Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat untuk Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan pada akhir tahun 2025 terdapat 5 desa yang mayoritas keluarga menggunakan gas kota sebagai bahan bakar memasak. Angka ini turun sedikit sebesar 16,67 persen dibandingkan tahun 2024, dengan selisih pengurangan sebanyak 1 desa dari total sebelumnya. Sepanjang periode data sejak 2014, catatan nilai desa tertinggi terjadi pada tahun pertama yaitu 7 desa, sedangkan titik terendah tercatat pada tahun 2020 dengan hanya 1 desa yang memenuhi kriteria tersebut.
Secara tren 5 tahun terakhir, data menunjukkan fluktuasi tajam dimana pernah terjadi kontraksi pertumbuhan sebesar 85,71 persen pada tahun 2020, kemudian diikuti kenaikan berturut-turut hingga tahun 2024 dengan pertumbuhan tertinggi mencapai 200 persen pada tahun 2022. Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir mencapai 94,44 persen, angka ini secara signifikan lebih tinggi dibanding rata-rata pertumbuhan seluruh periode yang hanya tercatat 49,40 persen. Peringkat Kabupaten Banyuasin di tingkat pulau Sumatera juga membaik dari peringkat 41 pada tahun 2020 menjadi peringkat 13 pada tahun 2025, sementara peringkat nasional naik dari posisi 97 menjadi 27 secara bertahap.
Nilai desa gas kota tahun 2025 di Kabupaten Banyuasin tercatat berada di atas rata-rata seluruh periode data, meskipun terjadi penurunan sedikit dibanding tahun sebelumnya. Secara kumulatif sepanjang 11 tahun periode pencatatan, terjadi penurunan total sebesar 28,57 persen jumlah desa, dengan tingkat penurunan tahunan rata-rata sebesar 8,07 persen. Dari seluruh periode yang tercatat, terjadi 2 kali periode kenaikan dan 2 kali periode penurunan, tanpa ada periode nilai yang stagnan.
Kota Surabaya
Kota Surabaya mencatat nilai 5 desa yang mayoritas keluarga menggunakan gas kota untuk memasak pada periode terakhir, sama persis dengan nilai Kabupaten Banyuasin. Wilayah ini mencatat pertumbuhan sebesar 25 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penambahan sebanyak 1 desa. Di tingkat pulau Jawa, Kota Surabaya berada di peringkat 10, dan memiliki peringkat nasional yang sama persis dengan Kabupaten Banyuasin yaitu posisi 27 se-Indonesia. Nilai pertumbuhan positif ini membuat Kota Surabaya menjadi satu-satunya wilayah dari daftar perbandingan yang mencatat kenaikan jumlah desa pada tahun terakhir.
Kabupaten Sarolangun
Kabupaten Sarolangun dari wilayah Sumatera mencatat nilai 5 desa pada periode terakhir, tanpa ada perubahan jumlah desa dibandingkan tahun sebelumnya sehingga pertumbuhan tercatat 0 persen. Wilayah ini berada di peringkat 13 tingkat pulau Sumatera, memiliki posisi peringkat yang sama persis dengan Kabupaten Banyuasin di tingkat pulau. Peringkat nasional Kabupaten Sarolangun juga tercatat di posisi 27, menunjukan bahwa pada tahun terakhir terdapat beberapa wilayah di Indonesia yang memiliki jumlah desa gas kota yang identik.
Kota Medan
Kota Medan sebagai wilayah Sumatera juga mencatat nilai 5 desa pada periode terakhir, sama persis dengan nilai Kabupaten Banyuasin, Kabupaten Sarolangun dan Kota Surabaya. Wilayah ini juga mencatat pertumbuhan 0 persen, tanpa ada penambahan maupun pengurangan jumlah desa dibandingkan tahun sebelumnya. Peringkat tingkat pulau Kota Medan tercatat di posisi 13, sama dengan Kabupaten Banyuasin dan Kabupaten Sarolangun, sementara peringkat nasional juga tercatat di posisi 27 se-Indonesia.
Kota Langsa
Kota Langsa mencatat nilai 5 desa pada periode terakhir, namun wilayah ini mengalami penurunan sebesar 37,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan pengurangan sebanyak 3 desa. Penurunan ini jauh lebih besar dibandingkan penurunan yang dialami Kabupaten Banyuasin pada tahun yang sama. Wilayah ini berada di peringkat 13 tingkat pulau Sumatera, dengan peringkat nasional yang sama yaitu posisi 27 se-Indonesia, menjadikan seluruh wilayah dalam daftar perbandingan memiliki peringkat nasional yang identik pada tahun terakhir.