PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk alias BNI melaporkan, perusahaan meraup laba bersih sebesar Rp5,66 triliun pada kuartal I 2026.
Laba periode berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk itu naik 5,2% dari periode tahun lalu (year-on-year/yoy) yang sebesar Rp5,38 triliun.
Pertumbuhan laba sejalan dengan pendapatannya. Pada tiga bulan awal 2026, emiten bersandi BBNI tersebut mengantongi pendapatan bunga bersih sebesar Rp11,02 triliun, naik 12,11% (yoy).
Melansir Katadata, pendapatan nonbunga BBNI pun naik 12,6% didorong kenaikan pendapatan berbasis komisi dari transaksi digital melalui platform dan e-channel.
(Baca: 10 Emiten Bank dengan Aset Terbesar di Indonesia Akhir 2025)
Kinerja tersebut menopang pendapatan operasional sebelum pencadangan (PPOP) sebesar Rp 9,3 triliun, tertinggi untuk capaian kuartal I dalam beberapa tahun terakhir.
Sampai Maret 2026, penyaluran kredit BNI tumbuh 20,1% (yoy) menjadi Rp 919,3 triliun. Pertumbuhan ini ditopang penguatan dana murah atau current account saving account (CASA) yang naik 26,6% secara tahunan menjadi Rp 731,6 triliun.
Direktur Utama BNI, Putrama Wahju Setyawan mengatakan, capaian tersebut mencerminkan ketahanan model bisnis perseroan yang didukung penguatan fundamental, produktivitas, dan transformasi berkelanjutan.
“BNI terus menjaga momentum pertumbuhan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta disiplin dalam pengelolaan risiko di tengah dinamika global yang penuh tantangan,” kata Putrama dalam keterangan resmi, dikutip Katadata pada Rabu (29/4/2026).
(Baca: BRI Sabet Laba Rp15,49 T pada Kuartal I 2026, Melesat 13,73%)
Dana pihak ketiga (DPK) menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan perseroan pada kuartal I 2026. Pertumbuhan CASA ditopang kenaikan giro sebesar 39,7% secara tahunan dan tabungan yang tumbuh 10,4%.
Dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah atau nonperforming loan (NPL) membaik menjadi 1,9%. Adapun loan at risk (LAR) berada di level 8,6%, lebih baik dibandingkan level sebelum pandemi. Sementara credit cost tercatat 1,1%, sesuai target perseroan.
Di penghujung Maret 2026, total aset bank pelat merah ini mencapai Rp1.426 triliun, naik 4,75% dari Desember 2025 yang sebesar Rp1.362 triliun.
Aset pada Maret 2026 terdiri atas liabilitas Rp1.260 triliun dan ekuitas Rp165,91 triliun.
(Baca Katadata oleh Karunia Putri: Laba BNI (BBNI) Naik Jadi Rp5,6 Triliun pada Kuartal I 2026, Ini Penopangnya)