Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah rumah ibadah Klentheng penganut Konghucu di Provinsi Jawa Tengah pada akhir tahun 2025 tercatat sebanyak 17 unit. Sepanjang periode pengamatan 10 tahun sejak 2014, data historis menunjukkan tren umum nilai jumlah unit klentheng mengalami penurunan sebesar total 70,69 persen, dengan rata-rata penurunan tahunan mencapai 12,75 persen. Pada tahun 2025, jumlah unit ini mencatatkan penurunan sebesar 22,73 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sekaligus menjadi nilai terendah sepanjang periode catatan data.
(Baca: Nilai Minimal Lolos Jalur Prestasi ke SMA Negeri 1 Haurgeulis SPMB 2026)
Sepanjang riwayat data, jumlah klentheng di Jawa Tengah sempat mencapai titik tertinggi sebesar 88 unit pada tahun 2021 dan 2022, sebelum kemudian mengalami penurunan drastis sebesar 75 persen pada tahun 2023. Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir menunjukkan penurunan sebesar 32,58 persen, angka ini jauh lebih buruk dibandingkan rata-rata penurunan 5 tahun terakhir yang tercatat sebesar 17,27 persen. Posisi jumlah klentheng tahun 2025 juga berada di bawah nilai rata-rata keseluruhan periode yang mencapai 54,2 unit.
Untuk posisi peringkat di wilayah Pulau Jawa, Jawa Tengah kembali menduduki peringkat pertama pada tahun 2025, setelah sebelumnya menempati posisi kedua sejak tahun 2021. Secara nasional, provinsi ini berada pada peringkat keempat jumlah klentheng terbanyak se-Indonesia, naik satu peringkat dibandingkan posisinya pada tahun 2023. Selama 10 tahun pengamatan, peringkat nasional Jawa Tengah sempat berada pada titik terendah peringkat ke-8 pada tahun 2021 dan 2022.
Berdasarkan data perbandingan antar provinsi tahun terakhir, jumlah klentheng 17 unit di Jawa Tengah setara dengan catatan di Jawa Timur. Kedua provinsi di Pulau Jawa ini menempati peringkat keempat secara nasional, dengan penurunan yang sama sebesar 22,73 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara provinsi dengan jumlah klentheng terbanyak se-Indonesia adalah Kalimantan Barat dengan total 206 unit, yang mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 202,94 persen pada periode yang sama.
Fluktuasi jumlah klentheng di Jawa Tengah ditandai dengan 2 periode kenaikan, 4 periode penurunan, dan 3 periode nilai stagnan sepanjang 10 tahun pengamatan. Penurunan yang terjadi dalam 3 tahun terakhir merupakan anomali jika dibandingkan periode sebelumnya, dimana selama kurun 2017 hingga 2022 jumlah klentheng justru sempat mengalami kenaikan bertahap hingga mencapai puncak tertinggi. Seluruh data dicatat dengan frekuensi tahunan pada level data provinsi.
Kalimantan Barat
Kalimantan Barat menduduki peringkat pertama nasional jumlah rumah ibadah Klentheng dengan total 206 unit pada tahun terakhir. Provinsi ini mencatatkan pertumbuhan paling tinggi secara nasional dengan peningkatan sebesar 202,94 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan besar selisih penambahan mencapai 138 unit klentheng. Sebagai provinsi teratas di Pulau Kalimantan, nilai jumlah klentheng disini lebih dari dua belas kali lipat jumlah klentheng yang tercatat di Jawa Tengah pada periode yang sama.
Kep. Bangka Belitung
Kepulauan Bangka Belitung menempati peringkat kedua nasional dengan jumlah 127 unit klentheng, menjadi yang terbanyak di wilayah Pulau Sumatera. Pada tahun terakhir, provinsi ini mengalami sedikit penurunan sebesar 6,62 persen dibandingkan periode sebelumnya, dengan selisih penurunan sebanyak 9 unit. Meskipun terjadi penurunan, jumlah klentheng disini masih tujuh kali lipat lebih besar dibandingkan catatan yang dimiliki Provinsi Jawa Tengah tahun 2025.
(Baca: PDRB ADHB Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang di Sumatera Selatan | 2025)
Sumatera Utara
Sumatera Utara berada di peringkat ketiga nasional dengan jumlah 94 unit rumah ibadah Klentheng, menduduki posisi kedua di wilayah Pulau Sumatera. Provinsi ini mencatatkan lonjakan pertumbuhan tertinggi kedua secara nasional yaitu sebesar 276 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penambahan total sebanyak 69 unit klentheng dalam satu periode tahun. Nilai ini menunjukkan peningkatan sangat signifikan yang jauh melampaui rata-rata pergerakan data di seluruh provinsi lain di Indonesia.
Jawa Tengah
Jawa Tengah menempati peringkat pertama di Pulau Jawa dan peringkat keempat secara nasional dengan jumlah 17 unit klentheng tahun 2025. Provinsi ini mengalami penurunan sebesar 22,73 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan pengurangan sebanyak 5 unit rumah ibadah. Selama tiga tahun terakhir, rata-rata penurunan jumlah klentheng di provinsi ini mencapai 32,58 persen, menjadi salah satu penurunan terbesar dibandingkan provinsi lain pada periode pengamatan yang sama.
Jawa Timur
Jawa Timur memiliki jumlah klentheng yang sama persis dengan Jawa Tengah yaitu 17 unit, sehingga bersama-sama menempati peringkat keempat nasional dan posisi kedua di wilayah Pulau Jawa. Berbeda dengan Jawa Tengah, jumlah klentheng di provinsi ini tidak mengalami perubahan nilai sama sekali dibandingkan tahun sebelumnya, dengan pertumbuhan 0 persen pada periode tercatat. Meskipun nilai sama, tren pergerakan data kedua provinsi di Pulau Jawa ini menunjukkan arah yang sangat berbeda pada tahun terakhir.