Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk rokok dan tembakau di Kabupaten Mappi, Papua Selatan, mencapai 75.884 rupiah pada tahun 2024. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 36,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 55.538 rupiah. Pengeluaran ini menyumbang sekitar 58 persen dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa di wilayah tersebut, yang sebesar 129.590 rupiah.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan Besar untuk Rokok dan Tembakau Kab. Demak | 2024)
Dari tahun 2018 hingga 2024, pengeluaran rokok dan tembakau di Kabupaten Mappi mengalami fluktuasi yang jelas. Tahun 2018, pengeluaran masih sebesar 41.549 rupiah, lalu naik sebesar 56,2 persen menjadi 64.891 rupiah pada 2019. Tahun 2020, pengeluaran tertinggi tercapai sebesar 89.926 rupiah dengan pertumbuhan 38,6 persen, sebelum sedikit turun menjadi 79.005 rupiah pada 2021 dengan penurunan 12,1 persen. Tahun 2022, pengeluaran naik sedikit menjadi 86.038 rupiah, lalu turun secara signifikan menjadi 55.538 rupiah pada 2023 dengan penurunan 35,4 persen, sebelum kembali naik tajam pada 2024.
Pengeluaran rokok dan tembakau di Kabupaten Mappi pada 2024 lebih tinggi dibandingkan pengeluaran per kapita sebulan untuk kecantikan (33.469 rupiah) dan sabun mandi (51.096 rupiah), namun lebih rendah dibandingkan pengeluaran untuk makanan jadi (77.166 rupiah) dan perawatan (113.872 rupiah). Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk semua barang jasa di wilayah ini sebesar 129.590 rupiah, sehingga pengeluaran rokok dan tembakau menjadi komponen pengeluaran terbesar di antara kategori yang dicatat.
Di tingkat provinsi Papua Selatan, Kabupaten Mappi menempati peringkat keempat untuk pengeluaran rokok dan tembakau pada 2024. Peringkat pertama dipegang oleh Kabupaten Merauke dengan pengeluaran 188.493 rupiah (naik 25 persen dari tahun sebelumnya), diikuti Kabupaten Boven Digoel (136.990 rupiah, naik 19,9 persen), Kabupaten Asmat (88.545 rupiah, naik 42,2 persen), dan terakhir Kabupaten Mappi. Pertumbuhan pengeluaran rokok dan tembakau di Mappi pada 2024 menjadi yang kedua tertinggi setelah Kabupaten Asmat.
Jika dilihat dari rata-rata lima tahun terakhir (2019-2023), pengeluaran rokok dan tembakau di Mappi sebesar 74.880 rupiah per kapita sebulan. Angka 2024 (75.884 rupiah) sedikit lebih tinggi dari rata-rata tersebut, menunjukkan bahwa pengeluaran pada tahun ini berada di atas tingkat rata-rata lima tahun sebelumnya. Namun, jika dibandingkan dengan rata-rata tiga tahun terakhir (2021-2023) sebesar 73.527 rupiah, pengeluaran 2024 juga menunjukkan kenaikan yang signifikan.
(Baca: Persentase Rata-Rata Pengeluaran per Kapita Sebulan untuk Makanan di Perdesaan Periode 2013-2023)
Kabupaten Merauke
Kabupaten Merauke menempati peringkat pertama di Papua Selatan untuk rata-rata pengeluaran per kapita sebulan makanan dan bukan makanan pada 2024, dengan nilai sebesar 1.966.621 rupiah. Angka ini naik sedikit sebesar 1 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar 1.946.885 rupiah. Pengeluaran bukan makanan di wilayah ini sebesar 1.014.973 rupiah pada 2024, dengan pertumbuhan 16,6 persen dari tahun sebelumnya, dan pengeluaran makanan sebesar 951.648 rupiah, naik 5,7 persen. Peringkat ini tetap sama seperti tahun sebelumnya, menunjukkan dominasi Merauke dalam pengeluaran masyarakat di provinsi ini.
Kabupaten Boven Digoel
Kabupaten Boven Digoel menempati peringkat kedua di Papua Selatan untuk rata-rata pengeluaran per kapita sebulan makanan dan bukan makanan pada 2024, dengan nilai sebesar 1.119.218 rupiah. Angka ini turun secara signifikan sebesar 17,3 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar 1.353.428 rupiah. Pengeluaran bukan makanan di wilayah ini sebesar 468.083 rupiah pada 2024, turun sedikit sebesar 4,7 persen dari tahun sebelumnya, sedangkan pengeluaran makanan sebesar 651.135 rupiah, naik 10,8 persen. Peringkat ini tetap sama seperti tahun sebelumnya, meskipun terjadi penurunan pengeluaran total.
Kabupaten Asmat
Kabupaten Asmat menempati peringkat ketiga di Papua Selatan untuk rata-rata pengeluaran per kapita sebulan makanan dan bukan makanan pada 2024, dengan nilai sebesar 935.582 rupiah. Angka ini turun sebesar 18,3 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar 1.145.728 rupiah. Pengeluaran bukan makanan di wilayah ini sebesar 369.590 rupiah pada 2024, naik sebesar 23,9 persen dari tahun sebelumnya, sedangkan pengeluaran makanan sebesar 565.992 rupiah, turun sedikit sebesar 2,7 persen. Peringkat ini tetap sama seperti tahun sebelumnya, meskipun terjadi penurunan pengeluaran total.
Kabupaten Mappi
Kabupaten Mappi menempati peringkat keempat di Papua Selatan untuk rata-rata pengeluaran per kapita sebulan makanan dan bukan makanan pada 2024, dengan nilai sebesar 899.773 rupiah. Angka ini turun sebesar 10,5 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar 1.005.467 rupiah. Pengeluaran bukan makanan di wilayah ini sebesar 360.404 rupiah pada 2024, naik sedikit sebesar 5,6 persen dari tahun sebelumnya, sedangkan pengeluaran makanan sebesar 539.369 rupiah, naik 7,1 persen. Peringkat ini tetap sama seperti tahun sebelumnya, menunjukkan posisi Mappi sebagai wilayah dengan pengeluaran masyarakat terendah di provinsi ini.