Kementerian Agama mencatat jumlah penduduk menganut agama Budha di Sulawesi Tenggara pada tahun 2024 sebanyak 1301 jiwa. Data historis menunjukkan fluktuasi. Sempat mengalami kenaikan signifikan dari 1008 jiwa pada 2015 menjadi 2188 jiwa pada 2020, kemudian mengalami penurunan hingga mencapai titik terendahnya dalam lima tahun terakhir di angka 1301 jiwa. Penurunan ini mengindikasikan adanya perubahan demografis atau faktor lain yang memengaruhi keyakinan agama di wilayah tersebut.
Dibandingkan rata-rata tiga tahun sebelumnya (2021-2023) sebesar 1343.67 jiwa, jumlah penduduk Budha pada 2024 sedikit menurun sekitar 3.17%. Jika dibandingkan dengan rata-rata lima tahun sebelumnya (2019-2023) sebesar 1611.4 jiwa, penurunan pada tahun 2024 mencapai 19.26%. Kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2020 dengan pertumbuhan 45.67% dibandingkan tahun 2019, sedangkan penurunan terendah terjadi pada tahun 2024 dengan penurunan 1.59% dibandingkan tahun 2023.
(Baca: Produksi Padi Periode 2013-2024)
Secara regional di Sulawesi, Sulawesi Tenggara menempati peringkat ke-4 untuk jumlah penduduk beragama Budha pada tahun 2024. Di tingkat nasional, Sulawesi Tenggara berada di peringkat ke-28. Hal ini menunjukkan bahwa proporsi penduduk beragama Budha di Sulawesi Tenggara relatif kecil dibandingkan provinsi lain di Indonesia. Posisi ini tidak berubah dari tahun sebelumnya, mengindikasikan stabilitas dalam komposisi keagamaan di provinsi tersebut.
Kenaikan tertinggi jumlah penduduk beragama Budha di Sulawesi Tenggara terjadi pada periode 2019-2020, dengan penambahan sebesar 686 jiwa. Anomali ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti migrasi masuk penduduk beragama Budha atau peningkatan kesadaran dan pengakuan identitas agama. Sebaliknya, penurunan terbesar terjadi pada periode 2020-2021, dengan pengurangan sebesar 490 jiwa, yang mungkin disebabkan oleh migrasi keluar atau perubahan keyakinan.
Secara keseluruhan, data ini menunjukkan dinamika jumlah penduduk beragama Budha di Sulawesi Tenggara. Meskipun mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir, penting untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi perubahan ini agar dapat merumuskan kebijakan yang inklusif dan mendukung keberagaman agama di wilayah tersebut. Pemantauan dan analisis data secara berkelanjutan diperlukan untuk memahami tren jangka panjang dan dampaknya terhadap masyarakat.
DI Yogyakarta
DI Yogyakarta menempati peringkat ke-6 secara nasional dengan 2957 jiwa. Walaupun begitu, jumlah tersebut menunjukkan penurunan sebesar 1.56%, atau sebesar 47 jiwa dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini menjadikan DI Yogyakarta sebagai daerah dengan penurunan moderat.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Sulawesi Tenggara 2018 - 2024)
Bengkulu
Bengkulu dengan jumlah 2050 jiwa menempati ranking 26 di Indonesia. Provinsi ini mengalami penurunan tipis sebesar 0.53%, atau sejumlah 11 jiwa. Dengan penurunan tersebut, Bengkulu termasuk provinsi dengan perubahan tidak signifikan.
Papua
Papua menduduki peringkat pertama di pulau Papua dan 27 di Indonesia dengan jumlah penduduk beragama Budha sebanyak 1576 jiwa. Dibandingkan tahun sebelumnya, terjadi penurunan sebesar 1.75% atau 28 jiwa. Perolehan ini menunjukkan bahwa Papua masih menjadi daerah dengan jumlah penduduk Budha signifikan di wilayahnya.
Gorontalo
Gorontalo menduduki peringkat ke-5 di Pulau Sulawesi. Jumlah penduduk beragama Budha di provinsi ini adalah 919 jiwa. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, terdapat penurunan sebesar 0.97% atau 9 jiwa.
Papua Barat Daya
Papua Barat Daya memiliki 602 jiwa penduduk yang beragama Budha dan berada di posisi kedua di pulau Papua. Secara nasional, wilayah ini menduduki peringkat ke-30. Dibandingkan tahun sebelumnya, terjadi penurunan sangat kecil yaitu hanya 0.17% atau 1 jiwa.
Sulawesi Barat
Sulawesi Barat berada di peringkat ke-6 di pulau Sulawesi dengan jumlah penduduk beragama Budha sebanyak 402 jiwa. Provinsi ini justru mengalami peningkatan 1.01% atau 4 jiwa dari tahun sebelumnya. Hal ini menjadikan Sulawesi Barat sebagai satu-satunya wilayah di antara data perbandingan yang mengalami pertumbuhan positif.