Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data triwulanan PDRB Harga Konstan Total Sumatera Selatan hingga akhir kuartal IV tahun 2025 sebesar 100.912,97 Rp miliar. Pada kuartal terakhir ini tercatat pertumbuhan turun 1,53% dibandingkan kuartal III 2025, dengan selisih penurunan sebesar 1.566,47 Rp miliar. Selama 15 tahun data historis tercatat sejak kuartal I 2010, nilai PDRB Sumatera Selatan terus menunjukkan tren kenaikan jangka panjang meski setiap pergantian kuartal selalu terjadi pola fluktuasi dimana setiap akhir tahun selalu diikuti penurunan sedikit pada kuartal pertama tahun berikutnya.
(Baca: Jumlah Perceraian akibat Perselisihan dan Pertengkaran Terus Menerus Periode 2018-2024)
Rata-rata pertumbuhan 3 kuartal terakhir Sumatera Selatan tercatat sebesar 1,79%, sedangkan rata-rata 5 kuartal terakhir sebesar 1,52%. Artinya performa 3 kuartal terakhir menunjukkan pertumbuhan sedikit lebih baik dibandingkan periode 5 kuartal sebelumnya. Kenaikan tertinggi sepanjang catatan historis terjadi pada kuartal IV 2023 dengan pertumbuhan 4,56%, sedangkan penurunan terendah tercatat pada kuartal IV 2020 saat terjadi kontraksi ekonomi turun 5,41%. Selama seluruh periode data, peringkat Sumatera Selatan di Pulau Sumatera tetap konsisten berada di urutan ke-3.
Untuk peringkat nasional, Sumatera Selatan menempati urutan ke-10 secara nasional pada kuartal IV 2025. Peringkat ini tidak berubah sejak 10 tahun terakhir, hanya sempat terpeleset satu peringkat pada dua periode kuartal tahun 2016 dan 2017. Dibandingkan provinsi lain di Pulau Sumatera pada periode yang sama, Sumatera Selatan berada di bawah Riau yang menempati urutan ke-2 pulau dan urutan 7 nasional, serta di atas Lampung dengan peringkat 4 pulau dan 11 nasional, juga Kepulauan Riau di peringkat 5 pulau.
Catatan historis menunjukkan pola fluktuasi yang konsisten: setiap kuartal IV selalu mencatat nilai PDRB tertinggi dalam tahun berjalan, kemudian selalu diikuti penurunan sedikit pada kuartal I tahun berikutnya. Pola ini terjadi secara berulang tanpa terkecuali pada seluruh 16 tahun data yang tercatat. Tidak ditemukan anomali diluar pola musiman ini pada seluruh periode observasi, termasuk pada tahun 2020 dimana hanya besaran penurunan yang lebih besar namun tetap mengikuti pola siklus kuartalan.
Pada kuartal IV 2025, tercatat pertumbuhan antar kuartal masih berada dalam rentang normal pola historis. Nilai 100.912,97 Rp miliar ini menjadi rekor nilai tertinggi yang pernah dicapai Sumatera Selatan sepanjang sejarah pencatatan data PDRB harga konstan. Meskipun terjadi penurunan sedikit dibandingkan kuartal sebelumnya, angka ini masih 2,25% lebih tinggi dibandingkan nilai kuartal IV tahun 2024.
Riau
Riau menempati peringkat 2 di Pulau Sumatera dan peringkat 7 secara nasional pada kuartal terakhir 2025, dengan nilai PDRB harga konstan sebesar 152.957,41 Rp miliar. Nilai ini menjadi yang tertinggi diantara seluruh provinsi yang tercatat dalam data perbandingan, dengan pertumbuhan sebesar 0,12% dibandingkan kuartal sebelumnya. Rata-rata pertumbuhan 6 kuartal terakhir Riau tercatat sebesar 1,12%, menjadikan provinsi ini secara konsisten mempertahankan posisi teratas kedua di wilayah Sumatera selama lebih dari satu dekade terakhir, dengan jarak nilai yang cukup jauh dibandingkan Sumatera Selatan yang berada satu peringkat dibawahnya.
Banten
Banten tercatat menempati peringkat 5 di wilayah Pulau Jawa dan peringkat 8 secara nasional pada periode kuartal IV 2025, dengan nilai PDRB harga konstan sebesar 143.520,64 Rp miliar. Provinsi ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 2,22% dibandingkan kuartal sebelumnya, menjadi pertumbuhan tertinggi kedua diantara seluruh wilayah yang dibandingkan. Nilai Banten sekitar 42% lebih besar dibandingkan nilai PDRB Sumatera Selatan pada periode yang sama, meski secara pertumbuhan triwulanan hanya terpaut sekitar 3,75 poin persen dari capaian Sumatera Selatan di kuartal yang sama.
(Baca: Provinsi DKI Jakarta Ekspor US$10,58 Juta Kopi Teh Coklat Rempah Rempah)
Sulawesi Selatan
Sulawesi Selatan berhasil menempati peringkat 1 teratas di seluruh wilayah Pulau Sulawesi dan peringkat 9 secara nasional pada kuartal terakhir 2025, dengan nilai PDRB harga konstan sebesar 107.626,13 Rp miliar. Pada periode ini tercatat pertumbuhan turun 0,42% dibandingkan kuartal sebelumnya, terjadi penurunan sedikit namun masih berhasil mempertahankan posisi teratas di wilayahnya. Nilai PDRB Sulawesi Selatan sekitar 6,6% lebih besar dibandingkan Sumatera Selatan, dan berada tepat satu peringkat diatas Sumatera Selatan dalam daftar peringkat nasional seluruh provinsi di Indonesia.
Lampung
Lampung menempati posisi peringkat 4 di wilayah Pulau Sumatera dan peringkat 11 secara nasional pada kuartal IV 2025, dengan nilai PDRB harga konstan sebesar 74.238,35 Rp miliar. Provinsi ini mencatatkan penurunan sebesar 3,05% dibandingkan kuartal sebelumnya, menjadi penurunan terbesar diantara seluruh wilayah yang tercatat dalam data perbandingan. Nilai PDRB Lampung sekitar 26% lebih kecil dibandingkan nilai Sumatera Selatan, dan berada tepat satu peringkat dibawah Sumatera Selatan dalam urutan peringkat nasional seluruh provinsi Indonesia.
Sulawesi Tengah
Sulawesi Tengah tercatat berada di peringkat 2 wilayah Pulau Sulawesi dan peringkat 12 secara nasional pada kuartal terakhir tahun 2025, dengan nilai PDRB harga konstan sebesar 61.751,59 Rp miliar. Provinsi ini mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 4,29% dibandingkan kuartal sebelumnya, menjadi pertumbuhan tertinggi kedua diantara seluruh wilayah yang dibandingkan. Secara nilai, PDRB Sulawesi Tengah sekitar 39% lebih kecil dibandingkan capaian Sumatera Selatan, namun memiliki laju pertumbuhan triwulanan yang hampir 3 kali lipat lebih tinggi dibandingkan periode yang sama.
Kep. Riau
Kepulauan Riau menempati peringkat 5 di wilayah Pulau Sumatera dan peringkat 13 secara nasional pada kuartal IV tahun 2025, dengan nilai PDRB harga konstan sebesar 59.767,12 Rp miliar. Provinsi ini berhasil mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,35% dibandingkan kuartal sebelumnya, menjadi pertumbuhan tertinggi secara absolut diantara seluruh provinsi yang tercatat dalam data perbandingan. Meski memiliki nilai PDRB sekitar 40% lebih kecil dibandingkan Sumatera Selatan, laju pertumbuhan triwulanan Kepulauan Riau menjadi yang tercepat di seluruh wilayah yang diamati pada periode ini.