Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data triwulanan PDRB Harga Konstan Total Provinsi Gorontalo periode hingga Kuartal II 2026 sebesar 9136,19 Rp miliar. Data historis sejak Maret 2010 menunjukkan tren naik secara konsisten selama 16 tahun observasi, dengan total peningkatan mencapai 133,06% dari nilai pertama yang tercatat. Pada kuartal terakhir Juni 2026, terjadi kenaikan sebesar 1,59% dibandingkan kuartal sebelumnya dengan penambahan nilai sebesar 142,6 Rp miliar.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Bener Meriah | 2005 - 2025)
Nilai PDRB Gorontalo pada kuartal tercatat berada di atas rata-rata historis seluruh periode. Rata-rata pertumbuhan 3 kuartal terakhir tercatat 1,17%, lebih rendah dibanding rata-rata 5 kuartal terakhir yang mencapai 1,57%. Hal ini menunjukkan perlambatan kecil laju pertumbuhan ekonomi riil Gorontalo dalam tiga periode terbaru dibandingkan setahun terakhir. Sepanjang riwayat data, kenaikan tertinggi terjadi pada Desember 2016 sebesar 7,31%, sedangkan penurunan terdalam tercatat pada Juni 2020 turun 3,74%.
Selama seluruh periode pengamatan, peringkat PDRB Gorontalo di wilayah Pulau Sulawesi secara konsisten berada di urutan ke-6. Secara nasional, peringkat provinsi ini perlahan turun dari posisi 33 pada awal periode menjadi peringkat 35 pada kuartal II 2026. Dibandingkan provinsi lain di pulau yang sama, Sulawesi Barat mencatat pertumbuhan 6,48% pada periode yang sama, jauh di atas capaian Gorontalo.
Nilai PDRB riil Gorontalo mengalami fluktuasi naik turun pada setiap triwulan, dengan 45 periode tercatat mengalami kenaikan dan 20 periode mengalami penurunan. Tidak ada periode stagnan tercatat sepanjang 66 triwulan data yang diamati. Nilai terendah seluruh riwayat tercatat pada Juni 2010 sebesar 3740,48 Rp miliar, sedangkan nilai tertinggi sepanjang sejarah dicapai tepat pada kuartal terakhir Juni 2026.
Sepanjang 5 kuartal terakhir, rata-rata penambahan nilai per triwulan mencapai 167,2 Rp miliar. Pada kuartal II 2026, penambahan nilai yang dicapai sebesar 142,6 Rp miliar sedikit berada di bawah rata-rata periode tersebut. Tren linear keseluruhan data menunjukkan penambahan nilai rata-rata sebesar 79,36 Rp miliar setiap triwulan sepanjang 16 tahun terakhir.
Papua Barat
Provinsi Papua Barat menempati peringkat 32 secara nasional dan peringkat 1 di wilayah Pulau Papua pada kuartal terakhir, dengan nilai PDRB Harga Konstan Total tercatat 13549,85 Rp miliar. Wilayah ini mengalami penurunan sedikit sebesar 0,12% dibandingkan kuartal sebelumnya, menjadikannya satu-satunya wilayah dalam kelompok perbandingan yang mencatat pertumbuhan negatif pada periode tersebut. Nilai ekonomi riil wilayah ini hampir 48% lebih besar dibandingkan capaian Gorontalo pada periode yang sama.
Sulawesi Barat
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Jawa Barat 2025)
Sulawesi Barat mencatat pertumbuhan PDRB riil tertinggi di antara seluruh wilayah perbandingan yaitu sebesar 6,48% pada kuartal II 2026. Dengan nilai tercatat 10299,42 Rp miliar, provinsi ini menempati peringkat 5 di wilayah Pulau Sulawesi dan peringkat 33 secara nasional. Pertumbuhan yang dicapai Sulawesi Barat lebih dari 4 kali lipat laju pertumbuhan yang berhasil dicapai Gorontalo pada periode yang sama.
Maluku
Provinsi Maluku menempati peringkat 34 secara nasional dengan nilai PDRB Harga Konstan Total sebesar 9975,32 Rp miliar pada kuartal terakhir. Wilayah ini mencatat pertumbuhan sebesar 1,11%, sedikit di bawah rata-rata pertumbuhan 3 kuartal terakhir Gorontalo. Secara peringkat pulau, Maluku menempati urutan teratas di wilayahnya, dengan nilai ekonomi riil sekitar 9,2% lebih besar dibandingkan Gorontalo.
Papua Barat Daya
Papua Barat Daya mencatat nilai PDRB riil sebesar 6624,56 Rp miliar dengan pertumbuhan sangat kecil hanya 0,03% pada kuartal terakhir. Provinsi ini menempati peringkat 4 di wilayah Pulau Papua dan peringkat 36 secara nasional. Nilai ekonomi wilayah ini sekitar 27,5% lebih rendah dibandingkan capaian Gorontalo pada periode pengamatan yang sama.
Papua Selatan
Papua Selatan mencatat pertumbuhan PDRB sebesar 2,47% pada kuartal II 2026 dengan nilai total tercatat 5144,63 Rp miliar. Wilayah ini menempati peringkat 5 di Pulau Papua dan peringkat 37 secara nasional. Pertumbuhan yang dicapai wilayah ini lebih tinggi dibandingkan capaian Gorontalo, meskipun nilai total PDRB nya hanya sekitar 56% dari nilai ekonomi riil Gorontalo.
Papua Pegunungan
Papua Pegunungan menempati urutan terbawah yaitu peringkat 6 di wilayah Pulau Papua dan peringkat 38 secara nasional pada kuartal terakhir. Dengan nilai PDRB Harga Konstan Total sebesar 3691,53 Rp miliar, wilayah ini mencatat pertumbuhan 3,22% atau menjadi yang tertinggi kedua setelah Sulawesi Barat di antara seluruh wilayah perbandingan. Nilai ekonomi wilayah ini hanya sekitar 40% dari capaian PDRB Gorontalo pada periode yang sama.