Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat data PDRB ADHB Sektor Informasi dan Komunikasi Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur hingga akhir tahun 2025 menunjukkan tren naik konsisten selama 16 periode tahun sejak 2010. Sepanjang periode pengamatan, tidak pernah terjadi penurunan nilai, dengan seluruh 15 periode perbandingan tahunan selalu menunjukkan pertumbuhan positif. Nilai akhir tahun 2025 tercatat sebesar 1.312.710 juta rupiah, meningkat sebesar 94.150 juta rupiah atau tumbuh 7,73 persen dibandingkan tahun 2024.
(Baca: Update 2026: Nilai PDRB ADHB Administrasi Pemerintahan Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib di DKI Jakarta)
Sepanjang data historis, pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2016 dengan angka 10,52 persen, sementara pertumbuhan terendah tercatat pada tahun 2021 sebesar 4,86 persen. Rata-rata pertumbuhan seluruh periode mencapai 7,66 persen per tahun. Pertumbuhan 3 tahun terakhir rata-rata 6,72 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir tercatat 5,98 persen. Hal ini menunjukkan kinerja 3 tahun terakhir masih lebih baik dibandingkan rata-rata 5 tahun terakhir, namun masih sedikit berada di bawah rata-rata pertumbuhan keseluruhan periode.
Dalam wilayah Pulau Jawa, peringkat Kabupaten Probolinggo mengalami penurunan posisi secara bertahap dari peringkat 68 pada tahun 2010 menjadi peringkat 86 pada tahun 2025. Pada tingkat nasional, peringkat daerah ini juga bergeser dari posisi 101 tahun 2010 menjadi peringkat 131 pada akhir 2025. Nilai PDRB sektor informasi dan komunikasi Kabupaten Probolinggo tahun 2025 lebih rendah dibandingkan Kota Tasikmalaya, Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Sambas pada periode yang sama.
Kota Tasikmalaya
Kota Tasikmalaya mencatatkan nilai PDRB ADHB Sektor Informasi dan Komunikasi tahun 2025 sebesar 1.335.090 juta rupiah, menempati peringkat 84 di Pulau Jawa dan peringkat 128 tingkat nasional. Daerah ini mencatatkan pertumbuhan tahunan sebesar 9,62 persen, menjadi pertumbuhan tertinggi diantara seluruh wilayah perbandingan. Nilai ini melebihi Kabupaten Probolinggo sebesar 22.380 juta rupiah, dengan selisih pertumbuhan hampir 2 poin persen lebih tinggi dibandingkan kinerja Kabupaten Probolinggo pada tahun yang sama.
Kabupaten Bandung Barat
Kabupaten Bandung Barat berada pada peringkat 85 Pulau Jawa dan 129 nasional untuk tahun 2025, dengan nilai PDRB sektor tercatat 1.333.080 juta rupiah. Pertumbuhan tahunan daerah ini mencapai 5,65 persen, angka pertumbuhan yang lebih rendah dibandingkan Kabupaten Probolinggo. Meskipun nilai absolutnya masih lebih tinggi sekitar 20.370 juta rupiah, laju pertumbuhan Kabupaten Bandung Barat menunjukkan bahwa posisi peringkat dapat tergeser dalam beberapa tahun mendatang.
Kabupaten Sambas
(Baca: PDRB Kabupaten Madiun 2025: Rp27,48 Triliun, Tumbuh 5,33 Persen)
Berada di wilayah Pulau Kalimantan, Kabupaten Sambas menempati peringkat 9 di pulau sendiri dan peringkat 130 tingkat nasional. Nilai PDRB sektor informasi dan komunikasi daerah ini tercatat 1.330.010 juta rupiah tahun 2025, dengan pertumbuhan tahunan mencapai 7,19 persen. Nilai ini hanya berbeda sekitar 17.300 juta rupiah di atas nilai Kabupaten Probolinggo, dengan selisih pertumbuhan yang sangat sedikit yaitu kurang dari 0,6 poin persen dibandingkan kinerja Jawa Timur tersebut.
Kabupaten Pacitan
Kabupaten Pacitan yang juga berasal dari Pulau Jawa menempati posisi peringkat 87 pulau dan 132 tingkat nasional tahun 2025. Nilai PDRB sektor ini di daerah tersebut tercatat 1.286.710 juta rupiah, dengan pertumbuhan tahunan mencapai 7,31 persen. Nilai ini berada 25.990 juta rupiah di bawah nilai Kabupaten Probolinggo, namun laju pertumbuhannya tercatat sedikit lebih rendah hanya sekitar 0,4 poin persen dibandingkan laju pertumbuhan Kabupaten Probolinggo tahun 2025.
Kabupaten Pasaman Barat
Dari wilayah Pulau Sumatera, Kabupaten Pasaman Barat menempati peringkat 20 di wilayah pulau nya dan peringkat 133 secara nasional. Nilai PDRB Sektor Informasi dan Komunikasi daerah ini tercatat 1.284.630 juta rupiah pada tahun 2025, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 4,65 persen. Angka pertumbuhan ini merupakan yang terendah diantara seluruh wilayah perbandingan, hampir 3 poin persen lebih rendah dibandingkan pertumbuhan yang dicapai Kabupaten Probolinggo pada periode yang sama.
Kota Ternate
Kota Ternate yang berada di wilayah Maluku menempati peringkat 2 di pulau sendiri dan peringkat 134 secara nasional tahun 2025. Nilai PDRB sektor ini di daerah tersebut tercatat 1.281.380 juta rupiah, dengan pertumbuhan tahunan mencapai 7,42 persen. Meskipun menempati urutan kedua terbaik di Pulau Maluku, secara nasional posisi Kota Ternate masih berada 3 peringkat di bawah Kabupaten Probolinggo dengan selisih nilai sekitar 31.330 juta rupiah.