Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian merilis data jumlah pekerja sektor konstruksi Kota Jakarta Utara sepanjang periode 2007 hingga akhir 2025. Pada tanggal 31 Desember 2025, tercatat sebanyak 36.678 pekerja aktif di sektor ini. Nilai ini mengalami kenaikan sedikit sebesar 110 pekerja atau 0,3 persen dibandingkan hari sebelumnya. Sepanjang 16 tahun periode pencatatan, tren jumlah pekerja menunjukkan arah naik secara umum, dengan total peningkatan sebesar 82,68 persen sejak pertama kali dicatat pada tahun 2007.
(Baca: Rata-Rata Jumlah Anggota Rumah Tangga di DKI Jakarta | 2025)
Dalam 3 hari terakhir pencatatan, rata-rata pertumbuhan jumlah pekerja menunjukkan penurunan sebesar 4,01 persen. Angka ini jauh lebih buruk dibandingkan rata-rata pertumbuhan 5 hari terakhir yang tercatat positif sebesar 10,98 persen. Kenaikan tertinggi sepanjang sejarah pencatatan terjadi pada tahun 2022 dengan pertumbuhan tahunan mencapai 98,32 persen, sementara penurunan terdalam terjadi pada tahun 2018 dengan kontraksi sebesar 39,17 persen. Nilai pekerja terendah sepanjang sejarah tercatat pada tahun 2011 dengan jumlah hanya 19.679 orang.
Pada posisi akhir tahun 2025, Kota Jakarta Utara berada di peringkat 76 dari seluruh kabupaten kota di wilayah Pulau Jawa, serta menduduki peringkat 92 secara nasional. Peringkat ini mengalami kenaikan 1 tingkat di lingkup pulau Jawa dan tetap stabil di peringkat nasional dibandingkan periode sebelumnya. Nilai jumlah pekerja 36.678 orang pada akhir 2025 tercatat berada di atas rata-rata historis wilayah ini yang hanya mencapai 27.910 pekerja per tahun.
Data menunjukkan fluktuasi tajam terjadi pada periode 2021 hingga 2023, dimana dalam rentang 3 tahun terjadi kenaikan hampir 100 persen kemudian diikuti penurunan sedikit pada dua tahun berikutnya. Jumlah periode pencatatan yang menunjukkan kenaikan sebanyak 9 kali, sementara periode penurunan tercatat sebanyak 6 kali tanpa ada periode stagnan sama sekali sepanjang 16 tahun data. Nilai tertinggi sepanjang sejarah tercatat pada akhir 2022 dengan total 41.659 pekerja konstruksi terdaftar.
Kabupaten Kendal
Kabupaten Kendal menduduki peringkat 73 wilayah terbaik di Pulau Jawa untuk jumlah pekerja konstruksi pada periode yang sama, dengan nilai tercatat 37.807 pekerja. Wilayah ini mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 22,19 persen pada periode terakhir, menjadikannya salah satu wilayah dengan penurunan terbesar di kelompok perbandingan. Secara nasional Kabupaten Kendal berada di peringkat 89, menempatkannya 3 tingkat di atas posisi Kota Jakarta Utara untuk indikator yang sama.
Kabupaten Wonosobo
Dengan total 37.804 pekerja konstruksi pada akhir periode pencatatan, Kabupaten Wonosobo berada tepat satu tingkat di bawah Kabupaten Kendal yakni peringkat 74 Pulau Jawa dan 90 nasional. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan nol persen pada periode terakhir, tidak mengalami penambahan maupun pengurangan jumlah pekerja secara signifikan. Nilai jumlah pekerja wilayah ini hanya berbeda 3 orang dibandingkan Kabupaten Kendal, menunjukkan persaingan peringkat yang sangat ketat antar kedua wilayah.
(Baca: Pengeluaran Penduduk Kabupaten Aceh Besar untuk Membeli Lainnya Rp40 per Kapita per Minggu)
Kabupaten Bantul
Kabupaten Bantul tercatat memiliki 36.716 pekerja konstruksi pada akhir 2025, menduduki peringkat 75 di Pulau Jawa dan 91 secara nasional. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 15,83 persen pada periode terakhir, namun nilai total pekerja hanya berbeda 38 orang saja dibandingkan nilai Kota Jakarta Utara. Posisi peringkat Kabupaten Bantul hanya satu tingkat di atas Kota Jakarta Utara baik di tingkat pulau maupun nasional.
Kabupaten Nganjuk
Menduduki peringkat 77 wilayah Pulau Jawa dan 93 nasional, Kabupaten Nganjuk mencatatkan jumlah pekerja konstruksi sebesar 36.655 orang pada akhir periode. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 6,5 persen pada periode terakhir. Nilai jumlah pekerja Kabupaten Nganjuk hanya terpaut 23 orang dibawah nilai Kota Jakarta Utara, menjadikan kedua wilayah bersaing sangat ketat untuk memperebutkan posisi peringkat pada periode pencatatan selanjutnya.
Kabupaten Sragen
Kabupaten Sragen mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 30,49 persen pada periode terakhir, menjadi satu-satunya wilayah di kelompok perbandingan yang memiliki pertumbuhan di atas 30 persen. Dengan total 36.571 pekerja konstruksi, wilayah ini menduduki peringkat 78 di Pulau Jawa dan 94 secara nasional. Pertumbuhan tinggi ini menjadikan Kabupaten Sragen berpotensi menaikkan peringkat setidaknya 2 tingkat pada periode pencatatan berikutnya.
Kabupaten Batang
Di urutan paling bawah kelompok perbandingan, Kabupaten Batang menduduki peringkat 79 di Pulau Jawa dan 95 secara nasional dengan jumlah 35.454 pekerja konstruksi. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 3,1 persen pada periode terakhir. Nilai total pekerja Kabupaten Batang tercatat 1.224 orang lebih rendah dibandingkan nilai Kota Jakarta Utara pada periode pencatatan yang sama.