Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru): Rp13,65 triliun
- Riau: Rp10,31 triliun
- Nusa Tenggara Timur: Rp9,5 triliun
- Kalimantan Barat: Rp8,45 triliun
- Kalimantan Selatan: Rp8,16 triliun
- Sulawesi Tengah: Rp7 triliun
- Papua Tengah: Rp6,19 triliun
- Kalimantan Tengah: Rp4,53 triliun
- Maluku: Rp2,61 triliun
- Kepulauan Riau: Rp2,49 triliun
- Papua Selatan: Rp1,67 triliun
(Baca: Distribusi Penyakit di Indonesia per Agustus 2026, ISPA Tertinggi)
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Agu) | 3,19% | +0.31 | |
| Inflasi mom (Jul) | -0,14% | -0.58 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.650 | -0.40 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Neraca perdagangan (Jul) | 121,90 | -127.06 | |
| Ekspor Migas (Jun) | 1,07 | +40.52 | |
| Impor Migas (Jun) | 4,56 | +0.96 | |
| Ekspor (Jun) | 25,46 | +9.72 | |
| Impor (Jun) | 25,91 | +4.41 | |
| Kunjungan Wisman (Mei) | 1,38 | +10.69 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |