Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat PDRB Pengeluaran Perubahan Inventori Provinsi Gorontalo tahun 2025 dengan harga konstan 2010 sebesar 230,31 Rp juta. Nilai ini menjadi titik terendah sepanjang 16 tahun periode pencatatan sejak 2010, dengan penurunan sebesar 32,08 persen dibandingkan tahun 2024. Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir indikator ini tercatat minus 9,47 persen, jauh lebih buruk dibanding rata-rata pertumbuhan seluruh periode yang masih positif 4,29 persen. Nilai tertinggi sepanjang sejarah tercatat pada tahun 2014 dengan angka 634,51 Rp juta.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Sulawesi Tengah 2025)
Sepanjang 5 tahun terakhir, peringkat Gorontalo di lingkup Pulau Sulawesi turun dari posisi 3 pada tahun 2021 menjadi peringkat 4 pada tahun 2025. Secara nasional, peringkat wilayah ini juga mengalami penurunan dari posisi 14 tahun 2021 menjadi posisi 19 di tahun 2025. Penurunan drastis tahun 2025 merupakan anomali dibandingkan tiga tahun sebelumnya yang hanya mengalami pertumbuhan sedikit antara 0,25 persen hingga 3,42 persen setiap tahunnya. Tren keseluruhan data menunjukkan arah menurun secara bertahap sejak tahun 2014.
Pada tahun 2025, Gorontalo mencatatkan penurunan nilai yang lebih dalam dibandingkan Sulawesi Selatan namun lebih ringan dibandingkan Sulawesi Barat di pulau yang sama. Dari seluruh provinsi di Pulau Sulawesi, Gorontalo menempati urutan keempat untuk nilai indikator ini tahun 2025. Secara nasional, posisi Gorontalo berada satu tingkat di atas Sulawesi Barat dan satu tingkat di bawah Sulawesi Selatan.
Sulawesi Selatan
Sulawesi Selatan menempati peringkat 3 wilayah Pulau Sulawesi dengan nilai PDRB Perubahan Inventori tahun 2025 sebesar 235,10 Rp juta. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 1,67 persen dibandingkan tahun sebelumnya, penurunan yang jauh lebih sedikit dibandingkan Gorontalo. Secara nasional Sulawesi Selatan berada di peringkat 18, hanya satu peringkat di atas Gorontalo. Rata-rata pertumbuhan tiga tahun terakhir wilayah ini menunjukkan performa yang lebih stabil dibandingkan seluruh provinsi di pulau Sulawesi bagian timur, dengan fluktuasi nilai yang tidak melebihi 5 persen setiap periode.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Lamongan | 2004 - 2025)
Sulawesi Barat
Sulawesi Barat berada di peringkat 5 wilayah Pulau Sulawesi dengan nilai PDRB Perubahan Inventori tahun 2025 sebesar 229,24 Rp juta. Wilayah ini mengalami penurunan sangat dalam sebesar 67,73 persen dibandingkan tahun sebelumnya, salah satu penurunan terbesar secara nasional pada indikator ini. Secara peringkat nasional Sulawesi Barat menempati posisi 20, satu peringkat di bawah Gorontalo. Nilai tahun terakhir ini bahkan lebih rendah 1,09 Rp juta dibandingkan nilai yang dicatatkan oleh Gorontalo pada periode yang sama.
Gorontalo
Dari seluruh provinsi yang tercatat dalam data perbandingan, Gorontalo menempati posisi nilai tahun terakhir sebesar 230,31 Rp juta. Posisi ini berada diantara Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan untuk lingkup Pulau Sulawesi. Penurunan 32,08 persen tahun 2025 menjadikan Gorontalo sebagai salah satu dari empat provinsi yang mengalami kontraksi pada indikator ini, dengan tingkat penurunan berada di tengah antara Sulawesi Selatan yang hanya turun sedikit dan Sulawesi Barat yang mengalami kontraksi sangat dalam. Secara nasional Gorontalo tetap berada di peringkat 19, tidak berubah dibandingkan tahun sebelumnya.