Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data triwulanan PDRB Harga Berlaku PMTB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung hingga kuartal II tahun 2026. Pada kuartal terakhir tercatat nilai sebesar 7571,15 Rp miliar, merupakan nilai tertinggi sepanjang sejarah data sejak Maret 2010. Secara historis data menunjukkan tren naik konsisten selama 16 tahun observasi, dengan total peningkatan sebesar 327,3% dibandingkan nilai pertama pada awal periode.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Pegunungan Bintang | 2004 - 2025)
Pada kuartal II 2026 terjadi pertumbuhan sebesar 8,28% dibandingkan kuartal sebelumnya, dengan penambahan nilai sebesar 579,17 Rp miliar. Rata-rata pertumbuhan 3 kuartal terakhir tercatat 3,10%, sedangkan rata-rata 5 kuartal terakhir mencapai 3,53%. Angka pertumbuhan kuartal terakhir ini jauh lebih baik dibandingkan rata-rata kedua periode tersebut. Sepanjang data, penurunan terdalam terjadi pada kuartal I 2025 turun 8,72%.
Selama seluruh periode pengamatan, posisi ranking Kepulauan Bangka Belitung di lingkup Pulau Sumatera secara konsisten berada di urutan ke-10. Untuk ranking nasional, pada kuartal terakhir 2026 posisi wilayah ini berada di urutan 31 dari seluruh provinsi di Indonesia. Jumlah periode yang mencatatkan pertumbuhan positif mencapai 51 kali, sedangkan periode penurunan tercatat sebanyak 14 kali dengan tidak ada periode stagnan sama sekali.
Dibandingkan provinsi lain di Pulau Sumatera pada periode yang sama, nilai PDRB PMTB Kepulauan Bangka Belitung berada di atas provinsi Bengkulu yang mencatatkan pertumbuhan 12,93%. Sementara secara nasional, nilai ini berada di atas provinsi Papua, Papua Tengah, Sulawesi Barat, Maluku dan Gorontalo. Besar selisih pertumbuhan kuartal terakhir Kepulauan Bangka Belitung lebih tinggi dibandingkan 4 dari 6 provinsi pembanding tersebut.
Bengkulu
Provinsi Bengkulu menempati urutan ke 9 di wilayah Pulau Sumatera untuk indikator ini pada kuartal terakhir, dengan nilai PDRB PMTB tercatat sebesar 11216,91 Rp miliar. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 12,93% dibandingkan kuartal sebelumnya, dengan penambahan nilai sebesar 1284,68 Rp miliar. Angka pertumbuhan ini merupakan yang tertinggi diantara seluruh provinsi pembanding, meskipun secara nilai absolut masih berada di bawah sebagian besar provinsi lain di wilayah Sumatera. Secara ranking nasional, Bengkulu menempati posisi 28.
Papua
Provinsi Papua berada pada urutan pertama di wilayah Pulau Papua, dengan nilai PDRB PMTB kuartal terakhir sebesar 9193,92 Rp miliar. Pertumbuhan yang dicatatkan sebesar 4,76% dengan penambahan nilai sebesar 418,16 Rp miliar dibandingkan periode sebelumnya. Meskipun menduduki peringkat teratas di wilayahnya, secara nasional provinsi ini hanya menempati urutan 29, tepat satu tingkat di atas provinsi Papua Tengah. Nilai pertumbuhan ini tercatat sedikit lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional untuk indikator yang sama.
Papua Tengah
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di DKI Jakarta 2025)
Provinsi Papua Tengah menduduki urutan kedua di wilayah Pulau Papua, dengan catatan nilai PDRB PMTB kuartal terakhir sebesar 8970,30 Rp miliar. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 10,01% atau penambahan nilai sebesar 816,09 Rp miliar dibandingkan kuartal sebelumnya. Angka pertumbuhan ini menjadi yang tertinggi kedua diantara seluruh provinsi pembanding. Secara ranking nasional, Papua Tengah menempati urutan 30, hanya terpaut satu peringkat dari provinsi Papua induk.
Sulawesi Barat
Provinsi Sulawesi Barat menempati urutan ke 5 di wilayah Pulau Sulawesi, dengan nilai PDRB PMTB kuartal terakhir tercatat sebesar 4939,25 Rp miliar. Pertumbuhan yang dicapai wilayah ini sebesar 10,96% dengan penambahan nilai sebesar 487,96 Rp miliar dibandingkan periode sebelumnya. Meskipun memiliki pertumbuhan yang cukup tinggi, secara nilai absolut provinsi ini masih berada di bawah rata-rata seluruh provinsi pembanding. Secara ranking nasional Sulawesi Barat menempati posisi 32.
Maluku
Provinsi Maluku menduduki urutan kedua di wilayah Kepulauan Maluku, dengan nilai PDRB PMTB kuartal terakhir tercatat sebesar 4828,46 Rp miliar. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,56% atau penambahan nilai sebesar 210,76 Rp miliar dibandingkan kuartal sebelumnya. Angka pertumbuhan ini merupakan yang terendah diantara seluruh provinsi pembanding yang ada. Secara ranking nasional, Maluku menempati posisi 33, hanya satu tingkat di atas provinsi Gorontalo.
Gorontalo
Provinsi Gorontalo menempati urutan ke 6 di wilayah Pulau Sulawesi, dengan nilai PDRB PMTB kuartal terakhir tercatat sebesar 4314,80 Rp miliar. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 8,01% dengan penambahan nilai sebesar 319,89 Rp miliar dibandingkan periode sebelumnya. Secara nilai absolut, provinsi ini memiliki nilai terendah diantara seluruh provinsi pembanding. Secara ranking nasional Gorontalo menempati posisi paling bawah yaitu urutan 34 untuk indikator PDRB PMTB triwulanan ini.