Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita bulanan untuk kebutuhan kecantikan masyarakat Kota Gorontalo pada tahun 2025 mencapai 94178 rupiah. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 6,7 persen dibandingkan tahun 2024. Pada tahun 2024 sebelumnya, pengeluaran kecantikan di wilayah ini tercatat mengalami kenaikan 23,1 persen, menjadi kenaikan tertinggi sepanjang periode data 2018 hingga 2025.
(Baca: 81,1% Penduduk di Kabupaten Minahasa Utara Beragama Protestan)
Sepanjang delapan tahun periode pencatatan, hanya terjadi satu kali penurunan pengeluaran kecantikan yaitu pada tahun 2020. Pada tahun tersebut pengeluaran kecantikan sedikit turun sebesar 1,4 persen menjadi 52791 rupiah per kapita per bulan. Setelah tahun 2020, pengeluaran kecantikan di Kota Gorontalo terus mengalami kenaikan setiap tahun hingga periode 2025.
Nilai pengeluaran kecantikan tahun 2025 setara dengan 28,9 persen dari total pengeluaran perawatan bulanan masyarakat, 12 persen dari pengeluaran barang dan jasa umum, serta 37,7 persen dari pengeluaran bulanan untuk makanan jadi. Pengeluaran kecantikan ini juga lebih rendah 11 ribu rupiah dibandingkan rata-rata pengeluaran bulanan masyarakat untuk sabun mandi.
Berdasarkan perbandingan wilayah, Kota Gorontalo menempati urutan pertama pengeluaran kecantikan tingkat kabupaten/kota se-Provinsi Gorontalo, urutan pertama seluruh wilayah di Pulau Sulawesi, serta urutan ke 12 secara nasional seluruh kabupaten/kota di Indonesia. Jarak nilai pengeluaran kecantikan Kota Gorontalo lebih dari dua kali lipat dibandingkan kabupaten peringkat kedua di provinsi yang sama yaitu Kabupaten Bone Bolango yang hanya mencatat 41347 rupiah pada tahun 2025.
Selain Kota Gorontalo, lima kabupaten lain di Provinsi Gorontalo mencatat variasi pergerakan pengeluaran kecantikan pada tahun 2025. Kabupaten Bone Bolango mengalami kenaikan 9,4 persen, Kabupaten Boalemo naik 11,9 persen, Kabupaten Gorontalo Utara naik sedikit 1,8 persen. Sementara itu Kabupaten Pohuwato dan Kabupaten Gorontalo masing-masing mencatat penurunan sebesar 12,3 persen untuk pengeluaran kecantikan tahun 2025. Seluruh urutan peringkat pengeluaran kecantikan seprovinsi tidak mengalami perubahan posisi dibandingkan tahun sebelumnya.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan Besar untuk Rokok dan Tembakau Kota Surabaya | 2025)
Kabupaten Bone Bolango
Kabupaten Bone Bolango menempati urutan pertama rata-rata pengeluaran total per kapita bulanan gabungan makanan dan bukan makanan se-Provinsi Gorontalo pada tahun 2025 dengan nilai total 1421530 rupiah. Wilayah ini mencatat sedikit penurunan sebesar 0,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya, tetap mempertahankan posisi peringkat teratas untuk kategori pengeluaran total. Untuk kategori pengeluaran makanan, wilayah ini berada di peringkat ketiga provinsi dengan nilai 657838 rupiah per kapita per bulan, mengalami sedikit penurunan 1,5 persen dari tahun sebelumnya.
Kabupaten Gorontalo
Kabupaten Gorontalo mencatat kenaikan 12,3 persen untuk total pengeluaran per kapita bulanan gabungan makanan dan bukan makanan pada tahun 2025, menjadi 1324916 rupiah dan menempati urutan ketiga seprovinsi. Kenaikan tertinggi terjadi pada kategori pengeluaran makanan yang tumbuh 14,1 persen menjadi 663390 rupiah per kapita, sehingga mengangkat posisi peringkat pengeluaran makanan wilayah ini menjadi urutan kedua di seluruh Provinsi Gorontalo. Untuk kategori pengeluaran bukan makanan, wilayah ini menempati urutan kedua seprovinsi.
Kabupaten Boalemo
Kabupaten Boalemo menempati urutan kedua total pengeluaran gabungan makanan dan bukan makanan seprovinsi dengan nilai 1372151 rupiah per kapita per bulan pada tahun 2025. Wilayah ini mencatat sedikit penurunan 0,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya, namun tetap mempertahankan posisi peringkat keduanya. Untuk kategori pengeluaran makanan, Kabupaten Boalemo masih menjadi wilayah dengan pengeluaran tertinggi seprovinsi meskipun mengalami sedikit penurunan 2,6 persen menjadi 735150 rupiah per kapita per bulan.
Kabupaten Gorontalo Utara
Kabupaten Gorontalo Utara mencatat penurunan 9,2 persen untuk total pengeluaran gabungan makanan dan bukan makanan pada tahun 2025 menjadi 1224906 rupiah, menempati urutan keempat se-Provinsi Gorontalo. Penurunan besar juga terjadi pada kategori pengeluaran makanan yang turun 9,5 persen menjadi 623457 rupiah per kapita per bulan, menempatkan wilayah ini pada urutan kelima untuk kategori pengeluaran makanan seprovinsi. Untuk kategori pengeluaran bukan makanan, wilayah ini menempati urutan keempat dengan penurunan 8,9 persen dari tahun sebelumnya.