Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Garis Kemiskinan Provinsi Gorontalo tahun 2025 sebesar 2.4, mengalami sedikit kenaikan sebesar 0.1 dibandingkan tahun 2024 (2.3) dengan pertumbuhan 4.35%. Secara historis, indeks ini menunjukkan perkembangan yang fluktuatif dari tahun 1999 hingga 2025: nilai awal tahun 1999 adalah 7.14, kemudian mengalami penurunan signifikan pada tahun 2012 turun 53.23% menjadi 1.74, dan kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2003 sebesar 13.45% menjadi 7.02. Rata-rata indeks selama 3 tahun terakhir (2023-2025) adalah 2.54, sedangkan rata-rata selama 5 tahun terakhir (2021-2025) adalah 2.67, sehingga nilai tahun 2025 berada di bawah rata-rata 5 tahun terakhir dan sedikit di bawah rata-rata 3 tahun terakhir.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Sulawesi Utara 2018 - 2024)
Ranking Indeks Garis Kemiskinan Gorontalo menurut pulau Sulawesi pada tahun 2025 tetap berada di posisi 1, sama seperti sebagian besar tahun kecuali tahun 2012 ketika turun ke posisi 5. Secara nasional, Gorontalo menempati peringkat 5 pada tahun 2025, sama dengan tahun 2024. Dibandingkan provinsi lain di Indonesia yang masuk lima besar indeks tertinggi, Gorontalo memiliki nilai yang lebih rendah dibandingkan Papua (3.61), Maluku (3.14), Nusa Tenggara Timur (2.89), dan Papua Barat (2.75).
Papua
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Garis Kemiskinan Provinsi Papua tahun 2025 menempati peringkat 1 se-Indonesia dan peringkat 1 di pulau Papua dengan nilai sebesar 3.61. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 1.03 dibandingkan tahun sebelumnya (2024) dengan pertumbuhan -22.2%. Rata-rata indeks selama 3 tahun terakhir (2023-2025) menunjukkan tren penurunan yang signifikan, dengan nilai dua tahun sebelumnya sebesar 6.25 yang jauh lebih tinggi dibandingkan tahun 2025. Dibandingkan provinsi lain di lima besar indeks tertinggi, Papua memiliki nilai tertinggi, bahkan lebih tinggi 1.21 poin dibandingkan Gorontalo (2.4). Peringkat ini konsisten di posisi 1 selama beberapa tahun terakhir, menunjukkan bahwa provinsi ini masih memiliki indeks garis kemiskinan yang paling tinggi di Indonesia, meskipun ada penurunan yang cukup besar pada tahun 2025. Penurunan ini menunjukkan upaya pemerintah provinsi Papua dalam menekan tingkat kemiskinan, meskipun masih perlu upaya lebih untuk menyusul provinsi lain dengan indeks yang lebih rendah.
Maluku
Provinsi Maluku menempati peringkat 2 se-Indonesia dan peringkat 1 di pulau Maluku untuk Indeks Garis Kemiskinan tahun 2025 dengan nilai sebesar 3.14. Nilai ini mengalami sedikit kenaikan sebesar 0.57 dibandingkan tahun sebelumnya (2024) dengan pertumbuhan 22.18%. Rata-rata indeks selama 5 tahun terakhir menunjukkan bahwa nilai ini fluktuatif, dengan nilai dua tahun sebelumnya sebesar 3.08 yang hampir sama dengan tahun 2025. Dibandingkan provinsi lain di lima besar, Maluku berada di posisi kedua setelah Papua, dengan nilai yang lebih tinggi 0.7 poin dibandingkan Gorontalo (2.4). Peringkat ini konsisten di posisi 2 selama beberapa tahun terakhir, menunjukkan bahwa Maluku masih termasuk provinsi dengan indeks garis kemiskinan tinggi di Indonesia. Kenaikan pada tahun 2025 menunjukkan bahwa ada faktor yang menyebabkan indeks ini naik kembali, meskipun tidak sebesar kenaikan pada tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah provinsi Maluku perlu memantau faktor-faktor ini untuk mencegah kenaikan lebih lanjut pada tahun mendatang.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan Besar untuk Rokok dan Tembakau Kab. Mappi | 2024)
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Timur (NTT) menempati peringkat 3 se-Indonesia dan peringkat 1 di pulau Nusa Tenggara dan Bali untuk Indeks Garis Kemiskinan tahun 2025 dengan nilai sebesar 2.89. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 0.68 dibandingkan tahun sebelumnya (2024) dengan pertumbuhan -19.05%. Rata-rata indeks selama 3 tahun terakhir menunjukkan tren penurunan, dengan nilai dua tahun sebelumnya sebesar 3.33 yang lebih tinggi dibandingkan tahun 2025. Dibandingkan provinsi lain di lima besar, NTT berada di posisi ketiga, dengan nilai yang lebih tinggi 0.49 poin dibandingkan Gorontalo (2.4). Peringkat ini konsisten di posisi 3 selama beberapa tahun terakhir, menunjukkan bahwa NTT masih memiliki indeks garis kemiskinan yang tinggi meskipun ada penurunan pada tahun 2025. Penurunan ini menunjukkan bahwa upaya pemerintah provinsi NTT dalam menekan tingkat kemiskinan telah memberikan hasil, meskipun masih perlu upaya lebih untuk menyusul provinsi dengan indeks yang lebih rendah seperti Gorontalo.
Papua Barat
Provinsi Papua Barat menempati peringkat 4 se-Indonesia dan peringkat 2 di pulau Papua untuk Indeks Garis Kemiskinan tahun 2025 dengan nilai sebesar 2.75. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 1.82 dibandingkan tahun sebelumnya (2024) dengan pertumbuhan -39.82%. Rata-rata indeks selama 5 tahun terakhir menunjukkan tren penurunan yang signifikan, dengan nilai dua tahun sebelumnya sebesar 4.94 yang jauh lebih tinggi dibandingkan tahun 2025. Dibandingkan provinsi lain di lima besar, Papua Barat berada di posisi keempat, dengan nilai yang lebih tinggi 0.35 poin dibandingkan Gorontalo (2.4). Peringkat ini menunjukkan bahwa Papua Barat berhasil menurunkan indeks garis kemiskinannya secara signifikan pada tahun 2025, sehingga turun dari posisi sebelumnya. Penurunan ini menunjukkan bahwa upaya pemerintah provinsi Papua Barat dalam menekan tingkat kemiskinan telah memberikan hasil yang cukup besar, dan jika terus berlanjut, provinsi ini dapat menyusul provinsi dengan indeks yang lebih rendah seperti Gorontalo dalam beberapa tahun mendatang.
Gorontalo
Provinsi Gorontalo menempati peringkat 5 se-Indonesia dan peringkat 1 di pulau Sulawesi untuk Indeks Garis Kemiskinan tahun 2025 dengan nilai sebesar 2.4. Nilai ini mengalami sedikit kenaikan sebesar 0.1 dibandingkan tahun sebelumnya (2024) dengan pertumbuhan 4.35%. Rata-rata indeks selama 3 tahun terakhir (2023-2025) adalah 2.54, sedangkan rata-rata selama 5 tahun terakhir (2021-2025) adalah 2.67, sehingga nilai tahun 2025 berada di bawah kedua rata-rata tersebut. Dibandingkan provinsi lain di lima besar, Gorontalo memiliki nilai terendah, menunjukkan bahwa provinsi ini berhasil menurunkan indeks garis kemiskinannya secara signifikan selama beberapa tahun terakhir. Peringkat ini konsisten di posisi 5 selama beberapa tahun terakhir, dengan peringkat pulau tetap di posisi 1 kecuali tahun 2012 ketika turun ke posisi 5. Kenaikan sedikit pada tahun 2025 menunjukkan bahwa ada faktor yang menyebabkan indeks ini naik kembali, meskipun tidak sebesar kenaikan pada tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah provinsi Gorontalo perlu memantau faktor-faktor ini untuk mencegah kenaikan lebih lanjut pada tahun mendatang.