Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat untuk Provinsi Papua Barat pada akhir tahun 2025, terdapat 12 desa/kelurahan yang telah memiliki fasilitas rumah sakit. Data historis sejak 2008 menunjukkan selama 17 tahun pengamatan, jumlah ini mengalami tren naik secara umum dengan pertumbuhan kumulatif sebesar 9,09 persen atau rata-rata 1,09 persen per tahun. Pada tahun 2025 terjadi penambahan 1 desa dibandingkan tahun sebelumnya, dengan laju pertumbuhan sebesar 9,09 persen.
(Baca: Harga Komoditas Nikel untuk Kontrak 3 Bulan ke Depan Turun Menuju Level US$16.775 /Ton (Kamis, 06 Agustus 2026))
Sepanjang catatan data, nilai tertinggi jumlah desa berumah sakit di provinsi ini tercatat pada tahun 2021 sebanyak 20 desa, sedangkan nilai terendah berada pada tahun awal pengamatan 2008 sebanyak 11 desa. Terjadi anomali penurunan tajam sebesar 45 persen pada tahun 2024 yang menjatuhkan jumlah dari 20 desa menjadi hanya 11 desa, sebelum akhirnya kembali sedikit naik pada tahun 2025. Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir tercatat negatif turun 10,21 persen, kondisi ini jauh lebih buruk dibanding rata-rata 5 tahun terakhir yang juga negatif turun 2,37 persen.
Untuk posisi peringkat, pada tahun 2025 Papua Barat menempati urutan ke 2 dari seluruh provinsi di wilayah Pulau Papua, dan berada di peringkat 34 secara nasional. Peringkat ini membaik dibandingkan tahun 2024 yang sempat terjatuh ke posisi 4 di lingkungan pulau dan peringkat 36 tingkat nasional. Rata-rata nilai seluruh periode pengamatan adalah sebesar 14,78 desa, sehingga jumlah desa berumah sakit pada tahun 2025 masih berada di bawah nilai rata-rata historis provinsi ini.
Papua
Provinsi Papua menempati posisi pertama teratas di wilayah Pulau Papua untuk jumlah desa berumah sakit, dengan catatan nilai akhir 17 desa pada tahun terakhir. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan nol persen dibandingkan tahun sebelumnya, tanpa penambahan maupun pengurangan jumlah desa yang memiliki fasilitas rumah sakit. Secara nasional provinsi ini berada di peringkat 31, menjadi yang terbaik dibandingkan seluruh wilayah lain di kelompok pulau bagian timur Indonesia. Nilai ini 5 desa lebih tinggi dibandingkan catatan Papua Barat pada periode yang sama.
Papua Barat Daya
(Baca: Statistik NPL Bank Umum Lapangan Usaha Listrik, Gas dan Air Periode 2015-2025)
Papua Barat Daya tercatat memiliki 12 desa yang dilayani rumah sakit pada periode terakhir, menempati urutan ke 2 di wilayah Pulau Papua berbarengan dengan Papua Barat. Wilayah ini juga mencatatkan pertumbuhan nol persen dibandingkan periode sebelumnya, dengan tidak ada perubahan jumlah desa yang tercatat. Secara nasional provinsi pemekaran ini berada di peringkat 34, memiliki posisi peringkat nasional yang benar-benar setara dengan catatan yang ditempati oleh Provinsi Papua Barat pada tahun yang sama.
Papua Tengah
Provinsi Papua Tengah mencatatkan 11 desa yang memiliki rumah sakit pada tahun terakhir, menempati peringkat ke 4 di wilayah Pulau Papua. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 21,43 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi satu-satunya wilayah di kelompok pulau Papua yang mencatatkan penurunan nilai pada periode pengamatan terakhir. Secara nasional provinsi ini berada di peringkat 36, dua tingkat di bawah posisi yang ditempati oleh Papua Barat pada tahun 2025.
Kalimantan Utara
Kalimantan Utara mencatatkan 16 desa yang memiliki fasilitas rumah sakit pada periode terakhir, menempati peringkat ke 32 secara nasional. Wilayah ini mengalami pertumbuhan sedikit sebesar 6,67 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penambahan satu desa yang mendapatkan akses fasilitas kesehatan rumah sakit. Nilai jumlah desa berumah sakit di wilayah ini lebih tinggi sebesar 4 desa dibandingkan catatan yang dimiliki oleh Provinsi Papua Barat pada tahun yang sama.
Sulawesi Barat
Sulawesi Barat tercatat memiliki 13 desa yang dilayani rumah sakit pada tahun terakhir, menempati peringkat ke 33 secara nasional. Wilayah ini mengalami pertumbuhan sebesar 8,33 persen dibandingkan periode sebelumnya, dengan penambahan satu desa yang mendapatkan akses fasilitas. Nilai jumlah desa berumah sakit di Sulawesi Barat hanya berbeda satu desa lebih banyak dibandingkan catatan Provinsi Papua Barat pada tahun 2025, dengan selisih peringkat nasional hanya satu tingkat.