Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat PDRB ADHB Sektor Penyediaan Akomodasi Kalimantan Tengah pada akhir tahun 2025 mencapai nilai 516,07 Rp miliar. Sepanjang 16 tahun periode pengamatan sejak 2010, sektor ini menunjukkan tren naik secara konsisten dengan total peningkatan sebesar 316,19% secara keseluruhan, dengan rata-rata pertumbuhan tahunan sekitar 9,97%. Hanya tercatat satu kali periode penurunan yakni pada tahun 2020, dimana nilai sektor anjlok sebesar 25,14% dari tahun sebelumnya.
(Baca: Harga Kopi Kontrak Tiga Bulan - US Coffee C Futures Turun Menuju Level 313,9 Pound (Senin, 10 Agustus 2026))
Pada tahun 2025, sektor ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 14,26% dibandingkan tahun 2024. Angka ini berada di atas rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir yang mencapai 13,71%, juga lebih tinggi dibanding rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir sebesar 13,32%. Ini menunjukkan kinerja sektor penyediaan akomodasi di wilayah ini menunjukkan peningkatan akselerasi pertumbuhan dalam tiga tahun terakhir.
Kenaikan tertinggi sepanjang sejarah pengamatan terjadi pada tahun 2019 dengan pertumbuhan 14,91%, sebelum kemudian terjadi penurunan terbesar satu-satunya pada tahun 2020. Setelah periode penurunan tersebut, sektor ini kembali pulih dan mencatatkan pertumbuhan positif secara berturut-turut hingga tahun 2025. Peringkat Kalimantan Tengah di lingkup Pulau Kalimantan berada di urutan 5 selama lima tahun terakhir, dengan posisi yang tidak berubah sejak tahun 2021.
Secara nasional, Kalimantan Tengah menempati peringkat 24 pada tahun 2025, posisi ini tetap sama selama empat tahun berturut-turut. Jika dibandingkan dengan provinsi lain di Pulau Kalimantan, Kalimantan Utara tercatat memiliki nilai PDRB sektor akomodasi sebesar 528,36 Rp miliar, sedikit lebih tinggi dibanding Kalimantan Tengah, dengan pertumbuhan tahun 2025 sebesar 2,15%. Nilai pertumbuhan Kalimantan Tengah tercatat 6 kali lebih tinggi dibanding provinsi tetangga tersebut pada periode yang sama.
Sepanjang periode pengamatan, hanya tercatat 1 kali periode penurunan dan 14 kali periode kenaikan nilai sektor ini. Nilai terendah tercatat pada tahun awal pengamatan 2010 sebesar 124 Rp miliar, sementara nilai tertinggi dicapai pada tahun terbaru 2025. Nilai tahun 2025 juga tercatat berada di atas rata-rata nilai keseluruhan periode yang mencapai 288,62 Rp miliar.
Banten
Banten menempati peringkat 21 secara nasional untuk sektor penyediaan akomodasi pada tahun 2025, menjadi wilayah dengan nilai tertinggi pada daftar perbandingan dengan nilai total 633,5 Rp miliar. Wilayah ini hanya mencatatkan pertumbuhan sedikit sebesar 0,54% pada tahun 2025, angka pertumbuhan ini merupakan yang terendah dibandingkan seluruh provinsi lain dalam daftar perbandingan. Meskipun memiliki nilai absolut terbesar, akselerasi pertumbuhan sektor akomodasi di Banten menunjukkan perlambatan yang sangat signifikan pada periode terakhir.
Nusa Tenggara Timur
(Baca: Data 2024: Jumlah Perceraian DKI Jakarta 1.881 Kasus)
Nusa Tenggara Timur mencatatkan nilai PDRB sektor penyediaan akomodasi sebesar 619,34 Rp miliar pada tahun 2025, dengan pertumbuhan sebesar 8,47% dibandingkan tahun sebelumnya. Wilayah ini menempati peringkat 22 secara nasional, hanya satu peringkat di bawah Banten meskipun memiliki selisih nilai sekitar 14,16 Rp miliar. Pertumbuhan yang dicatatkan Nusa Tenggara Timur merupakan yang tertinggi kedua dalam daftar wilayah perbandingan, menunjukkan momentum pertumbuhan yang cukup stabil pada sektor ini.
Kalimantan Utara
Kalimantan Utara menempati peringkat 3 di lingkup Pulau Kalimantan dan peringkat 23 secara nasional untuk sektor penyediaan akomodasi tahun 2025. Wilayah ini mencatatkan nilai total 528,36 Rp miliar, sedikit di atas nilai Kalimantan Tengah dengan selisih sekitar 12,29 Rp miliar. Pertumbuhan sektor ini di Kalimantan Utara hanya tercatat sebesar 2,15%, angka ini jauh lebih rendah dibandingkan pertumbuhan Kalimantan Tengah yang mencapai 14,26% pada periode tahun yang sama.
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tenggara menempati peringkat 3 di lingkup Pulau Sulawesi dan peringkat 25 secara nasional pada tahun 2025. Wilayah ini mencatatkan nilai PDRB sektor penyediaan akomodasi sebesar 337,77 Rp miliar, dengan pertumbuhan sangat sedikit sebesar 0,08% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan yang hampir stagnan ini menjadikan Sulawesi Tenggara sebagai wilayah dengan akselerasi pertumbuhan terlemah kedua dalam daftar perbandingan setelah Banten.
Sulawesi Tengah
Sulawesi Tengah menempati peringkat 4 di lingkup Pulau Sulawesi dan peringkat 26 secara nasional untuk sektor penyediaan akomodasi tahun 2025. Wilayah ini mencatatkan nilai total 336,15 Rp miliar, hanya sedikit lebih rendah dibandingkan Sulawesi Tenggara dengan selisih kurang dari 2 Rp miliar. Pertumbuhan sektor ini tercatat sebesar 1,66% pada tahun 2025, angka ini masih berada jauh di bawah rata-rata pertumbuhan nasional untuk sektor yang sama.
Gorontalo
Gorontalo menempati peringkat 5 di lingkup Pulau Sulawesi dan peringkat 27 secara nasional pada tahun 2025, menjadi wilayah dengan nilai terendah dalam daftar perbandingan. Wilayah ini mencatatkan nilai PDRB sektor penyediaan akomodasi sebesar 298,6 Rp miliar, dan merupakan satu-satunya wilayah dalam daftar yang mengalami penurunan nilai sebesar 0,1% pada tahun 2025. Penurunan sedikit ini menjadikan Gorontalo satu-satunya wilayah perbandingan dengan pertumbuhan negatif pada periode terakhir.