Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat PDRB ADHB Pengeluaran Perubahan Inventori Kabupaten Sleman pada tahun 2024 sebesar Rp 152.330 juta. Nilai ini mengalami penurunan signifikan turun 80,73% dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini juga menyebabkan peringkat Kabupaten Sleman turun drastis ke posisi 60 di tingkat pulau dan 125 di tingkat nasional.
Dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir (2021-2023) yang sebesar Rp 810.843 juta, PDRB Perubahan Inventori Kabupaten Sleman pada 2024 jauh lebih rendah. Jika dibandingkan dengan rata-rata lima tahun terakhir (2019-2023) yang sebesar Rp 752.910 juta, penurunan tahun ini sangat mencolok. Selama lima tahun terakhir, pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2021 sebesar 10,11%, sementara penurunan terendah sebelum tahun ini terjadi pada tahun 2023 turun 3,74%.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Kecantikan Kab. Kupang | 2024)
Penurunan PDRB Perubahan Inventori Kabupaten Sleman tahun 2024 menjadi yang terendah dalam lima tahun terakhir dan menjadi anomali jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Penurunan yang sangat signifikan ini perlu dikaji lebih lanjut faktor-faktor penyebabnya.
Di Pulau Jawa, Kabupaten Sleman berada di peringkat 60 untuk PDRB Perubahan Inventori tahun 2024. Peringkat ini jauh di bawah beberapa kabupaten/kota lain di pulau Jawa yang memiliki nilai PDRB Perubahan Inventori yang lebih tinggi. Secara nasional, Kabupaten Sleman berada di peringkat 125.
Kenaikan tertinggi dalam data historis PDRB Perubahan Inventori Kabupaten Sleman terjadi pada tahun 2021 dengan pertumbuhan 10,11%. Sementara penurunan terendah sebelum tahun 2024 terjadi pada tahun 2023 dengan penurunan turun 3,74%. Tahun 2024 menunjukkan penurunan yang sangat signifikan, jauh di luar pola fluktuatif yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
Kota Samarinda
Kota Samarinda menduduki peringkat 11 di tingkat pulau dengan nilai PDRB Perubahan Inventori mencapai Rp 154.800 juta. Pertumbuhan sebesar 3,18% menunjukkan tren positif dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun demikian, peringkat secara nasional berada di urutan 122, menandakan masih ada ruang untuk meningkatkan kinerja ekonomi di tingkat yang lebih luas.
(Baca: PDRB ADHB Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang di Kep. Bangka Belitung | 2024)
Kabupaten Toli Toli
Kabupaten Toli Toli menempati posisi ke-15 di tingkat pulau, dengan nilai PDRB Perubahan Inventori sebesar Rp 154.340 juta. Pertumbuhan yang cukup signifikan sebesar 13,07% mengindikasikan adanya peningkatan aktivitas ekonomi di wilayah ini. Secara nasional, Kabupaten Toli Toli berada di peringkat 123.
Kabupaten Bondowoso
Kabupaten Bondowoso berada di peringkat 59 di tingkat pulau dengan nilai PDRB Perubahan Inventori sebesar Rp 153.260 juta. Pertumbuhan sebesar 2,72% menunjukkan adanya perbaikan ekonomi, meskipun tidak sebesar beberapa daerah lain. Peringkat secara nasional adalah 124.
Kabupaten Subang
Dengan nilai PDRB Perubahan Inventori sebesar Rp 152.130 juta, Kabupaten Subang berada di peringkat 61 di tingkat pulau. Pertumbuhan yang sangat tinggi sebesar 146,4% menunjukkan adanya peningkatan yang sangat signifikan dalam aktivitas ekonomi di wilayah ini. Namun, peringkat nasional masih berada di posisi 126.
Kabupaten Bulukumba
Kabupaten Bulukumba menduduki peringkat 16 di tingkat pulau dengan nilai PDRB Perubahan Inventori sebesar Rp 151.780 juta. Pertumbuhan negatif turun 34,82% mengindikasikan adanya penurunan aktivitas ekonomi dibandingkan tahun sebelumnya. Secara nasional, peringkat Kabupaten Bulukumba adalah 127.
Kabupaten Kapuas
Kabupaten Kapuas menempati peringkat 12 di tingkat pulau dengan nilai PDRB Perubahan Inventori sebesar Rp 150.850 juta. Pertumbuhan yang sangat negatif turun 428,94% menunjukkan penurunan aktivitas ekonomi di wilayah ini, dengan peringkat nasional berada di urutan 128.