Virus Covid-19 varian Omicron (B.1.1.529) di dunia semakin menyebar dan telah mencapai 2,64 juta kasus pada Senin, 14 November 2022. Indonesia mencatatkan penambahan kasus Omicron tertinggi di dengan pertumbuhan mingguan mencapai 3,87 persen. Di negara ini, GISAID mencatat jumlah penambahan kasus Omicron sebanyak 26.508 jiwa. Secara harian kasus di wilayah ini naik 0,23 persen dibandingkan hari sebelumnya.
(Baca: Kematian karena Covid-19 di Amerika Seminggu 2.014 Jiwa, Tertinggi di Uruguay)
Menyusul Meksiko dengan pertumbuhan kasus Omicron secara mingguan mencapai tiga persen. Jumlah penambahan kasus Omicron di negara ini dilaporkan 33.534 jiwa. Sedangkan untuk statistik harian jumlah penambahan kasus Omicron terlihat naik 0,01 persen dibanding hari sebelumnya yang tercatat sebanyak 33.531 jiwa.
Berikutnya, penambahan kasus Omicron di Italia naik 1,97 persen menjadi 62.678 kasus dibandingkan pekan sebelumnya, Afrika Selatan dengan penambahan kasus Omicron 20.900 kasus (naik 1,26%) dan penambahan kasus Omicron di Spanyol naik 1,24 persen menjadi 71.593 kasus dibandingkan pekan sebelumnya
(Baca: Kematian karena Covid-19 di Afrika Seminggu 55 Jiwa, Tertinggi di Maroko)
Sementara untuk penambahan kasus Omicron di Indonesia, hingga data hari ini tercatat ada 26.508 kasus atau naik 0,23 persen dibandingkan hari sebelumnya. Sejak pertama kali termonitor, Omicron di Indonesia terus bergerak naik.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau semua pihak untuk tetap waspada menghadapi lonjakan kasus Omicron di seluruh dunia tersebut. Masyarakat diimbau untuk selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.