Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Angka Partisipasi Murni (APM) SMA di Sumatera Selatan pada tahun 2024 sebesar 62.70%. Data historis menunjukkan pertumbuhan positif dari tahun 2003 hingga 2024. Pada tahun 2024, APM SMA Sumatera Selatan mengalami kenaikan sebesar 2.38% dibandingkan tahun sebelumnya.
Secara historis, pertumbuhan APM SMA Sumatera Selatan mengalami fluktuasi. Kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2015 sebesar 12.1% dan kenaikan terendah terjadi pada tahun 2021 sebesar 0.13%. Rata-rata pertumbuhan APM SMA dalam lima tahun terakhir (2020-2024) adalah sebesar 1.18% per tahun, menunjukkan pertumbuhan yang stabil.
(Baca: Statistik Produksi Padi Bulanan Periode 2018-2026)
Dibandingkan dengan rata-rata pertumbuhan lima tahun terakhir, pertumbuhan APM SMA tahun 2024 menunjukkan pertumbuhan yang lebih tinggi. Ranking Sumatera Selatan di tingkat pulau adalah 8, menunjukkan tidak ada perubahan dibandingkan tahun sebelumnya. Secara nasional, ranking Sumatera Selatan berada di posisi 22.
Pada tahun 2024, nilai APM Sumatera Selatan sebesar 62.70%, berada di bawah Lampung (64.54%) dan Banten (63.50%) di Pulau Sumatera dan Jawa. Sumatera Selatan memiliki pertumbuhan lebih tinggi dari Sulawesi Selatan (62.71%), Jawa Tengah (62.56%), Jambi (62.48%), dan Sulawesi Barat (62.10%).
Secara keseluruhan, APM SMA di Sumatera Selatan menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan yang stabil. Namun, perlu adanya upaya lebih lanjut untuk meningkatkan APM SMA agar dapat bersaing dengan provinsi lain di tingkat pulau maupun nasional.
Lampung
Lampung menduduki peringkat teratas di Pulau Sumatera dengan APM SMA mencapai 64.54%. Pertumbuhan APM di Lampung sebesar 2.71%, menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Secara nasional, Lampung menduduki peringkat ke-19. Dengan capaian ini, Lampung menunjukkan komitmen yang kuat dalam meningkatkan akses pendidikan menengah atas bagi warganya.
(Baca: Jumlah Guru SMA Periode 2013-2024)
Banten
Provinsi Banten menempati posisi kedua dengan APM SMA sebesar 63.50%. Pertumbuhan APM di Banten mencapai 5.1%, menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Secara nasional, Banten berada di peringkat ke-20. Upaya-upaya peningkatan kualitas pendidikan di Banten tampaknya membuahkan hasil dengan peningkatan partisipasi siswa di jenjang SMA.
Sulawesi Selatan
Sulawesi Selatan mencatatkan APM SMA sebesar 62.71%, menempati urutan ke-4 di pulau Sulawesi. Pertumbuhan APM di provinsi ini adalah 3.53%. Sulawesi Selatan menduduki peringkat ke-21 secara nasional. Pertumbuhan ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan akses pendidikan menengah atas di wilayah tersebut.
Jawa Tengah
Jawa Tengah memiliki APM SMA sebesar 62.56%. Pertumbuhan APM di provinsi ini adalah 1.79%. Jawa Tengah menduduki peringkat ke-23 secara nasional. Meski pertumbuhannya tidak setinggi provinsi lain, Jawa Tengah tetap berupaya untuk menjaga dan meningkatkan partisipasi siswa di jenjang SMA.
Jambi
Provinsi Jambi mencatatkan APM SMA sebesar 62.48%. Pertumbuhan APM di provinsi ini adalah 3.1%. Jambi menduduki peringkat ke-24 secara nasional. Peningkatan ini menunjukkan hasil dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas dan akses pendidikan di wilayah tersebut.
Sulawesi Barat
Sulawesi Barat memiliki APM SMA sebesar 62.10%. Pertumbuhan APM di provinsi ini adalah 1.52%. Sulawesi Barat menduduki peringkat ke-25 secara nasional. Meskipun berada di urutan terakhir dalam perbandingan ini, Sulawesi Barat terus berupaya meningkatkan partisipasi siswa di jenjang SMA.