Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mencatat jumlah penduduk usia 20-24 tahun di Kota Palopo, Sulawesi Selatan pada akhir tahun 2025 mencapai 20.223 jiwa. Sepanjang periode 2018 hingga 2025, jumlah kelompok usia ini tercatat bergerak fluktuatif dengan 4 kali periode kenaikan dan 3 kali periode penurunan, tanpa ada periode stagnan. Pada tahun 2025 terjadi lonjakan pertumbuhan sebesar 28,99 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi kenaikan tertinggi sepanjang catatan 8 tahun data historis.
(Baca: Harga Kedelai Amerika Kontrak Dua Bulan - US Soybeans Futures Naik Menuju Level US$1.194,63 /Bushel (Senin, 17 Agustus 2026))
Pada periode 2023 tercatat jumlah penduduk usia 20-24 tahun di wilayah ini mencapai titik terendah sebesar 15.478 jiwa, sebelum kemudian kembali naik sedikit sebesar 1,29 persen pada 2024, lalu melonjak drastis pada tahun terakhir. Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir mencapai 7,49 persen per tahun, angka ini jauh lebih tinggi dibanding rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir yang hanya 4,26 persen, serta rata-rata pertumbuhan seluruh periode yang hanya 2,96 persen per tahun.
Secara peringkat, posisi Kota Palopo di Pulau Sulawesi untuk indikator ini sebelumnya bertahan di urutan 53 selama tiga tahun berturut-turut sejak 2022, hingga pada 2025 melonjak naik ke posisi 27. Sementara untuk peringkat nasional, wilayah ini juga mengalami peningkatan drastis dari urutan 381 pada tahun 2024 menjadi urutan 273 di seluruh Indonesia pada tahun 2025. Nilai penduduk usia 20-24 tahun Kota Palopo pada 2025 tercatat berada di atas rata-rata nilai seluruh periode.
Dari catatan data perbandingan wilayah lain, Kota Palopo berhasil menempati urutan 27 di Pulau Sulawesi, mengungguli Kabupaten Sidenreng Rappang yang berada pada peringkat 28 pada periode yang sama. Seluruh wilayah pembanding di pulau yang sama maupun pulau lain mayoritas mencatat pertumbuhan negatif pada tahun terakhir, sementara hanya Kota Palopo dan satu wilayah lain yang mencatatkan pertumbuhan positif sangat tinggi pada periode yang sama.
Kabupaten Mempawah
Kabupaten Mempawah menempati posisi peringkat 270 secara nasional untuk jumlah penduduk usia 20-24 tahun pada tahun 2025 dengan total nilai tercatat 20.590 jiwa. Wilayah ini mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 30,1 persen pada tahun terakhir, menjadi penurunan terbesar dibandingkan seluruh wilayah dalam daftar perbandingan. Meskipun nilai absolut penduduk usia produktif ini masih sedikit di atas Kota Palopo, laju penurunan yang sangat tinggi membuat posisi peringkat wilayah ini terancam turun pada periode berikutnya.
Kabupaten Rejang Lebong
Berada di Pulau Sumatera, Kabupaten Rejang Lebong mencatat jumlah penduduk usia 20-24 tahun sebesar 20.396 jiwa pada tahun 2025, dan menempati urutan 271 secara nasional. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 18,33 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan selisih penurunan mencapai 4.577 jiwa. Secara urutan nasional, wilayah ini hanya terpaut satu peringkat di atas Kabupaten Seruyan, dan menjadi satu-satunya wilayah dari Pulau Sumatera dalam daftar perbandingan ini.
Kabupaten Seruyan
(Baca: 13,16% Penduduk di Kabupaten Bone Bolango Masuk Kategori Miskin)
Kabupaten Seruyan menjadi satu-satunya wilayah dalam daftar perbandingan selain Kota Palopo yang mencatatkan pertumbuhan positif pada tahun terakhir, dengan kenaikan sebesar 46,64 persen. Jumlah penduduk usia 20-24 tahun di wilayah Kalimantan ini mencapai 20.338 jiwa pada 2025, menempati peringkat 28 di wilayah pulau dan 272 secara nasional. Laju pertumbuhan wilayah ini bahkan lebih tinggi dibandingkan lonjakan yang terjadi di Kota Palopo, meskipun nilai absolutnya masih berada sedikit di bawah.
Kabupaten Sidenreng Rappang
Sebagai satu-satunya wilayah lain dari Pulau Sulawesi dalam daftar perbandingan, Kabupaten Sidenreng Rappang mencatat nilai penduduk usia 20-24 tahun sebesar 20.184 jiwa pada tahun 2025. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 26,17 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan menempati peringkat 28 di Pulau Sulawesi, atau satu peringkat tepat di bawah Kota Palopo. Selisih nilai antara kedua wilayah Sulawesi ini hanya terpaut 39 jiwa pada akhir periode 2025.
Kabupaten Belu
Kabupaten Belu yang berada di wilayah Nusa Tenggara dan Bali mencatat jumlah penduduk usia 20-24 tahun sebesar 20.179 jiwa pada tahun 2025, menempati peringkat 275 secara nasional. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 21,99 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan selisih jumlah penduduk turun sebanyak 5.688 jiwa. Secara nilai absolut, wilayah ini hanya terpaut 5 jiwa dari Kabupaten Sidenreng Rappang di atasnya.
Kabupaten Tabalong
Kabupaten Tabalong menutup daftar perbandingan dengan jumlah penduduk usia 20-24 tahun sebesar 20.145 jiwa pada tahun 2025, serta menempati peringkat 276 secara nasional. Wilayah asal Kalimantan ini mengalami penurunan sebesar 12,33 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi penurunan paling kecil dibandingkan seluruh wilayah lain yang mengalami kontraksi pertumbuhan. Secara urutan, wilayah ini berada satu peringkat di bawah Kabupaten Belu.