Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat Jumlah Rumah Rusak sedang akibat Bencana Alam di Provinsi Kalimantan Timur sebanyak 5 Unit pada tahun 2024. Data historis menunjukkan fluktuasi. Sempat melonjak signifikan pada tahun 2019 menjadi 111 Unit, kemudian menurun drastis. Tahun 2024 kembali menunjukkan penurunan sebesar 92,19% dibandingkan tahun sebelumnya.
Dibandingkan rata-rata 3 tahun terakhir (2021-2023) sebesar 6,33 Unit, jumlah rumah rusak sedang di Kalimantan Timur tahun 2024 lebih rendah. Namun, jika dibandingkan 5 tahun terakhir (2020-2024) yang rata-ratanya 16,4 Unit, kondisi tahun 2024 jauh lebih baik. Peningkatan tertinggi dalam 5 tahun terakhir terjadi pada tahun 2019 dengan pertumbuhan 1485,71%, sementara penurunan terendah terjadi pada tahun 2024.
(Baca: Jumlah Tempat Tidur Hotel Nonberbintang Periode 2013-2025)
Secara ranking di Pulau Kalimantan, Kalimantan Timur berada di peringkat ke-3 pada tahun 2024. Peringkat ini sama dengan tahun 2023. Nilai 5 Unit menempatkan Kalimantan Timur pada peringkat ke-29 secara nasional.
Kenaikan tertinggi Jumlah Rumah Rusak sedang di Kalimantan Timur terjadi pada tahun 2019. Anomali ini jauh di atas rata-rata tahunan. Sebaliknya, penurunan terendah justru terjadi pada tahun 2024.
Data menunjukkan fluktuasi Jumlah Rumah Rusak sedang di Kalimantan Timur. Tahun 2019 menunjukkan anomali dengan lonjakan signifikan, sedangkan tahun 2024 menunjukkan penurunan tajam.
Kalimantan Selatan
Kalimantan Selatan menduduki peringkat pertama di Pulau Kalimantan dalam hal Jumlah Rumah Rusak sedang akibat bencana alam, dengan nilai 8 Unit. Meskipun menduduki posisi teratas di pulau tersebut, secara nasional, Kalimantan Selatan berada di peringkat ke-26. Pertumbuhan negatif turun 93,7% menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, yang mana penurunan tersebut didorong oleh selisih nilai yang cukup besar yakni -119 Unit.
(Baca: Harga Beras di Pasar Modern Periode Januari 2025-2026)
Kalimantan Barat
Kalimantan Barat menempati posisi kedua di Pulau Kalimantan dengan Jumlah Rumah Rusak sedang sebanyak 7 Unit. Peringkat ke-27 di tingkat nasional menunjukkan bahwa permasalahan ini relatif terkendali dibandingkan provinsi lain di Indonesia. Penurunan turun 88.71% menunjukkan perbaikan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pengurangan yang sangat mencolok didorong oleh besaran selisih nilai -55 Unit dibandingkan tahun sebelumnya.
Papua Selatan
Papua Selatan menduduki peringkat pertama di Pulau Papua dan peringkat ke-28 secara nasional dengan Jumlah Rumah Rusak sedang sebanyak 6 Unit. Pertumbuhan yang tidak terhingga (Infinity) mengindikasikan adanya perubahan signifikan dari tahun sebelumnya, didorong oleh selisih nilai 6 Unit, menunjukkan potensi perubahan besar dalam penanganan bencana di wilayah ini. Meskipun angkanya kecil, perubahan ini perlu diperhatikan lebih lanjut untuk memahami dinamika kerentanan bencana di Papua Selatan.