Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat PDRB ADHB Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang Provinsi Kep. Bangka Belitung pada 2024 mencapai Rp 21,2 miliar. Angka ini menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 10,13% dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir (2021-2023) sebesar 7,57%. Namun, jika dibandingkan dengan rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir (2019-2023) sebesar 8,68%, pertumbuhan tahun 2024 masih lebih tinggi.
Pertumbuhan PDRB ADHB sektor ini mengalami fluktuasi dalam 5 tahun terakhir. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2021 sebesar 13,33%, diikuti oleh tahun 2019 yang hanya tumbuh 1,04%. Terlihat adanya peningkatan signifikan pada tahun 2024 setelah sempat melambat pada periode sebelumnya. Secara nilai, terjadi peningkatan sebesar Rp 1,95 miliar dari tahun 2023 ke 2024.
(Baca: Tenaga Kependidikan SD Negeri Sm Periode 2017-2024)
Secara ranking di Pulau Sumatera, Kep. Bangka Belitung menempati posisi ke-10 pada tahun 2024, sama dengan tahun-tahun sebelumnya dalam 5 tahun terakhir. Sementara secara nasional, ranking Kep. Bangka Belitung berada di posisi ke-35, sedikit meningkat dari posisi ke-35 pada tahun 2023. Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun terdapat pertumbuhan nilai, posisi relatif Kep. Bangka Belitung terhadap provinsi lain di Indonesia masih belum banyak berubah.
Kenaikan tertinggi dalam data historis sektor ini terjadi pada tahun 2016 dengan pertumbuhan sebesar 16,26%. Sementara pertumbuhan terendah terjadi pada tahun 2019 dengan hanya 1,04%. Terjadi anomali pada tahun 2019 di mana pertumbuhan sangat rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, namun kemudian kembali meningkat signifikan pada tahun 2021.
Secara keseluruhan, sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang di Kep. Bangka Belitung menunjukkan tren pertumbuhan positif. Meskipun terdapat fluktuasi, pertumbuhan pada tahun 2024 mengindikasikan adanya peningkatan aktivitas ekonomi pada sektor ini. Namun, posisi ranking baik di tingkat pulau maupun nasional menunjukkan bahwa potensi pertumbuhan masih perlu dioptimalkan.
Papua Barat
Papua Barat menempati peringkat ke-3 di Pulau Papua dengan nilai PDRB ADHB Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang sebesar Rp 52,22 miliar pada tahun 2024. Pertumbuhan sektor ini mencapai 9,8%, menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir.
(Baca: PDRB ADHB di Kabupaten Bogor Menurut Sektor pada 2024)
Maluku Utara
Dengan nilai Rp 41,33 miliar, Maluku Utara menduduki posisi ke-2 di Pulau Maluku. Pertumbuhan sektor ini mencapai 12,8%, menjadi salah satu yang tertinggi di antara provinsi-provinsi yang dibandingkan. Peningkatan ini menunjukkan potensi besar sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang di Maluku Utara untuk terus berkembang.
Gorontalo
Gorontalo berada di peringkat ke-6 di Pulau Sulawesi dengan nilai PDRB ADHB sebesar Rp 31 miliar. Pertumbuhan sektor ini tercatat sebesar 6,16%. Meski nilai PDRB ADHB Gorontalo tidak sebesar Papua Barat atau Maluku Utara, pertumbuhan sektor ini tetap menunjukkan adanya potensi yang perlu dikembangkan lebih lanjut.
Papua Selatan
Papua Selatan menempati peringkat ke-4 di Pulau Papua dengan nilai PDRB ADHB sebesar Rp 19,86 miliar. Pertumbuhan sektor ini tercatat sebesar 6,03%. Ranking ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam aktivitas ekonomi terkait sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang di Papua Selatan.
Papua Tengah
Papua Tengah berada di peringkat ke-5 di Pulau Papua dengan nilai PDRB ADHB sektor ini sebesar Rp 11,47 miliar. Pertumbuhan sektor ini tercatat 3,05% pada tahun 2024. Nilai ini menunjukkan bahwa sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang di Papua Tengah masih memiliki ruang untuk berkembang lebih pesat.