Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat rata-rata tracing aglomerasi mingguan di Jawa Barat sebesar 7,15 persen, update data per Sabtu, 29 Oktober 2022. Angka ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang saat ini sebesar 2,97 persen.
(Baca: Vaksinasi Dosis 2 di Kabupaten Buleleng Menjadi yang Terendah di Bali)
Tasikmalaya adalah kabupaten di urutan pertama dengan tracing aglomerasi mingguan tertinggi sebesar 21,6 persen. Kondisi tracing aglomerasi mingguan di kabupaten ini memperlihatkan ada kemajuan dengan adanya penurunan dibandingkan pekan sebelumnya yang tercatat 30,67 persen.
Sebaliknya untuk Ciamis, data Kementerian Kesehatan memperlihatkan tracing aglomerasi mingguan sebesar 20 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan pekan sebelumnya yang baru 20 persen. Di urutan berikutnya Garut. Kabupaten di provinsi Jawa Barat ini mencatatkan tracing aglomerasi mingguan sebesar 16,43 persen
(Baca: Positivity Rate Tujuh Hari Terakhir di Kepulauan Meranti Menjadi yang Tertinggi di Riau (Sabtu, 29 Oktober 2022))
Kota Sukabumi dan Cirebon berada di posisi selanjutnya dengan catatan tracing aglomerasi mingguan sebesar 15,44 persen dan 15,41 persen.
Secara nasional, rata-rata tracing aglomerasi mingguan di 34 provinsi saat ini dalam tren naik dibandingkan kondisi seminggu yang lalu yang baru di angka 2,67 persen.