Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah Koperasi Simpan Pinjam (Kospin) di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada tahun 2024 sebanyak 87 koperasi. Angka ini menunjukkan penurunan signifikan sebesar 38.73% dibandingkan tahun 2021 yang mencapai 142 koperasi. Penurunan ini juga tercermin dari selisih nilai turun 55 koperasi dibandingkan tahun sebelumnya. Ranking Kota Mataram di tingkat pulau Nusa Tenggara dan Bali berada di posisi 18, sementara di tingkat nasional berada di peringkat 102.
Kondisi ini kontras dengan periode sebelumnya. Terjadi fluktuasi jumlah Kospin di Kota Mataram dalam beberapa tahun terakhir. Setelah tidak ada data tersedia di tahun 2014, pada tahun 2018 terdapat 82 Kospin, meningkat menjadi 101 pada tahun 2019, kemudian melonjak menjadi 148 pada tahun 2020, sebelum akhirnya sedikit menurun menjadi 143 pada tahun 2021 dan kembali anjlok di tahun 2024. Kenaikan tertinggi terjadi pada periode 2019-2020, dengan pertumbuhan mencapai 46.53%.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Belitung Periode 2004 - 2024)
Dibandingkan rata-rata jumlah Kospin dalam tiga tahun terakhir (2019-2021) yaitu 131 Koperasi, kondisi tahun 2024 mengalami penurunan yang cukup besar. Rata-rata jumlah Kospin dalam lima tahun terakhir (2018-2021 dan 2024) adalah 123 Koperasi, menunjukkan bahwa tahun 2024 menjadi titik terendah dalam periode tersebut. Penurunan ini menjadi anomali mengingat tren sebelumnya yang cenderung meningkat.
Secara regional di Nusa Tenggara dan Bali, Kota Mataram menempati peringkat 18 pada tahun 2024 dengan 87 koperasi. Peringkat ini menunjukkan penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, misalnya tahun 2020 dan 2021 di mana Kota Mataram berada di peringkat 8 dan 10. Posisi ini menunjukkan adanya disparitas dibandingkan wilayah lain di Nusa Tenggara dan Bali.
Secara nasional, peringkat Kota Mataram juga mengalami penurunan, dari peringkat 48 pada tahun 2021 menjadi peringkat 102 pada tahun 2024. Hal ini mengindikasikan penurunan daya saing atau perubahan kondisi internal yang signifikan dibandingkan kabupaten/kota lain di Indonesia.
Kota Malang
Kota Malang, Jawa Timur, menempati peringkat 74 di tingkat pulau dengan nilai 88 Kospin, sama dengan tahun sebelumnya. Meskipun nilai Kospinnya sama dengan tahun lalu, Kota Malang mengalami pertumbuhan 0%, selisihnya 0 Kospin dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, secara nasional, Kota Malang berada di peringkat 100.
(Baca: Persentase Jalan Kabupaten dengan Kondisi Mantap Periode 2015-2023)
Kabupaten Bondowoso
Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, juga memiliki nilai Kospin yang sama dengan Kota Malang, yaitu 88 Kospin. Dengan nilai tersebut, Bondowoso juga menduduki peringkat yang sama di tingkat pulau dengan Kota Malang, yaitu peringkat 74. Pertumbuhan Bondowoso juga stagnan di angka 0% dengan selisih 0 Kospin dibandingkan tahun sebelumnya, dan menempati ranking 100 se Indonesia.
Kabupaten Kudus
Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mencatatkan penurunan jumlah Kospin. Dengan nilai 87 Kospin, Kudus berada di peringkat 76 di tingkat pulau Jawa. Penurunan ini tercermin dari pertumbuhan negatif turun 3.33% dan selisih -3 Kospin dibandingkan tahun sebelumnya. Secara nasional, Kudus menempati peringkat 102, sama dengan Kota Mataram.
Kabupaten Situbondo
Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, menunjukkan nilai Kospin sebesar 86, menjadikannya berada di peringkat 77 di tingkat pulau. Terdapat penurunan tipis dengan pertumbuhan negatif -2.27% dan selisih -2 Kospin dari tahun sebelumnya. Secara nasional, Situbondo berada di peringkat 104.
Kabupaten Tasikmalaya
Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, juga mencatatkan nilai Kospin sebesar 86, sama dengan Situbondo. Hal ini menempatkan Tasikmalaya di peringkat yang sama di tingkat pulau, yaitu 77. Dengan pertumbuhan 2.38% dan selisih 2 Kospin dibandingkan tahun sebelumnya, Kabupaten Tasikmalaya menduduki ranking 104 se Indonesia.
Kota Cimahi
Kota Cimahi, Jawa Barat, mencatatkan nilai Kospin sebesar 84. Pertumbuhannya mencapai 2.38%, menunjukkan kenaikan sebesar 2 Kospin dibandingkan tahun sebelumnya.