Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata jumlah anggota rumah tangga Kota Jakarta Utara pada akhir tahun 2025 berada di angka 3,72 anggota rumah tangga. Selama periode 12 tahun pengamatan sejak 2014, nilai ini menunjukkan tren umum sedikit turun dengan total perubahan turun 1,06 persen atau rata-rata penurunan 0,09 persen setiap tahunnya. Pada tahun 2025, terjadi penurunan sebesar 0,01 anggota rumah tangga atau -0,37 persen dibandingkan catatan tahun 2024.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Papua | 2024)
Sepanjang riwayat data, angka tertinggi rata-rata anggota rumah tangga tercatat pada tahun 2017 dengan nilai 4 anggota rumah tangga, sedangkan titik terendah terjadi pada tahun 2020 di angka 3,46 anggota rumah tangga. Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir tercatat positif 0,41 persen, sementara rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir tercatat 1,51 persen. Hal ini menunjukkan performa 3 tahun terakhir memiliki pertumbuhan yang lebih rendah dibandingkan periode 5 tahun terakhir.
Pada tahun 2025, Kota Jakarta Utara menempati peringkat 41 dari seluruh kabupaten/kota di Pulau Jawa, serta peringkat 370 secara nasional. Dibandingkan tahun sebelumnya, peringkat wilayah ini di Pulau Jawa mengalami kenaikan 4 posisi, sedangkan peringkat nasional mengalami kenaikan 22 posisi. Selama 5 tahun terakhir, peringkat wilayah ini sempat menyentuh posisi terbaik peringkat 27 di Pulau Jawa dan peringkat 300 secara nasional pada tahun 2023.
Data menunjukkan fluktuasi nilai terjadi dengan pola 6 kali periode penurunan dan 5 kali periode kenaikan selama 12 tahun pengamatan. Nilai tahun 2025 tercatat berada sedikit di atas rata-rata keseluruhan periode yang bernilai 3,70 anggota rumah tangga. Tidak terdapat stagnansi nilai pada seluruh periode yang diamati, dengan perubahan antar tahun terbesar terjadi pada tahun 2017 dengan kenaikan 0,24 anggota rumah tangga dan tahun 2019 dengan penurunan 0,27 anggota rumah tangga.
Kabupaten Sidoarjo
Kabupaten Sidoarjo mencatat nilai rata-rata anggota rumah tangga tahun 2025 yang sama persis dengan Kota Jakarta Utara yaitu 3,72 anggota rumah tangga. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 0,01 anggota rumah tangga atau -0,35 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan menempati peringkat 41 di Pulau Jawa. Angka pertumbuhan wilayah ini sedikit lebih buruk dibandingkan Kota Jakarta Utara, dengan selisih persentase pertumbuhan sebesar 0,02 poin persen. Meskipun memiliki nilai akhir identik, tren penurunan di wilayah ini berjalan sedikit lebih cepat dibandingkan catatan Kota Jakarta Utara.
Kabupaten Kebumen
Dengan nilai akhir 3,72 anggota rumah tangga pada tahun 2025, Kabupaten Kebumen menempati posisi peringkat yang sama dengan Kota Jakarta Utara di daftar nasional. Wilayah ini mencatat penurunan sebesar 0,01 anggota rumah tangga dengan persentase pertumbuhan -0,27 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Secara peringkat Pulau Jawa, wilayah ini juga berada di posisi 41, sama persis dengan catatan Kota Jakarta Utara. Angka penurunan di wilayah ini sedikit lebih lambat dibandingkan yang tercatat di Kota Jakarta Utara untuk periode tahun yang sama.
Kabupaten Badung
Kabupaten Badung yang berada di wilayah Nusa Tenggara dan Bali juga mencatat nilai rata-rata anggota rumah tangga 3,72 anggota rumah tangga pada tahun 2025. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 0,01 anggota rumah tangga dengan persentase -0,24 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan menempati peringkat 33 di wilayah pulaunya. Peringkat wilayah ini secara nasional sama persis dengan Kota Jakarta Utara, namun memiliki performa pertumbuhan yang sedikit lebih baik dibandingkan catatan Ibu Kota.
(Baca: Jumlah Penduduk di Sulawesi Selatan | 2025)
Kota Tanggerang
Kota Tanggerang yang berada di Pulau Jawa memiliki nilai rata-rata anggota rumah tangga 3,72 anggota rumah tangga pada tahun 2025, sama persis dengan Kota Jakarta Utara. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 0,01 anggota rumah tangga dengan persentase pertumbuhan -0,19 persen, dan menempati peringkat 41 di Pulau Jawa. Dari seluruh wilayah yang memiliki nilai akhir sama, Kota Tanggerang memiliki tingkat penurunan paling lambat dibandingkan seluruh wilayah lain termasuk Kota Jakarta Utara.
Kabupaten Pidie Jaya
Kabupaten Pidie Jaya wilayah Sumatera mencatat nilai rata-rata anggota rumah tangga 3,72 anggota rumah tangga pada tahun 2025. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 0,09 anggota rumah tangga dengan persentase pertumbuhan -2,44 persen dibandingkan tahun sebelumnya, angka penurunan terbesar diantara seluruh wilayah dengan nilai akhir yang sama. Wilayah ini menempati peringkat 135 di Pulau Sumatera, dan memiliki peringkat nasional yang identik dengan Kota Jakarta Utara.
Kota Banjarmasin
Kota Banjarmasin wilayah Kalimantan tercatat memiliki nilai rata-rata anggota rumah tangga 3,72 anggota rumah tangga pada tahun 2025. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 0,03 anggota rumah tangga dengan persentase pertumbuhan -0,93 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan menempati peringkat 36 di wilayah Kalimantan. Peringkat nasional wilayah ini sama persis dengan Kota Jakarta Utara, namun tingkat penurunan yang terjadi hampir 3 kali lebih besar dibandingkan catatan Ibu Kota.
Kabupaten Lebong
Kabupaten Lebong wilayah Sumatera mencatat nilai rata-rata anggota rumah tangga 3,72 anggota rumah tangga pada akhir tahun 2025. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 0,06 anggota rumah tangga dengan persentase pertumbuhan -1,51 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan menempati peringkat 135 di wilayah Pulau Sumatera. Sama dengan seluruh wilayah yang dibandingkan, peringkat nasional Kabupaten Lebong berada di posisi yang identik dengan Kota Jakarta Utara.
Kabupaten Kepulauan Sangihe
Kabupaten Kepulauan Sangihe wilayah Sulawesi merupakan satu-satunya wilayah dalam daftar perbandingan yang mengalami kenaikan nilai rata-rata anggota rumah tangga pada tahun 2025. Wilayah ini mencatat kenaikan sebesar 0,02 anggota rumah tangga dengan persentase pertumbuhan 0,62 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menempati peringkat 78 di wilayah Sulawesi dan peringkat nasional yang sama persis dengan Kota Jakarta Utara.