Virus Covid-19 varian Omicron (B.1.1.529) di dunia semakin menyebar dan telah mencapai 6,5 juta kasus pada Selasa, 28 Februari 2023. Berdasarkan data GISAID, Hongaria tercatat memiliki penambahan kasus Omicron terbanyak, yaitu 381 kasus. Jumlah total kasus varian Omicron di Hongaria saat ini setara dengan 0,01 persen dari total kasus di dunia.
(Baca: Kematian karena Covid-19 di Eropa Seminggu 1.356 Jiwa, Tertinggi di Austria)
Menyusul Puerto Rico dengan pertumbuhan kasus Omicron secara mingguan mencapai 8,67 persen. Sedangkan untuk data harian angka penambahan kasus Omicron di negara ini naik 0,34 persen dibanding hari sebelumnya yang tercatat 13.000 jiwa.
Selanjutnya, Cina (RRC - Tiongkok) dengan penambahan kasus Omicron 15.774 kasus (naik 4,08%), Brunei Darussalam dengan penambahan kasus Omicron 4.679 kasus (naik empat%) dan Chili dengan penambahan kasus Omicron 23.013 kasus (naik 2,66%)
(Baca: Kematian karena Covid-19 di Amerika Seminggu 2.403 Jiwa, Tertinggi di Brazil)
Sementara untuk penambahan kasus Omicron di Indonesia, hingga data hari ini tercatat ada 34.466 kasus atau naik 0,06 persen dibandingkan hari sebelumnya. Sejak pertama kali termonitor, Omicron di Indonesia terus bergerak naik.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau semua pihak untuk tetap waspada menghadapi lonjakan kasus Omicron di seluruh dunia tersebut. Masyarakat diimbau untuk selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.