Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan semester Kabupaten Bener Meriah Aceh tahun 2025. Persentase penduduk miskin wilayah ini tercatat 16,20 persen, turun 10,89 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin berkurang sebesar 2.780 jiwa menjadi total 25.590 jiwa pada periode ini.
(Baca: BPS: Inflasi Yoy Kota Jayapura pada Juli 2026 Sebesar 1,9%)
Sepanjang periode 2005 sampai 2025, persentase kemiskinan wilayah ini pernah mencapai nilai tertinggi 29,21 persen pada tahun 2008. Tahun 2025 mencatatkan nilai persentase kemiskinan terendah sepanjang catatan historis. Posisi peringkat nasional berada di urutan 70 dari total 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia.
Dibanding rata-rata 3 tahun terakhir, angka kemiskinan 2025 tercatat lebih rendah 2,03 persen. Sementara dibanding rata-rata 5 tahun terakhir, nilai ini lebih rendah 2,51 persen. Penurunan terbesar persentase kemiskinan terjadi pada tahun 2025 ini, sedangkan kenaikan tertinggi pernah tercatat 10,02 persen pada tahun 2008.
Kabupaten Gayo Lues
Berada di peringkat 64 nasional untuk persentase kemiskinan dengan nilai 16,77 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 16.590 jiwa dengan penurunan 7,47 persen tahun lalu. Garis kemiskinan wilayah ini ditetapkan sebesar 567,20 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 34,97 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Pidie Jaya
Peringkat 72 nasional persentase kemiskinan dengan catatan 16,12 persen, sedikit lebih rendah dibanding Bener Meriah. Jumlah penduduk miskin sebanyak 27.620 jiwa, turun 10,76 persen dibanding periode sebelumnya. Pendapatan per kapita wilayah ini tercatat 29,75 juta rupiah per tahun, dengan garis kemiskinan 610,76 ribu rupiah per kapita per bulan.
(Baca: Statistik Kredit Bank Umum Lapangan Usaha Pertambangan dan Penggalian Periode 2015-2026)
Kabupaten Pidie
Peringkat 67 nasional untuk indikator persentase kemiskinan dengan nilai 16,46 persen. Wilayah ini mencatatkan jumlah penduduk miskin terbanyak yaitu 77.700 jiwa, dengan penurunan 10,58 persen pada tahun terakhir. Garis kemiskinan ditetapkan 618,45 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita mencapai 34,06 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Aceh Barat
Menduduki peringkat 80 nasional persentase kemiskinan dengan nilai 15,50 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 34.550 jiwa, turun 10,93 persen dibanding tahun sebelumnya. Wilayah ini memiliki pendapatan per kapita tertinggi yaitu 71,02 juta rupiah per tahun, dengan garis kemiskinan 652,01 ribu rupiah per kapita per bulan.
Kabupaten Simeulue
Peringkat 79 nasional persentase kemiskinan dengan nilai 15,52 persen. Jumlah penduduk miskin sebanyak 15.580 jiwa, mengalami penurunan 11,43 persen pada periode terakhir. Garis kemiskinan wilayah ini 586,51 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita tercatat 34,33 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Aceh Singkil
Berada di peringkat 62 nasional untuk persentase kemiskinan dengan nilai 17,07 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 22.510 jiwa, turun 9,38 persen dibanding tahun sebelumnya. Garis kemiskinan wilayah ini ditetapkan 619,32 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 27,12 juta rupiah per tahun.